Renault Umbar Harga Triber Akhir September

Mobil MPV yang juga akan bersaing dengan mobil LCGC dari sisi harga, Renault Triber, akan dirilis harga resminya pada akhir bulan ini.
« Kembali Baca berita lengkap »

Detik

Misi Real Madrid dan Barcelona Kembali ke Jalur Kemenangan

Liga Spanyol kick-off lagi setelah sempat rehat karena jeda internasional. Real Madrid dan Barcelona sama-sama mempunyai misi untuk kembali ke jalur kemenangan.

13 jam29 menit Detik

Detik

Pekan Kelima Liga Inggris: Lanjut Menang, Liverpool?

Riuh Liga Inggris kembali di akhir pekan ini selepas jeda internasional. Liverpool yang masih sempurna dan kukuh di puncak akan ditantang Newcastle United.

13 jam29 menit Detik

Detik

Jadwal Liga Spanyol Pekan Ini

Liga Spanyol mementaskan laga keempat di pekan ini. Berikut jadwal bertanding kompetisi level teratas klub-klub di Negeri Matador.

13 jam29 menit Detik

Detik

Digoda Balik ke MU, Van der Sar Menolak

Edwin van der Sar menepis rumor dirinya bakal kembali ke Manchester United. Van der Sar masih setia dengan posisinya sebagai CEO Ajax Amsterdam.

13 jam29 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Kenang BJ Habibie, Aji Santoso Ingat Tiga Pesan Ini

Pelatih PSIM Yogyakarta, Aji Santoso, turut kehilangan atas meninggalnya Presiden Ketiga Republik Indonesia BJ Habibie. Dia mengenang tiga pesan dari almarhum.

13 jam29 menit Detik

Detik

Polemik Audisi Umum PB Djarum, Moeldoko Cek Langsung ke Kudus

PB Djarum memutuskan menghentikan audisi umum bulutangkis mulai tahun depan, usai polemik dengan KPAI. Isu ini jadi perhatian istana.

13 jam29 menit Detik

Detik

40 Negara Korban Ronaldo di Timnas Portugal, Siapa Saja?

Cristiano Ronaldo baru saja memasukkan Lithuania sebagai korban terbarunya di Timnas Portugal. Negara mana yang sudah pernah dibobol Ronaldo?

13 jam29 menit Detik

Detik

Klub David Beckham Dikabarkan Sudah Kontak Lionel Messi

David Beckham punya ambisi besar pada klubnya, Inter Miami. Bahkan, beredar kabar Lionel Messi sudah dikontak untuk diajak bermain di Major League Soccer.

13 jam29 menit Detik

Detik

Nikita Mirzani Kecopetan di Paris, Tetap Bisa Eksis

Nikita Mirzani tengah berlibur ke Paris bersama dua temannya. Namun, lagi asyik-asyik liburan, Nikita Mirzani malah kecopetan.

13 jam29 menit Detik

Detik

Tawa Gisel saat Ditanya Soal Joget

Gisel menjelaskan bahwa dirinya bukan berjoget di klub malam melainkan acara konser temannya. Ia pun tampak tertawa saat menjelaskan hal tersebut.

13 jam29 menit Detik

Detik

Jadi Influencer Brand Terkenal, Aron Ashab Mengaku Tak Dibayar

Aktor dan YouTuber Aron Ashab menceritakan pengalaman tak mengenakkan di Instagram. Ia mengaku tak dibayar saat menjadi influencer brand terkenal.

13 jam29 menit Detik

Detik

Hii... Megan Fox Bisa Lihat Sosok Gaib

Kebanyakan orang tahu Megan Fox adalah artis seksi, yang tampil di 'Transformers'. Tapi, tak banyak yang tahu fakta ia seorang yang bisa melihat sosok gaib.

13 jam29 menit Detik

Detik

Ekspresi Ayu Ting Ting saat Berjuang Melawan Angin

Ayu Ting Ting tampak kewalahan menjaga rambutnya kala diwawancarai awak media di kawasan studio Trans TV. Ia pun berusaha menahan rambutnya dari hembusan angin.

13 jam29 menit Detik

Detik

Ilustrasi Duka Mendalam untuk Kepergian BJ Habibie

Ilustrator dan seniman Indonesia mengucap duka lewat ilustrasi di bawah ini. Ada Hari Prast hingga Komikrukii.

13 jam29 menit Detik

Detik

'Gugur Bunga' Penghormatan Terakhir untuk Anak Bangsa

Setiap ada anak bangsa yang begitu berjasa untuk negara meninggal dunia, lagu 'Gugur Bunga' selalu berkumandang. Keharuan langsung menyelimuti.

13 jam29 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Pak Jokowi, Papua Barat 'Krisis' Bandara Perintis

"Kita bangun bandara itu 2-3 tahun terjadi, bikin jalan itu dua periode gubernur juga belum tentu jadi,"

13 jam29 menit Detik

Detik

Rasa Was-was Sri Mulyani di Balik Laporan Keuangan WTP Pemerintah

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta agar kementerian/lembaga tidak sebatas mengejar status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada laporan keuangannya.

13 jam29 menit Detik

Detik

Raja Ampat Jadi Destinasi Wisata, Tapi Tiket Pesawatnya Mahal

Wakil Gubernur Papua Barat Lakotani mengeluhkan susahnya pengembangan pariwisata di wilayahnya.

13 jam29 menit Detik

Detik

Peran Penting BJ Habibie di Industri Pertahanan RI

Semasa hidupnya, Habibie punya peran penting bagi industri pertahanan Indonesia. Begini ceritanya.

13 jam29 menit Detik

Detik

Rini Pantau Ekspor Gerbong Kereta Lewat Tanjung Perak

Rini mengaku senang karena dalam kunjungan kerjanya di Surabaya, ia bisa melihat langsung perkembangan ekspansi bisnis beberapa BUMN sekaligus.

13 jam29 menit Detik

Detik

Sri Mulyani Ingin Aset Negara Dikelola Pakai 'Gaya Milenial'

"Di dalam konsep cara kerja baru di era teknologi digital sekarang semakin banyak tempat kerja yang menggunakan konsep cost sharing,"

13 jam29 menit Detik

Detik

BJ Habibie di Kenangan Sofyan Djalil: Presiden saat Ekonomi Sulit

"Dengan pendekatan dan tim yang beliau gunakan, kondisi yang sangat buruk itu bisa dibalik Walaupun tidak menyelesaikan masalah dalam satu malam,"

13 jam29 menit Detik

Detik

Luhut soal Ekonomi RI: Jangan Ragu, yang Pesimis Itu Loser!

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan optimis ekonomi Indonesia bisa berada di 5 besar dunia pada 2045

13 jam29 menit Detik

Detik

Melihat Lagi BJ Habibie Bicara tentang Infrastruktur Negeri

Melihat lagi saat BJ Habibie membahas tentang pembangunan infrastruktur dalam negeri. Simak selengkapnya di sini

13 jam29 menit Detik

Detik

Curhat Gubernur Maluku: Kami Termiskin dan Penggangguran Nomor 1 di RI

"Kita mau diperhatikan lagi soal pelayanan publik, terutama pendidikan dan kesehatannya. Keduanya sangat lambat pengembangannya dari dulu di sini,"

13 jam30 menit Detik