Kekasih Tiba-tiba Cuek Ternyata Sudah Dijodohkan dan Bertunangan

Saya pacaran sudah 5 bulan, tiba-tiba dia menjadi aneh dan cuek. Ternyata dia takut cerita kalau dia sudah dijodohkan dan bertunangan.
« Kembali Baca berita lengkap »

Detik

Mendaki Gunung Arjuno Saat Musim Hujan, Begini Caranya

Gunung Arjuno adalah gunung di Jawa Timur yang memiliki ketinggian 3339 mdpl. Mendaki gunung ini saat hujan butuh trik tersendiri, simak kisah berikut ya!

12 jam27 menit Detik

Detik

'Rahasia' Makanan Pilot

Sejumlah maskapai ternyata melarang pilot dan co-pilot makan makanan yang sama. Alasannya demi menjaga keselamatan bila makanan itu mengandung racun.

12 jam27 menit Detik

Detik

Tamu Tak Mandi, Pemilik Kamar Ancam Lapor ke Airbnb

Seorang tamu Airbnb sempat diancam akan dilaporkan ke pihak penyedia layanan akomodasi itu, oleh pemilik kamar. Gara-garanya adalah urusan mandi.

12 jam27 menit Detik

Detik

Haduh, Pemotor Serobot Jalur Busway, Padahal Jalan Biasa Lancar

Gerombolan pemotor ini lebih memilih masuk jalur busway. Padahal, jalur reguler tidak macet.

12 jam27 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Pangeran William Lebih Cemaskan Aston Villa Ketimbang Mundurnya Harry?

Pangeran William disebut lebih khawatir ancaman degradasi Aston Villa dibandingkan isu mundurnya Pangeran Harry dari anggota senior Kerajaan Inggris. Kok bisa?

12 jam27 menit Detik

Detik

Belum Muncul di Bandung, Igbonefo Bepotensi Absen di ACC

Rekrutan anyar Persib Bandung, Victor Igbonefo, belum juga muncul dalam sesi latihan persiapan Asia Challenge Cup di Malaysia.

12 jam27 menit Detik

Detik

Gagal Gaet Guy Junior, Persib Lirik Irfan Bachdim?

Persib Bandung gagal mendatangkan Guy Junior. Skuad asuhan Robert Rene Alberts itu mengalihkan bidikannya kepada penyerang Bali United, Irfan Bachdim.

12 jam28 menit Detik

Detik

Eriksen Sudah Sepakat, Tinggal Inter Nego dengan Spurs

Christian Eriksen diklaim selangkah lagi gabung Inter Milan. Kini proses transfer tinggal menunggu hasil pembicaraan Nerazzurri dengan Tottenham Hotspur.

12 jam28 menit Detik

Detik

Jadwal Launching Tim-tim MotoGP Musim 2020, Jakarta Kebagian

Beberapa tim MotoGP sudah mengumumkan waktu dan lokasi untuk merilis motor baru musim 2020. Jakarta jadi salah satu yang terpilih.

12 jam28 menit Detik

Detik

Anjlok di Serie A, AC Milan Bidik Gelar Coppa Italia

AC Milan bertekad meraih trofi di musim ini. Coppa Italia menjadi bidikan utama Rossoneri.

12 jam28 menit Detik

Detik

Solskjaer Tak Cukup Pede MU Bisa Kejar Gelar Liga Inggris Musim Depan

Ole Gunnar Solskjaer menegaskan target Manchester United adalah kembali ke persaingan teratas. Tapi ia tak yakin musim depan sudah bisa mencapainya.

12 jam28 menit Detik

Detik

Nikita Tuduh Andhika Nyaris Matikan Rezeki Banyak Artis, Ini Kata Ussy

Nikita Mirzani diduga menuding Andhika Pratama telah mematikan rezeki tiga orang artis.

12 jam28 menit Detik

Detik

Download Film 'Filosofi Kopi' 2015 Lengkap Subtitle

Filosofi Kopi menjadi salah satu film terbaik Indonesia. Saat ini, untuk menontonnya bisa dengan download film Filosofi Kopi di platform resmi di Indonesia.

12 jam28 menit Detik

Detik

Lagi Jatuh Cinta, Manda Cello Bikin Lagu 'Tak Tergantikan'

Artis Manda Cello kembali ke dunia tarik suara. Usai vakum tiga tahun bermusik, kini ia siap mengeluarkan lagu terbaru.

12 jam29 menit Detik

Detik

Amanda Caesa Makin Serius Jadi Artis

Amanda Caesa, putri Parto Patrio, makin serius menjejaki dunia hiburan. Ia berulang kali tampil di televisi untuk membagikan kisah hidupnya dan lagu barunya.

12 jam29 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Heboh Tagar #JennieDeservesBetter, Ada Apa dengan BLACKPINK?

BLACKPINK baru saja menggelar fanmeeting di Jakarta. Setelah fanmeeting selesai, muncul tagar #JennieDeservesBetter. Ada apa?

12 jam29 menit Detik

Detik

Ini Sinopsis 'The Eternals'

Tahun ini Marvel akan merilis 'The Eternals' sebagai pembuka fase empat Marvel Cinematic Universe.

12 jam29 menit Detik

Detik

Megxit! Kumpulan Meme Meghan Markle dan Pangeran Harry

Prahara Meghan Markle dan Pangeran Harry bersama kerajaan Inggris turut mengundang perhatian netizen. Belum lama ini pun muncul meme-meme soal keduanya.

12 jam29 menit Detik

Detik

Segera Menikah, Chen 'EXO' Disebut Sudah Beli Apartemen Rp 19 M

Chen 'EXO' dikabarkan segera menikah dengan sang kekasih. Keduanya juga disebut tengah menanti kelahiran buah hati mereka.

12 jam29 menit Detik

Detik

Doa Nabila ke Netizen yang Ramal Dirinya dan Marcell Darwin Cerai

Istri Marcell Darwin, Nabila Faisal, emosi dengan netizen. Sebab, baru menikah, ia didoakan bercerai dari Marcell.

12 jam29 menit Detik

Detik

Ekspor Lesu, Neraca Dagang RI 2019 Masih Tekor US$ 3,2 Miliar

Defisit neraca dagang berhasil ditekan lewat penurunan impor yang cukup dalam. Meski demikian, dibandingkan secara tahunan ekspor Indonesia 2019 tercatat turun.

12 jam30 menit Detik

Detik

Imbas Waduk Sindangheula, Pemilik Ribuan Pohon Belum Diganti Rugi

Sekitar 21 orang mengaku belum dibayar dengan jumlah pepohonan mencapai ribuan.

12 jam30 menit Detik

Detik

Banyak Sektor Lesu, Ekspor RI 2019 Turun Tajam

BPS mencatat ekspor Indonesia sepanjang 2019 sebesar US$ 167,53 miliar. Angka ini tercatat jauh lebih rendah dibandingkan kinerja ekspor tahun sebelumnya.

12 jam30 menit Detik

Detik

Gojek ke Driver Ojol yang Ikut Demo: Jaga Kondusifitas dan Keamanan

Sebagai salah satu aplikator penyedia ojek online, Gojek mengimbau kepada para mitra drivernya untuk melakukan aksi dengan kondusif tanpa menggangu keamanan.

12 jam30 menit Detik

Detik

Neraca Dagang Tekor Lagi, IHSG Tergerus ke Level 6.301

IHSG siang ini ditutup negatif seiring dengan neraca dagang Desember 2019 dan full year yang masih tekor seperti dilaporkan oleh BPS.

12 jam30 menit Detik