Ini Alasan Polisi Tidak Tilang Jokowi yang Tidak Nyalakan Lampu Motor

Presiden Jokowi juga pernah tidak menyalakan lampu saat mengendarai sepeda motor tapi tidak ditilang. Hal ini memicu gugatan mahasiswa atas aturan lampu motor.
« Kembali Baca berita lengkap »

Detik

Sarri-Dybala Sedang Tidak Akur?

Paulo Dybala menyita sorotan setelah marah karena ditarik keluar dalam kemenangan Juventus atas AS Roma 2-1. Apakah hubungan Dybala dengan Maurizio Sarri retak?

14 jam21 menit Detik

Detik

Morata 'KO' Dua Kali sampai Muntah: Ditekel Valverde, Kepalanya Terinjak Carvajal

Masih ada cerita lain dari final Piala Super Spanyol antara Real Madrid dengan Atletico Madrid. Alvaro Morata ternyata sampai muntah usai ditekel dari belakang.

14 jam21 menit Detik

Detik

Penganut Paham Johan Cruyff, Quique Setien Jamin Barcelona Main Cantik

Quique Setien menjamin para penggemar Barcelona bahwa Lionel Messi dkk akan memainkan sepakbola yang cantik. Baginya, itu adalah cara terbaik untuk menang.

14 jam22 menit Detik

Detik

Menang Besar, Lazio Sudah Ditunggu Napoli di Perempatfinal

Napoli melangkah ke perempatfinal Coppa Italia usai menyingkirkan Perugia 2-0. Sementara Lazio menyusulnya setelah menang telak atas Cremonese 4-0.

14 jam22 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

McGregor Anggap Duel Lawan Cerrone Cuma Latihan

Conor McGregor kembali memberi psywar kepada Donald Cerrone jelang duel di UFC 246. The Notorious, julukan McGregor, menyebut duelnya nanti cuma ajang latihan.

14 jam22 menit Detik

Detik

Ketika Lukaku Samai Total Gol AC Milan Musim Ini

Romelu Lukaku seperti menemukan hidup baru di Inter Milan. Ketajamannya makin menjadi-jadi usai mencetak dua gol ke gawang Cagliari.

14 jam22 menit Detik

Detik

Valverde Sudah Tahu Akan Dipecat Barcelona

Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu berharap pemecatan Ernesto Valverde ditangani secara berbeda. Dia mengklaim Valverde tidak kaget dengan keputusan ini.

14 jam22 menit Detik

Detik

Bojan Hodak Hati-Hati Tentukan Kapten PSM

PSM Makassar belum memiliki kapten untuk mengarungi Liga 1 2020. Pelatih Juku Eja, Bojan Hodak, amat berhati-hati untuk memutuskannya.

14 jam22 menit Detik

Detik

Awalnya Coba-coba, Kini Marsha Timothy Jatuh Cinta ke Akting

Marsha Timothy kerap menghiasi layar perfilman Indonesia, ia mulai dikenal publik lewat filmnya yang berjudul 'Ekspedisi Madewa'.

14 jam22 menit Detik

Detik

Transisi Jadi Karakter yang Beda-beda, Reza Rahadian Tak Kesulitan

Kemampuan akting Reza Rahadian memang sudah tak perlu dipertanyakan. Sering berganti karakter dalam sebuah film, Reza tidak merasa kesulitan.

14 jam22 menit Detik

Detik

Hiii.. Setengah Kepala Donald Trump Terjebak di Tanah!

Ingin masuk ke dalam kepala Presiden Amerika Serikat? Karya seni publik ciptaan seniman Callum Morton menawarkan hal yang komedi.

14 jam22 menit Detik

Detik

Perawatan Miss V, Alasan Kumalasari Tak Temani Galih Ginanjar Sidang

Barbie Kumalasari tidak terlihat lagi dalam sidang yang dijalani Galih Ginanjar pada Senin (13/1). Ternyata, Kumalasari tengah menjalankan perawatan Miss V.

14 jam23 menit Detik

Detik

Prisia Nasution Seru-seruan di 'Temen Kondangan'

Prisia Nasution benar-benar senang bisa terlibat di film 'Temen Kondangan'. Sebab, ia bisa enjoy dalam berakting karena lawan mainnya yang 'gila'.

14 jam23 menit Detik

Detik

Begini Kondisi Anak Anji Usai Operasi

Anak bungsu Anji, Sigra Umar Narada, harus menerima beberapa jaitan setelah jatuh terbentur hingga kepalanya bocor.

14 jam23 menit Detik

Detik

Promosi Maksimal hingga Diduga Curang, Lagu Justin Bieber Belum Nomor Satu

Demi promosi lagu itu, Justin Bieber sampai membuat akun TikTok. Ia juga 'turun gunung' berbincang dengan penggemarnya.

14 jam23 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Posting Foto Bareng, Bio One Pacari Beby Tsabina?

Bio One digosipkan telah resmi berpacaran dengan Beby Tsabina. Kabar bermula saat sang aktor mengunggah foto bersama.

14 jam23 menit Detik

Detik

Luhut Buka Suara Soal Dugaan Korupsi Rp 10 T di Asabri

PT Asabri (Persero) sedang menjadi sorotan setelah Menko Polhukam Mahfud Md menyebut adanya dugaan korupsi di atas Rp 10 triliun. Apa kata Luhut?

14 jam23 menit Detik

Detik

Orang Kaya Tak Dapat Subsidi Elpiji 3 Kg, Anggaran Bisa Dihemat 15%

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mengubah skema subsidi Elpiji 3 kilogram (kg) dari tabung ke penerima.

14 jam23 menit Detik

Detik

Lippo Karawaci Terbitkan Surat Utang Rp 4,5 T

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menerbitkan obligasi lima tahun senilai US$ 325 juta atau Rp 4,5 triliun (kurs Rp 14.000) pada 14 Januari 2020.

14 jam23 menit Detik

Detik

Utang Luar Negeri hingga RI November 2019 Tercatat Rp 5.539 T

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia periode November 2019 tercatat US$ 401,4 miliar atau setara dengan Rp 5.539,3 triliun (kurs Rp 13.800).

14 jam23 menit Detik

Detik

Naik 3,7%, Ekspor RI Desember 2019 US$ 14,47 Miliar

Ekspor Desember 2019 tercatat US$ 14,47 miliar. Angka ini tercatat naik 3,77% dibandingkan bulan sebelumnya November 2019.

14 jam23 menit Detik

Detik

Geruduk Kemenhub dan Istana, Ini yang Dituntut Driver Ojol

Lima ribu driver ojek online bakal melakukan aksi di depan Kantor Kementerian Perhubungan dan Istana Negara. Ini tuntutannya.

14 jam23 menit Detik

Detik

DPR-BEI Rapat Tertutup Bahas Jiwasraya

Komisi XI DPR hari ini memanggil para SRO pasar modal. Mereka dipanggil untuk membahas evaluasi kinerja pasar modal dan permasalahan PT Asuransi Jiwasraya.

14 jam23 menit Detik

Detik

Impor Desember 2019 Turun Tipis

Total impor Indonesia sepanjang Desember 2019 tercatat US$ 14,50 miliar atau turun 5,47% dibanding November 2019.

14 jam23 menit Detik

Detik

Masih Tekor, Neraca Dagang RI Desember 2019 Minus US$ 30 Juta

Neraca dagang Indonesia Desember 2019 tercatat defisit US$ 30 juta. Angka ini berasal dari nilai ekspor Desember US$ 14,47 miliar dan impor US$ 14,5 miliar.

14 jam23 menit Detik