Soal GBHN, Ahli: Jangan Jadikan MPR Lembaga Tertinggi

Wacana menghidupkan kembali GBHN menuai kontroversi. Ahli hukum tata negara Dr Jimmy Usfunan memberikan 7 rambu-rambu apabila GBHN akan dihidupkan lagi.
« Kembali Baca berita lengkap »

Detik

PD Ingin Perkuat Pemerintahan Jokowi, Golkar: Banyak Dukungan Makin Baik

Partai Golkar menyambut positif jika Partai Demokrat akan merapat ke pemerintahan. Golkar menilai makin banyak dukungan untuk pemerintahan akan makin baik.

7 jam28 menit Detik

Detik

Gerindra Sepakat dengan JK soal Amendemen UUD 45 Berisiko

Partai Gerindra sepakat dengan Wapres JK yang menyebut amendemen UUD 1945 berisiko. Jika hal itu terjadi, Gerindra menyebutnya sebagai kemunduran demokrasi.

7 jam28 menit Detik

Detik

Polisi Memburu Penembak Brutal Anjing Beedo

Beedo tewas setelah ditembak 4 kali oleh pelaku.

7 jam28 menit Detik

Detik

MPR Cium Gelagat Upaya Degradasi Komisi Yudisial

Badan Pengkajian MPR membeberkan ada upaya mendegradasi peran dan fungsi KY. Padahal, reformasi mengamanatkan KY untuk membersihkan mafia pengadilan.

7 jam28 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Bentrokan di Bandara Hong Kong Pecah Usai Penghentikan Penerbangan

Polisi dan pengunjuk rasa bentrok di bandara internasional Hong Kong pada Selasa (13/8/2019) malam setelah penerbangan untuk hari kedua terganggu dan krisis politik di bekas jajahan Inggris tersebut semakin parah.

8 jam11 menit Bisnis

BISNIS

IHSG Ditargetkan Menuju 6.600, Ini Rekomendasi Principal Asset Management

Kondisi pasar saat ini sangat fluktuatif, investor direkomendasikan untuk mulai masuk pasar modal secara bertahap, baik ke pasar saham maupun obligasi.

8 jam11 menit Bisnis

BISNIS

Pendemo dan Polisi Bentrok Hingga Malam di Bandara Hong Kong

Polisi dan pengunjuk rasa kembali bentrok di bandara internasional Hong Kong kemarin sehingga mengganggu penerbangan sejak dua hari terakhir setelah krisis politik di bekas jajahan Inggris itu semakin dalam.

8 jam11 menit Bisnis

BISNIS

Watsons Promosi Wisata Indonesia Lewat One Pass

Gerai penyedia produk kecantikan dan kesehatan Watsons Indonesia dinilai turut terlibat dalam promosi wisata Indonesia. Kampanye tersebut dilakukan lewat program One Pass atau kartu keanggotaan ragam fungsi.

8 jam11 menit Bisnis

BISNIS

Konser Batal Mendadak, Ini Pernyataan Resmi LANY

Konser grup band asal Amerika Serikat, Lany yang bertajuk \"Lany Malibu Night Tour\" secara mendadak dibatalkan, Selasa (13/8/2019). Grup tersebut meminta maaf atas peristiwa ini.

8 jam11 menit Bisnis

BISNIS

Bara dalam Sekam di Tubuh Jababeka (KIJA)

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. sedang dililit konflik internal. Perubahan manajemen perseroan menjadi pangkal munculnya permasalahan.

8 jam11 menit Bisnis

BISNIS

Trump Tangguhkan Batas Waktu Pemberlakuan Tarif 10 Persen untuk Produk China

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menangguhkan batas waktu 1 September untuk pemberlakuan sisa tarif 10 persen pada impor China disamping menunda bea masuk ponsel, laptop, dan barang-barang konsumsi lainnya dengan harapan mengurangi dampaknya terhadap penjualan AS pada musim liburan.

8 jam11 menit Bisnis

BISNIS

Industri Serat dan Benang Minta Pemerintah Tekan Impor

APSyFI menilai kebijakan pembatasan impor perlu menjadi prioritas pemerintah terlebih dahulu sebelum memberikan insentif lainnya.

