Marak Jasa Permak Mr P, Haji Royani 'Mak Irot': Buat Apa Besar Tapi Lembek?

Haji Royani, seorang terapis alat vital mengaku kerap kedatangan tamu yang menginginkan alat vital miliknya dipermak lebih besar. Besar kalau lembek, buat apa?
« Kembali Baca berita lengkap »

Detik

11 Masker untuk Kulit Berminyak dengan Bahan Alami

Kulit berminyak bisa mengakibatkan banyak masalah di wajah jika tidak dirawat. Atasi dengan 11 masker untuk kulit berminyak berikut ini.

26 menit Detik

Detik

Ramalan Zodiak Hari Ini: Scorpio Ada Kebutuhan Mendadak, Karir Leo Menanjak

Bagaimana peruntungan kamu di akhir pekan ini? Simak ramalannya berdasarkan zodiak berikut ini.Scorpio

26 menit Detik

Detik

Curhatan Istri Ustaz Abdul Somad Setelah Dicerai yang Bikin Netizen Salut

Resmi dicerai Ustaz Abdul Somad dengan talak 3, Mellya Juniarti menuliskan puisi yang mengungkapkan tentang isi hatinya.

27 menit Detik

Detik

Keindahan Pantai Seger Saat Festival Bau Nyale

Festival Bau Nyale sudah menjadi acara tahunan warga Lombok. Saat festival mulai, Pantai Seger yang gelap akan tampak indah dengan pendar senter.

27 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Serunya Menari Ronggeng Amen di Tepi Pantai Pangandaran

Budaya Indonesia sunggulah kaya. Di Pangandaran misalnya, ada tarian Ronggeng Amen yang dilakukan bersama warga di tepi pantai.

27 menit Detik

Detik

Belajar Toleransi dari Kota Suci Betlehem

Betlehem menjadi kota suci kelahiran Yesus. Penuh toleransi, suara adzan di kota ini akan diakhiri dengan bunyi lonceng gereja.

27 menit Detik

Detik

Datsun Dikabarkan Undur Diri, Honda Jadi Semangat

Hilangnya nama Datsun dalam kompetisi LCGC tentu mempengaruhi target dan strategi dari merek lainnya yang masih bertahan.

27 menit Detik

Detik

Nissan Kicks Bakal Meluncur di Indonesia?

Nissan memastikan akan meluncurkan tiga mobil baru. Mulai dari mobil elektrifikasi sampai model baru. Kabarnya Nissan akan meluncurkan Kicks di Indonesia.

27 menit Detik

Detik

Mobil Warisan Gus Dur yang Masih Mulus

Mercedes-Benz W116 tipe 450SL automatic produksi tahun 1972 berwarna hitam ini dipajang di jambore nasional Mercedes-Benz Club Indonesia (MBClubINA).

27 menit Detik

Detik

Panahan Tambah 1 Emas, Perahu Naga Borong 2 Emas

Indonesia memborong tiga medali emas SEA Games 2019 Filipina pagi ini. Satu emas dipersembahkan panahan dan dua keping lain dari perahu naga.

28 menit Detik

Detik

Lengkungan Indah Messi yang 'Menyihir' Mallorca

Lionel Messi mencetak hat-trick saat Barcelona mengalahkan Real Mallorca. Lengkungan-lengkungan indahnya bikin kiper Mallorca keteteran.

28 menit Detik

Detik

Gol Backheel Luis Suarez ke Gawang Mallorca yang Amboi Nian!

Luis Suarez mencetak gol spektakuler dengan tumit kakinya saat Barcelona mengalahkan Real Mallorca. Ia pun menyebut gol tersebut salah satu yang terbaik.

28 menit Detik

Detik

Meski Kalah, Manchester City Tak Tampil Seburuk Itu, Kok

Manchester City dipermalukan Manchester United di Etihad Stadium. Meski kalah, Citizens dinilai tampil tak terlalu buruk oleh Pep Guardiola.

28 menit Detik

Detik

Fred Fantastis!

Manchester United berhasil mengalahkah Manchester City. Kunci kemenangan Setan Merah adalah performa fantastis Fred.

28 menit Detik

Detik

Rowing Putri Raih Emas ke-56 Indonesia di SEA Games

Indonesia menambah satu medali emas lagi dari dayung di SEA Games 2019 Filipina. Duet Julianti dan Yayah Rokayah meraih emas dari rowing dua pedayung putri.

28 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Gaya Memukau Tatjana Saphira

Tatjana Saphira terlihat memukau saat hadir di kawasan Jakarta Pusat. Intip gayanya:

28 menit Detik

Detik

Perlukah Serikat Pekerja untuk Musisi?

Dalam kalangan pekerja, serikat bukanlah hal yang asing. Biasanya, serikat merupakan perkumpulan atau organisasi antar pekerja yang memiliki kesamaan.

29 menit Detik

Detik

Malam Puncak FFI 2019 Dimajukan, Begini Jawaban Lukman Sardi

Ajang penghargaan malam puncak Festival Film Indonesia 2019 (FFI) dimajukan menjadi hari ini, Minggu (8/12/2019) di Gedung Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat.

29 menit Detik

Detik

Kata Randy Pangalila soal 'Kucumbu Tubuh Indahku' Raih 13 Nominasi di FFI

'Kucumbu Tubuh Indahku' berhasil masuk 13 nominasi dalam ajang penghargaan bergengsi Festival Film Indonesia 2019.

29 menit Detik

Detik

Keluarga Sebut Gathan Saleh Bukan Sosok Temperamental

Gathan Saleh ditetapkan sebagai tersangka atas penganiayaan asisten DJ Nathalie Holscher, Fano, belum lama ini di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

29 menit Detik

Detik

Ada Saja Masalah Timpa Garuda saat Dipimpin Ari Askhara

Sebelum kasus penyelundupan Harley ilegal, banyak juga kasus yang seharusnya membuat Ari Askhara bisa diberhentikan.

29 menit Detik

Detik

Ari Ashkara Dicopot dari Dirut Garuda, MRT Sampai Tangsel

Sepekan ini, topik pencopotan Ari Ashkara dari jabatannya sebagai Dirut Garuda Indonesia menjadi berita paling terpopuler detikFinance. Simak juga yang lain

29 menit Detik

Detik

Jelang Dioperasikan, Begini Kondisi Tol Layang Jakarta-Cikampek

Bagaimana kondisi Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (elevated) atau Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek menjelang dioperasikan saat libur Natal dan tahun baru?

30 menit Detik

Detik

Teror Kobra Belum Berakhir, Warga Citayam Kembali Tangkap 1 Anak Ular

Warga Royal Citayam Residence, Bogor, Jawa Barat, kembali menangkap seekor anak kobra. Anak kobra tersebut ditemukan saat warga sedang kerja bakti.

30 menit Detik

Detik

Duh! Wajah Ketua Komisi D Tertukar di Website DPRD Sumut

Wajah Ketua Komisi D DPRD Sumut Anwar Sani Tarigan, yang ada di website DRPD Sumut terlihat tertukar.

30 menit Detik