Sempat Pendarahan Otak karena Demo, Faisal Amir Tak Trauma

Faisal Amir menderita cedera kepala setelah mengikuti aksi di DPR RI. Faisal mengaku masih ingin kembali turun ke jalan tanpa ada trauma.
« Kembali Baca berita lengkap »

Detik

BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat di 14-16 Oktober

BMKG memperingatkan dalam kurun waktu 14-16 Oktober 2019, beberapa wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan lebat

9 jam18 menit Detik

Detik

Diduga Korban Tabrak Lari, 2 Pejalan Kaki di Pulo Gadung Jaktim Luka Parah

Dua orang pejalan kaki diduga menjadi korban tabrak lari di Pulo Gadung, Jakarta Timur. Korban mengalami luka cukup parah.

9 jam19 menit Detik

TRIBUNNEWS

Hasil Livoli Divisi Utama 2019 Hari Kedua: Vita Solo Kekalahan Perdana, Bhayangkara Raih Kemenangan

Kekalahan perdana diraih oleh Vita Solo di pertandingan perdananya hari kedua pentas Livoli Divisi Utama 2019, Senin (14/10/2019).

10 jam26 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Simon McMenemy bilang Kompetisi di Vietnam Bikin Pemain Tetap Bugar Tampil di Ajang Internasional

Pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy, mengapresiasi perkembangan sepak bola Vietnam yang semakin baik.

10 jam27 menit Tribunnews

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

TRIBUNNEWS

Penyebar Vdeo Ancaman Pembunuhan Jokowi Sebut Tidak Ada Satunya Teman Menengok Saat Ditahan

Ina mengaku, dia tidak ada dendam akan kasus yang dialaminya dan mengganggap kasusnya sebagai pelajaran baginya

10 jam27 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

TRIBUNNEWS

Indonesia vs Vietnam: Irfan Bachdim Harapkan Pendukung Bali United Dukung Timnas Indonesia

Pemain timnas Indonesia, Irfan Bachdim, antusias dengan pemilihan Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar Bali sebagai lokasi pertandingan

10 jam27 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Roger Federer Bakal Tampil di Olimpiade Tokyo 2020

Gelaran Olimpiade 2020 akan dimeriahkan oleh keikutsertaan mantan petenis nomor satu dunia, Roger Federer.

10 jam27 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Chord Gitar Bintang Kehidupan - Nike Ardilla

Berikut ini chord kunci gitar mudah lagu Bintang Kehidupan dari Nike Ardilla

10 jam27 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Jokowi Disebut Tidak Berani Keluarkan Perppu UU KPK Karena Desakan Parpol Koalisi

Seluruh kebijakan Jokowi dikontrol oleh partai pendukungnya sehingga tidak berani melawan kepentingan partai politik

10 jam27 menit Tribunnews

ANTARA NEWS

Kebakaran di Jakbar, petugas turunkan 13 mobil Damkar

Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat menurunkan 13 unit mobil pemadam untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di wilayah Kebon Jeruk, pada Selasa dini hari. "13 mobil pemadam diturunkan untuk memadamkan api, saat ...

10 jam27 menit Antaranews

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

BISNIS

KENDARAAN NIAGA : Suzuki Optimistis Tetap Rajai Pasar

Bisnis, JAKARTA ? Suzuki optismistis tetap merajai pasar pikap meski mengalami penurunan penjualan hingga akhir kuartal III/2019. Sementara itu Daihatsu yang menjadi pesaing terdekatnya terus penetrasi ke pasar daerah.

10 jam29 menit Bisnis

BISNIS

5 TAHUN JOKOWI JK : Momentum Positif Bank BUMN

Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla menjadi periode yang cukup menguntungkan bagi emiten-emiten bank BUMN. Secara umum, kinerja saham-saham bank BUMN jauh mengungguli kinerja IHSG.

10 jam29 menit Bisnis

BISNIS

KONEKTIVITAS WILAYAH TERPENCIL : Genjot Pariwisata, Bandara Letung Disiapkan

Bisnis, ANAMBAS, Kepri ? Kementerian Perhubungan menginvestasikan hingga Rp200 miliar membangun Bandara Letung di salah satu pulau paling utara di Indonesia, yaitu di Pulau Letung, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.

