Tingkah Polah Suporter Indonesia dan Vietnam di Bali

Laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Indonesia vs Vietnam disaksikan langsung oleh suporter dari kedua negara. Mereka datang dengan beragam gaya.
« Kembali Baca berita lengkap »

Detik

Indonesia Tertinggal 0-1 dari Vietnam di Babak Pertama

Indonesia lebih banyak menerima tekanan dari tim tamu Vietnam di sepanjang babak pertama. Alhasil, Indonesia sementara tertinggal 0-1 dari Vietnam.

10 jam37 menit Detik

Detik

Pelatih Nasional Balap Sepeda Ditangkap karena Sabu, PB ISSI: Kami Belum Tahu

Pelatih nasional balap sepeda dengan inisial V ditangkap polisi terkait kepemilikan sabu. PB ISSI akan menelusuri informasi tersebut.

10 jam37 menit Detik

Detik

Tak Cuma Seksi Berbikini, Tamara Bleszynski Unjuk Gigi Bisa Angkat Kasur

Tamara Bleszynski belum lama bikin geger netizen karena seksi banget berbikini di kolam renang di usianya yang tak muda lagi.

10 jam37 menit Detik

Detik

Mengenal Zoe Kravitz, Pemeran Catwoman di 'The Batman'

Zoe Kravitz terpilih memerankan Catwoman di film 'The Batman'. Akan beradu akting dengan Robert Pattinson, ini seputar Zoe Kravitz, anak tiri Jason Momoa.

10 jam37 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Belajar dari Syahrini dan Ayu Ting Ting Hadapi Cyberbullying

Syahrini dan Ayu Ting Ting jadi selebriti yang kerap dibully para haters di media sosial. Bagaimana cara mereka menyikapinya?

10 jam37 menit Detik

Detik

Veronica Tan Akui Hidupnya Lebih Enjoy

Veronica Tan kini mengaku hidupnya lebih nikmat setelah berbagai hal yang terjadi dalam hidupnya. Ia pun aktif dalam tiga kegiatan sosial.

10 jam37 menit Detik

Detik

Heboh Akun Fans Duga Telinga Syahrini Berlafaz 'Allah'

Syahrini kembali mengebohkan media sosial. Penyebabnya, salah satu akun fansnya menduga telinga pelantun Sesuatu itu membentuk tulisan 'Allah'.

10 jam37 menit Detik

Detik

Bahas Etika Bermedsos, Christian Sugiono: Harusnya Bikin Kayak SIM

Christian Sugiono mengaku khawatir dengan perkembangan media sosial dan penggunanya. Ia pun menawarkan sebuah ide untuk pemerintah.

10 jam38 menit Detik

Detik

Uber PHK 1.185 Karyawan

Uber kembali memangkas sekitar 350 karyawan di sejumlah divisi mulai dari Uber Eats, marketing, technology group, perekrutan.

10 jam38 menit Detik

Detik

Mantan Menkeu dan Bos BI Jadi Menteri Keuangan Pilihan detikers

Puluhan ribu detikers telah menyampaikan usulan nama-nama menteri lewat program 'Bantu Jokowi Cari Menteri'. Siapa kandidat Menteri Keuangan pilihan detikers?

10 jam38 menit Detik

Detik

Ibu Kota Pindah ke Kaltim Bisa Bantu Jakarta Batal Tenggelam?

Apakah pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur bisa membantu mengurangi risiko Jakarta tenggelam?

10 jam38 menit Detik

Detik

Soal Medsos PNS Dikekang, BKN: Jangan Parno!

Semua kritik yang dicetuskan ASN akan diperiksa terlebih dahulu oleh PPK.

10 jam38 menit Detik

Detik

Wanita Muda Tewas Usai Terlempar dari Wahana Pasar Malam di Prancis

Seorang wanita tewas setelah terlempar dari wahana kursi gantung di sebuah pasar malam di Firminy, Prancis. Satu orang lainnya mengalami luka serius.

10 jam38 menit Detik

Detik

Anies Beberkan Pencapaian 2 Tahun di DKI: Rumah DP Rp 0 Hingga Trotoar

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan beberapa hal yang telah dicapainya saat memimpin Jakarta selama dua tahun. Apa saja?

10 jam38 menit Detik

Detik

Kawasan Padat Penduduk di Palembang Terbakar, 35 Rumah Hangus

"Posko bantuan udah ada, anggota kita siaga 24 jam di sana memberi bantuan makanan, pakaian," kata Kapolresta Palembang, Kombes Didi Hanyamansyah.

10 jam39 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Sandiaga Berlabuh ke Gerindra Lagi, PD: Sah-sah Saja

Partai Demokrat menanggapi santai kembalinya Sandiaga Uno ke 'pelukan' Gerindra. Menurut PD, Sandi punya hak untuk meneruskan karier di dunia politik.

10 jam39 menit Detik

Detik

Personel Brimob Nusantara Disiagakan di Jakarta Jelang Pelantikan Presiden

Pasukan Brimob Nusantara juga dilibatkan dalam pengamanan pelantikan ini. Konsentrasi pengamanan tidak hanya di kompleks DPR, tetapi juga ke pusat bisnis.

10 jam39 menit Detik

Detik

KSP Bakal Pamerkan Capaian 5 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK Lusa

KSP akan memamerkan capaian dalam 5 tahun pemerintahan Jokowi-JK. Laporan itu akan berisi disampaikan lusa.

10 jam39 menit Detik

Detik

Anies: Selama 2 Tahun, Pemprov Sudah Revitalisasi 134 Km Trotoar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku telah merevitalisasi trotoar sepanjang 134 km selama dua tahun menjabat.

10 jam39 menit Detik

Detik

Atap Sekolah SLB Bundaku Bekasi Roboh, KBM Dipindah ke Balai RW

Diketahui, atap bangunan itu roboh sejak 3 minggu yang lalu. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

10 jam39 menit Detik

Detik

Pimpinan MPR Antar Undangan Pelantikan ke Ma'ruf Amin

Pimpinan MPR mengantarkan undangan pelantikan presiden-wakil presiden terpilih pada 20 Oktober 2019. Prabowo-Sandiaga sudah menerima undangan.

10 jam39 menit Detik

Detik

Polisi Tembak Bandit 'Becak Hantu' di Medan

Polisi menangkap komplotan bandit jalanan 'becak hantu' yang meresahkan warga Kota Medan, Sumut.

10 jam40 menit Detik

Detik

Daeng Ical Minta Restu JK Maju Pilwalkot Makassar, Diminta Kerja Maksimal

Eks Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal atau Daeng Ical sudah menemui JK untuk meminta restu maju ke Pilwalkot Makassar.

10 jam40 menit Detik

KONTAN

Bank Tabungan Negara (BBTN) tunda setor modal ke LinkAja, ini penyebabnya

Bank Tabungan Negara (BBTN) tunda setor modal ke LinkAja, ini penyebabnya

11 jam7 menit Kontan

KONTAN

Begini strategi Akseleran untuk bersaing di industri fintech lending

PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) mempunyai tiga strategi untuk bersaing di bisnis fintech.

11 jam7 menit Kontan