8 jam11 menit Bisnis

BISNIS

PKB Yakin Demokrat Gabung ke Pemerintahan Jokowi untuk Incar Kekuasaan

Partai Demokrat menyatakan ingin memperkuat pemerintahan dengan bergabung dengan pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi-KH Ma?ruf Amin. Semua tergantung kesepakatan antara keduanya.

8 jam11 menit Bisnis

BISNIS

Kalah di Pengadilan, Penerimaan Ditjen Pajak Ikut Tertekan

Kekalahan otoritas pajak di tingkat pengadilan perlu menjadi perhatian karena turut menekan penerimaan pajak.

8 jam11 menit Bisnis

BISNIS

Belanja Alat Berat, PP Presisi (PPRE) Kucurkan Rp432 Miliar

Capex senilai Rp1,1 triliun merupakan rencana sepanjang 2019 yang dialokasikan untuk ekspansi organik seperti pembelian alat-alat berat

8 jam11 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Konser Lany Mendadak Batal, Ini Alasan Promotor

Konser grup band asal Amerika Serikat LANY bertajuk \"Lany Malibu Night Tour\" secara mendadak dibatalkan oleh promotor Vizion Vibe. Para penggemar melayangkan protes terkait pembatalan ini.

8 jam11 menit Bisnis

BISNIS

Pergerakan Harga Emas Comex Hari Ini, 14 Agustus 2019

Harga emas Comex bergerak di zona hijau pada perdagangan pagi ini, Rabu (14/8/2019).

8 jam12 menit Bisnis

BISNIS

Ada Apa ya, para Perencana Kota Mancanegara Bakal ke Indonesia?

Lebih kurang 500 pakar dan perencana kota dunia dari 40 negara termasuk Indonesia menghadiri Isocarp.

8 jam12 menit Bisnis

BISNIS

Keberadaan LRT Berpotensi Memacu Permintaan Properti di Bekasi

Bekasi sudah menjadi lokasi yang secara tata kota bagus, dikelilingi jalan tol, dan lengkap akan fasilitas-fasilitas penunjang.

8 jam12 menit Bisnis

BISNIS

Dapat 3 Penalti, Ajax Melaju di Liga Champions Eropa

Jawara Belanda Ajax mendapatkan tiga hadiah tendangan penalti dari wasit asa; Inggris Craig Pawson saat mereka berhasil menundukkan PAOK 3 - 2 dan meloloskan diri ke babak playoff Liga Champions Eropa 2019 - 2020.

8 jam12 menit Bisnis

BISNIS

Ini Alasan Esemka Pilih Pikap Jadi Produk Perdana

Pikap menjadi pilihan karena Esemka menyasar pasar di daerah di mana yang paling dibutuhkan ialah kendaran komersial ringan.

8 jam12 menit Bisnis

BISNIS

Raksasa Media AS, CBS dan Viacom Merger

Raksasa media Amerika Serikat, CBS dan Viacom, mengumumkan merger perusahaan dalam upaya untuk memperkuat posisi mereka sebagai penyedia layanan televisi kabel, di tengah gempuran berbagai platform streaming seperti Netflix dan Amazon Prime.

8 jam12 menit Bisnis

BISNIS

Formula E Butuh Rp343 Miliar, Anies Sebut Potensi Pendapatan Rp1,2 Triliun

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengkalim, dibutuhkan dana hingga US$24,1 juta atau setara Rp343 miliar bagi Jakarta untuk menggelar ajang balapan Formula E.

8 jam12 menit Bisnis

BISNIS

Pemerintah Diminta Jelaskan Aturan Perjanjian Jual Beli Lebih Mendetail

Pengembalian dana kepada pembeli propert idapat menciptakan kekacauan dalam pembiayaan proyek pengembang.

8 jam12 menit Bisnis

TRIBUNNEWS

Peresmian Timnas Voli Indoor Sea Games 2019

Tiga bulan menjelang pesta olahraga se Asia Tenggara, Sea Games 2019 PP PBVSI terus menggembleng atletnya baik meningkatkan fisik maupun teknik.

8 jam39 menit Tribunnews