Abang Ojol Ini Pengamen Kali Ya, Main Gitar Kok Sambil Naik Motor

Satu sisi saat melihat video ini pasti banyak yang berkomentar video ini sangat keren. Tapi detikcom pastikan perilaku ini jangan sampai ditiru.
« Kembali Baca berita lengkap »

Detik

Mantap! Lifter Deni Tambah Medali Emas Indonesia

Lifter Indonesia Deni mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di SEA Games 2019 Filipina. Deni meraihnya dari angkat besi di kelas 67 kg putra.

12 menit Detik

Detik

Indonesia Sementara Unggul 3-0 atas Brunei

Timnas Indonesia unggul 3-0 atas Brunei Darussalam pada babak I di SEA Games 2019. Osvaldo Haay membikin brace, satu gol lainnya dicetak Egy Maulana Vikri.

12 menit Detik

Detik

Tangismu Tak Cukup untuk Bawa Pulang Emas, Ni Ketut

Ni Ketut Mahadewi Istarani sempat menangis saat mengalahkan pasangan Thailand dan membuat kedudukan imbang 1-1. Tapi, air matanya sia-sia.

12 menit Detik

Detik

Aksi Wushu Beregu Putra yang Berbuah Emas

Wushu kembali menambah pundi-pundi emas Indonesia di SEA Games 2019 Filipina hari ini. Emas dipersembahkan beregu putra.

12 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Sempat Gugup, Puspa Akhiri Paceklik Emas Pencak Silat Indonesia di SEA Games

Pesilat Puspa Arum Sari berhasil mengantongi emas di SEA Games 2019 Filipina. Dia mengakhiri paceklik emas emas pencak silat.

12 menit Detik

Detik

Terkejut Lihat Follower Raffi & Nagita, Siwon 'SuJu' Minta Difollow Nih

Perjalanan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ke Korea sangat istimewa.

12 menit Detik

Detik

Kenangan Masa Sekolah Maudy Koesnaedi, Nangis Kalau Dapat Nilai 8

Maudy Koesnaedi mengenang masa-masa indah saat duduk di bangku SMA.

12 menit Detik

Detik

Sembilan Matahari Hadirkan Karya Terbaru' di Wave of Tomorrow 2019

Bukan project video mapping, Sembilan Matahari tampil dengan nuansa karya terbaru yang lebih 'syahdu' di ajang Wave of Tomorrow 2019.

13 menit Detik

Detik

Tonton Eksklusif! Wawancara Bareng Komikus 'Bang Lambe'

Komik onlen 'Bang Lambe' yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama (GPU) tengah digandrungi pembaca komik. Simak wawancara selengkapnya bareng detikcom:

13 menit Detik

Detik

Kisah Haru Inneke Koesherawati Bawa Anak Temui Suami di Lapas

Suami Inneke Koesherwati, Fahmi Darmawansyah hingga kini tengah menjalani hukuman penjara akibat kasus suap. Inneke rajin mengunjungi suaminya di Lapas.

13 menit Detik

Detik

Kepala Kantor Pajak Jadi Mafia, DJP: Serakah

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP, Hestu Yoga Saksama mengatakan itu merupakan perilaku serakah dari seorang pemimpin.

13 menit Detik

Detik

Awas! Jangan Percaya Ada Investasi Tawarkan Bunga Selangit

Banyak orang yang masih terjebak dalam investasi bodong, padahal sudah jelas investasi bodong memberikan penawaran yang tidak rasional

13 menit Detik

Detik

Tingkatkan Layanan Umrah, DCNLINK dan BRB Kerjasama Jamin Bagasi Jamaah

Selama kurun waktu September hingga November tahun 2019 total jamaah umrah Indonesia ke tanah suci mencapai 306.461 orang.

13 menit Detik

Detik

Bank DKI Ajak Milenial Investasi Reksadana Lewat Aplikasi TanamDuit

Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djurfaini mengatakan pengguna aplikasi TanamDuit dapat membayar instrumen reksadana menggunakan JakOne Mobile Bank DKI.

14 menit Detik

Detik

Kemendagri Akan Tegur DKI karena Telat Kirim Raperda APBD 2020

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan memperingati Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena telat menyetujui bersama Raperda APBD 2020 untuk dievaluasi.

14 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Pembukaan Munas Golkar, Airlangga Puji Bamsoet Bikin Adem

Ketum Golkar Airlangga Hartarto menyapa Bambang Soesatyo (Bamsoet) di pembukaan Munas Golkar. Airlangga menyebut Bamsoet sosok yang membanggakan.

14 menit Detik

Detik

Timses: Bamsoet Mundur Caketum usai Bertemu Airlangga dan Utusan Jokowi

Supit menyatakan Bamsoet mundur dari pencalonan ketum Golkar setelah bertemu Airlangga hingga utusan Jokowi. Itu terjadi sebelum pertemuan dengan Luhut.

14 menit Detik

Detik

Pendiri PAN Dengar Ada Tekanan Agar DPD Pilih Zulhas Jadi Ketum Lagi

"Saya minta ke teman di tim Pak Zul, apa informasi tersebut benar adanya? Kan setiap informasi harus diuji kebenarannya, diklarifikasi," kata Putra.

14 menit Detik

Detik

Nilai Seragam BPIP 4 Kantong Modis, Fadli Zon: Identik dengan Gerindra

Fadli Zon menilai model seragam baru BPIP dengan empat kantong modis. Meski mirip seragam Gerindra, menurutnya model tersebut sudah ada sejak zaman dulu.

14 menit Detik

Detik

Airlangga Puji Lagi Bamsoet Mundur dari Caketum Golkar: Setia pada Komitmen

Airlangga Hartarto melempar pujian kedua kepada Bamsoet dalam sambutannya di Munas ke-X Golkar. Kali ini, Airlangga memuji Bamsoet karena mundur dari caketum.

14 menit Detik

Detik

Airlangga: Terima Kasih Pak Jokowi Selalu Jaga Warisan Reformasi

"Pak Jokowi selaku Presiden Indonesia membatasi periodesasi jabatan presiden," kata Airlangga.

15 menit Detik

Detik

Jokowi Puji Sejuknya Munas Golkar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pembukaan Munas Golkar malam ini. Dia memuji 'hawa sejuk' di Munas Golkar.

15 menit Detik

Detik

Pendidikan RI Sepuluh Besar Terbawah Dunia, Nadiem: Masukan Berharga

Penilaian PISA 2018 sudah dirilis. Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan ini dapat menjadi masukan berharga dalam meningkatkan kualitas bangsa.

15 menit Detik

TRIBUNNEWS

KRONOLOGI Meninggalnya Cha In Ha, Jenazah Ditemukan Manajer Padahal Tengah Mencuri Perhatian

Berikut kronologi meninggalnya artis Korea Cha In Ha, jenazahnya ditemukan manajer ketika namanya tengah mencuri perhatian karena drama

1 jam7 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Punya 17,7 Juta Subscriber, Ria Ricis Bongkar Jumlah Penghasilannya dari YouTube: Terkecil Rp 3 Juta

YouTuber Ria Ricis membongkar penghasilan yang dirinya dapatkan dari YouTube.

1 jam8 menit Tribunnews