10 jam29 menit Bisnis

BISNIS

AKUISISI BANK : Perjalanan Mencari Jodoh si Permata

Proses meminang sebuah bank tak kalah sulitnya seperti meminang seorang wanita. Seperti calon mertua, negosiasi tarik ulur antar pemegang saham lama dan baru membuat prosesnya menjadi berlarut-larut. Bahkan, banyak peminang datang dan pergi akibat proses tarik ulur ini.

10 jam29 menit Bisnis

BISNIS

KESELAMATAN PELAYARAN : Kabut Asap di Palembang Diantisipasi

Bisnis, JAKARTA ? Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Palembang menerbitkan surat edaran tentang antisipasi datangnya cuaca buruk kabut asap di Palembang, Sumatra Selatan.

10 jam29 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

KREDIT TANPA AGUNAN : Bank Besar Andalkan Payroll

Bisnis.com, JAKARTA ? Bank besar memilih fokus menyasar payroll dalam menggenjot penyaluran kredit tanpa agunan atau KTA.

10 jam29 menit Bisnis

BISNIS

PENETAPAN KAWASAN KONSERVASI MARITIM : Menakar Nasib Reklamasi Teluk Benoa

Tidak banyak yang berubah di kawasan Teluk Benoa, Bali, meskipun wacana reklamasi di kawasan itu sudah ramai sejak lima tahun lalu. Kapal-kapal jongkong milik nelayan lokal masih terlihat hilir mudik melintasi bagian bawah jalan tol Bali Mandara yang membelah teluk ini.

10 jam29 menit Bisnis

BISNIS

KOMODITAS PERKEBUNAN : Kemarau Panjang Gerus Produksi Tembakau

Bisnis, JAKARTA?Produksi tembakau dalam negeri berpotensi turun sampai 30% tahun ini meski produsen melaporkan kualitas tanaman yang lebih baik seiring berlangsungnya kemarau yang panjang.

10 jam29 menit Bisnis

BISNIS

PREDIKSI 2020 : Serapan Domestik Karet Siap Melenting

Bisnis, JAKARTA ? Serapan karet alam di dalam negeri diprediksi naik menjadi sekitar 750.000 ton pada tahun depan seiring dengan komitmen pemerintah untuk mendorong pemanfaatan komoditas itu.

10 jam30 menit Bisnis

BISNIS

LELANG BLOK MIGAS : Selat Panjang Siap Berproduksi Lagi

Bisnis, JAKARTA ? Wilayah Kerja Selat Panjang di Riau diprediksi siap berproduksi kembali pada dua tahun mendatang setelah kontrak bagi hasil (gross split) antara pemerintah dengan Zamatra Bakau Straits Ltd dan PT Sumatra Global Energi diteken.

10 jam30 menit Bisnis

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

BISNIS

PEMAKAIAN LISTRIK : PLN Dorong Konsumsi Industri

Bisnis, JAKARTA ? PT PLN (Persero) sedang menyiapkan sejumlah upaya untuk meningkatkan pertumbuhan listrik industri yang penjualannya hanya naik tipis sebesar 1,13% hingga September 2019 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

10 jam30 menit Bisnis

BISNIS

MASALAH PICKLE FORK : 2 Maskapai Tagih Kompensasi ke Boeing

Bisnis, JAKARTA ? Dua maskapai penerbangan nasional yaitu Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air bersiap untuk menagih kompensasi kepada Boeing Co. menyusul masalah yang ditemukan di salah satu bagian komponen pesawat tersebut.

10 jam30 menit Bisnis

BISNIS

PELAYANAN FASILITAS FISKAL : Perizinan Impor Barang Operasi Migas Lebih Efisien

Bisnis, JAKARTA ? Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menjanjikan proses bisnis impor barang operasi hulu migas sudah lebih efisien dengan dirilisnya dua aplikasi integrasi lintas kementerian/lembaga.

10 jam30 menit Bisnis

BISNIS

MOBIL PERKOTAAN : Suzuki Ignis Ngerem, Honda Brio Melejit

Bisnis, JAKARTA ? Pasar mobil perkotaan pada 8 bulan pertama 2019 mengalami kontraksi seiring dengan Suzuki yang mengerem laju penjualan Ignis, sekaligus memberi jalan bagi Brio RS untuk merajai segmen city car.

10 jam30 menit Bisnis

BISNIS

PERBANKAN SYARIAH : CIMB Niaga Gandeng BPJPH

Bisnis, JAKARTA ? PT Bank CIMB Niaga Tbk. melalui unit usaha syariahnya (UUS) resmi menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam hal literasi keuangan syariah dan sertifikasi halal.

10 jam30 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko.