Ibu Kota Pindah ke Kaltim Bisa Bantu Jakarta Batal Tenggelam?

Apakah pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur bisa membantu mengurangi risiko Jakarta tenggelam?
« Kembali Baca berita lengkap »

Detik

Soal Medsos PNS Dikekang, BKN: Jangan Parno!

Semua kritik yang dicetuskan ASN akan diperiksa terlebih dahulu oleh PPK.

3 jam48 menit Detik

Detik

Wanita Muda Tewas Usai Terlempar dari Wahana Pasar Malam di Prancis

Seorang wanita tewas setelah terlempar dari wahana kursi gantung di sebuah pasar malam di Firminy, Prancis. Satu orang lainnya mengalami luka serius.

3 jam48 menit Detik

Detik

Anies Beberkan Pencapaian 2 Tahun di DKI: Rumah DP Rp 0 Hingga Trotoar

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan beberapa hal yang telah dicapainya saat memimpin Jakarta selama dua tahun. Apa saja?

3 jam48 menit Detik

Detik

Kawasan Padat Penduduk di Palembang Terbakar, 35 Rumah Hangus

"Posko bantuan udah ada, anggota kita siaga 24 jam di sana memberi bantuan makanan, pakaian," kata Kapolresta Palembang, Kombes Didi Hanyamansyah.

3 jam48 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Sandiaga Berlabuh ke Gerindra Lagi, PD: Sah-sah Saja

Partai Demokrat menanggapi santai kembalinya Sandiaga Uno ke 'pelukan' Gerindra. Menurut PD, Sandi punya hak untuk meneruskan karier di dunia politik.

3 jam48 menit Detik

Detik

Personel Brimob Nusantara Disiagakan di Jakarta Jelang Pelantikan Presiden

Pasukan Brimob Nusantara juga dilibatkan dalam pengamanan pelantikan ini. Konsentrasi pengamanan tidak hanya di kompleks DPR, tetapi juga ke pusat bisnis.

3 jam49 menit Detik

Detik

KSP Bakal Pamerkan Capaian 5 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK Lusa

KSP akan memamerkan capaian dalam 5 tahun pemerintahan Jokowi-JK. Laporan itu akan berisi disampaikan lusa.

3 jam49 menit Detik

Detik

Anies: Selama 2 Tahun, Pemprov Sudah Revitalisasi 134 Km Trotoar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku telah merevitalisasi trotoar sepanjang 134 km selama dua tahun menjabat.

3 jam49 menit Detik

Detik

Atap Sekolah SLB Bundaku Bekasi Roboh, KBM Dipindah ke Balai RW

Diketahui, atap bangunan itu roboh sejak 3 minggu yang lalu. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

3 jam49 menit Detik

Detik

Pimpinan MPR Antar Undangan Pelantikan ke Ma'ruf Amin

Pimpinan MPR mengantarkan undangan pelantikan presiden-wakil presiden terpilih pada 20 Oktober 2019. Prabowo-Sandiaga sudah menerima undangan.

3 jam49 menit Detik

Detik

Polisi Tembak Bandit 'Becak Hantu' di Medan

Polisi menangkap komplotan bandit jalanan 'becak hantu' yang meresahkan warga Kota Medan, Sumut.

3 jam49 menit Detik

Detik

Daeng Ical Minta Restu JK Maju Pilwalkot Makassar, Diminta Kerja Maksimal

Eks Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal atau Daeng Ical sudah menemui JK untuk meminta restu maju ke Pilwalkot Makassar.

3 jam49 menit Detik

KONTAN

Bank Tabungan Negara (BBTN) tunda setor modal ke LinkAja, ini penyebabnya

Bank Tabungan Negara (BBTN) tunda setor modal ke LinkAja, ini penyebabnya

4 jam17 menit Kontan

KONTAN

Begini strategi Akseleran untuk bersaing di industri fintech lending

PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) mempunyai tiga strategi untuk bersaing di bisnis fintech.

4 jam17 menit Kontan

KONTAN

Kominfo kejar pembangunan sebanyak 4.000 BTS

Kominfo kejar pembangunan sebanyak 4.000 BTS

4 jam17 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Tren perlambatan utang luar negeri swasta berpotensi berlanjut, pemerintah sebaliknya

Tren perlambatan utang luar negeri swasta berpotensi berlanjut, pemerintah sebaliknya

4 jam17 menit Kontan

KONTAN

Pengembangan energi terbarukan dapat menjadi solusi defisit neraca dagang

Pengembangan energi terbarukan dapat menjadi solusi defisit neraca dagang

4 jam17 menit Kontan

KONTAN

Neraca dagang September 2019 mengalami defisit, ini pendapat ekonom

Neraca dagang September 2019 mengalami defisit, ini pendapat ekonom 

4 jam17 menit Kontan

KONTAN

Neraca dagang defisit, BPS:Ekspor dan impor Indonesia masih terguncang

Neraca dagang defisit, BPS:Ekspor dan impor Indonesia masih terguncang

4 jam17 menit Kontan

TRIBUNNEWS

Bamsoet: TNI-Polri Disiagakan dengan Kekuatan Penuh saat Pelantikan Presiden

Ia mengatakan bahwa personel TNI dan Polri disigiakan dengan kekuatan penuh pada saat pelantikan mulai dari Istana Negara hingga Kompleks parlemen

4 jam50 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Irfan Hakim Menangis, Kesal Raffi Ahmad Sering Marahi Nagita Di depan Umum: Gigi Punya Harga Diri

Momen mengharukan sempat terjadi antara artis Irfan Hakim serta pasangan selebriti, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

4 jam50 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Rumah Zaskia Adya Mecca Selalu Didatangi Ondel-ondel Tiap Sore

Bhai Kaba, anak ketiga pasangan Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo merupakan fans berat ondel-ondel, kesenian khas Betawi.

4 jam50 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Google Blokir Aplikasi Pinjaman Online 'Fintech' dengan Bunga Tinggi

Adapun aplikasi pinjaman online yang ditolak oleh Google adalah mereka yang menawarkan pinjaman bulanan yang memiliki tingkat persentase bunga tahunan

4 jam50 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Persiapan Pernikahan Delon Thamrin dan Aida Chandra Sudah 88 Persen

Hari ini Delon Thamrin baru saja melakukan fitting jas pernikahannya di butik Wong Hang milik Samuel Wongso.

4 jam50 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

WP KPK Berharap Jokowi Keluarkan Perppu Batalkan UU KPK Hasil Revisi

Menurut Yudi, sesuai dengan ketentuan pembuatan peraturan perundangan, UU KPK hasil revisi akan berlaku secara otomatis dalam waktu 30 hari

4 jam50 menit Tribunnews