Foto: 10 Tempat Wisata Dunia Terpopuler Versi Google

Pernah iseng mencari tahu soal tempat wisata incaran lewat Google? Nah, ke-10 tempat wisata ini disebut sebagai yang paling populer di mesin pencari tersebut.
« Kembali Baca berita lengkap »

Detik

Antara Sigra dan Calya, Mana yang Diprioritaskan Produksinya?

Mobil yang dibuat di pabrik yang sama tentu ada komposisi tertentu siapa yang lebih banyak diproduksi.

9 jam53 menit Detik

Detik

Penjualan Mobil Cetak Rekor Tertinggi Tahun Ini

Penjualan mobil pada bulan Agustus 2019 lalu tercatat mencapai 90.403 unit. Angka ini merupakan yang tertinggi sepanjang tahun ini.

9 jam53 menit Detik

Detik

Dortmund Vs Barcelona: Bisa Samai Raul, Messi?

Lionel Messi kemungkinan comeback ketika Barcelona meladeni Borussia Dortmund. Di pertandingan itu, Messi berpeluang menyamai legenda Real Madrid Raul Gonzalez.

9 jam53 menit Detik

Detik

Timnas U-16 Pertajam Finishing Jelang Hadapi Kepulauan Mariana Utara

Timnas Indonesia berduel dengan Kepulauan Mariana Utara di laga kedua Grup G Kualifikasi Piala Asia U-16 2020. Garuda Muda memantapkan penyelesaian akhir.

9 jam53 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Pekan Depan, Timnas Basket Akan Berlaga di Turnamen Internasional di Taiwan

Timnas basket Indonesia akan berlaga di turnamen Internasional Hualien Kwen Fu 2019 di Taiwan. Dua pemain baru: Denzel Bowles dan Brandon Jawato dibawa serta.

9 jam53 menit Detik

Detik

Masa Depan Klopp di Liverpool Tergantung Cuaca Inggris?

Liverpool ingin memperpanjang kontrak Juergen Klopp. Namun keputusan Klopp untuk tetap di Liverpool tergantung cuaca di Inggris. Benarkah?

9 jam53 menit Detik

Detik

Owen Jagokan Klub-klub Inggris di Liga Champions 2019/2020

Michael Owen mengaku menjagokan klub-klub Inggris untuk menjuarai Liga Champions 2019/2020. Wakil Premier League dinilai lebih baik ketimbang wakil Spanyol.

9 jam53 menit Detik

Detik

Kenapa Brompton? Ananda Mikola: Style dan Praktis

Sepeda lipat semakin digandrungi masyarakat di banyak kota besar Indonesia. Buat Ananda Mikola, Brompton jadi pilihan utama karena style dan praktis.

9 jam53 menit Detik

Detik

Tak Kalah Dalam Dua Lawatan, Borneo FC Yakin Tatap Madura United

Borneo FC bakal menghadapi Madura United di lanjutan Liga 1 2019. Pesut Etam lebih percaya diri usai dua laga kandang tak tumbang.

9 jam53 menit Detik

Detik

Kerap Dibully, Presenter Ini Blokir Ribuan Akun di Medsos

Presenter Rachel Riley menceritakan bullyan yang kerap dialaminya di media sosial. Tak ingin pusing, ia pun memblok para netizen hingga ribuan akun.

9 jam53 menit Detik

Detik

Bak Bola Dragon Ball, Karya Andrita Yuniza Kritik Isu Air Sungai

Melihat sekilas karya instalasi dari seniman muda Andrita Yuniza, akan teringat bola-bola Dragon Ball. Ya, Andrita memang membuat 10 bola dari resin.

9 jam53 menit Detik

Detik

Rumah Jessica Iskandar Banyak Hantu, Asisten sampai Lumpuh

Rumah Jessica Iskandar ternyata cukup angker. Kediamannya disebut banyak 'penunggu'.

9 jam54 menit Detik

Detik

Penyebab Kematian Vokalis The Cars Terungkap

Ric Ocasek, vokalis The Cars ditemukan meninggal dunia di kediamannya. Kini, penyebab kematiannya telah terungkap.

9 jam54 menit Detik

Detik

'Kucumbu Tubuh Indahku' Jadi Wakil Indonesia di Oscar 2020

Film kontroversi 'Kucumbu Tubuh Indahku' resmi mewakili Indonesia di ajang Oscar 2020 mendatang.

9 jam54 menit Detik

Detik

UU KPK Direvisi, Ekonom: Rp 1,5 T Keluar dari Pasar Modal

"Kita lihat aja gimana respons investor seminggu ini Rp 1,53 triliun keluar dari pasar saham dalam bentuk net sell atau jual bersih," katanya.

9 jam54 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Kapan Lahan di Ibu Kota Baru Bisa Dijual ke Masyarakat?

Pemerintah berencana untuk menjual sebagian lahan di ibu kota baru ke kalangan umum. Lantas kapan lahan tersebut siap diperjualbelikan?

9 jam54 menit Detik

Detik

Dolar Singapura Jadi Idola Pencucian Uang, Ini Alasannya

Dolar Singapura disebut menjadi pecahan mata uang asing yang sering digunakan untuk pencucian uang. Apa alasannya?

9 jam54 menit Detik

Detik

Diskon Tunggakan Pajak Kendaraan di DKI Hanya Berlaku Tahun Ini

Program diskon bagi penunggak pajak kendaraan bermotor di DKI Jakarta hanya berlaku tahun ini. Setelah itu, siapapun penunggak pajak akan dtindak tegas.

9 jam54 menit Detik

Detik

Peranan Robot Makin Marak, Perlu Aturan Pajak Khusus?

Peran perpajakan dan ekonomi digital dalam pertumbuhan ekonomi digital yang semakin cepat, pemerintah perlu mereformasi sistem perpajakan yang ada.

9 jam54 menit Detik

Detik

Kemarin Loyo, Sore Ini IHSG Perkasa di 6.236

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup positif sore ini. IHSG menguat 17,255 poin (0,28%) ke 6.236,690.

9 jam54 menit Detik

Detik

Bayar Ojol Pesaing Gojek-Grab Bisa Pakai LinkAja

CEO Anterin Imron Hamzah menyatakan hingga kini pihaknya sudah bekerja sama dengan LinkAja untuk alat pembayaran.

9 jam54 menit Detik

Detik

Inikah Nama-nama Kuat Calon Menteri PUPR?

Detikers bisa langsung memilih tokoh yang dinilai tepat untuk mengisi setiap posisi menteri dengan mengakses polling yang berlangsung pada 10-30 September 2019.

9 jam55 menit Detik

Detik

Truk Jatuh ke Jurang di Filipina, 15 Orang Tewas termasuk Anak-anak

Sebanyak 15 orang tewas di Filipina selatan ketika truk yang mereka naiki jatuh ke jurang hari ini. Korban tewas termasuk anak-anak.

9 jam55 menit Detik

Detik

Geledah Kantor Dinas PU-Disdik Kepri, KPK Sita Dokumen Laporan Bulanan

KPK menyita sejumlah dokumen yang berisi laporan kegiatan bulanan Disdik Kepri.

9 jam55 menit Detik

Detik

RUU KUHP: Kritik Kebijakan Pemerintah Tak Termasuk Penghinaan Presiden

Pasal Penghinaan terhadap Presiden tertuang dalam RUU KUHP untuk menggantikan KUHP kolonial Belanda. Apakah kritik juga dipenjara?

9 jam55 menit Detik