Muncul Seruan 'Patenkan' Akar Bajakah, Siapa yang Berhak Melakukan?

Siswa SMAN 2 Palangkaraya meneliti akar bajakah sebagai obat kanker payudara. Sejak itu, muncul seruan untuk mematenkan herba asli tanah Dayak tersebut.
« Kembali Baca berita lengkap »

Detik

Risiko 'Seks Gangbang' di Garut: Infeksi hingga Gangguan Kejiwaan

Viralnya 'seks gambang' di Garut bukan tanpa dampak pada si pelaku. Mulai dari mudah terkena IMS (infeksi menular seks) hingga terganggunya psikologis.

23 jam7 menit Detik

Detik

Ini yang Perlu Dilakukan Jika Keinginan Nikah Terhalang Mitos Jawa

Bagaimana cara menanggapinya jika pasangan yang ingin menikah terhalang dengan weton atau mitos Jawa lainnya?

23 jam7 menit Detik

Detik

Sensasi Kuliner Unik Basque di Txoko, Restoran Bergaya Mediterania Modern

Meski berdekatan dengan Spanyol, Basque memiliki keunikan budaya tersendiri. Tanpa terkecuali kulinernya. Cita rasa ini menjadi tawaran restoran Txoko.

23 jam7 menit Detik

Detik

Rasa Cinta Terlanjur Mendalam pada Pria yang Sudah Jadi Pacar Orang

Awalnya saya tidak mengetahui jika dia memiliki pasangan. Dia mulai mendekati saya. Beberapa bulan setelahnya, kami sempat jadian.

23 jam7 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Kisah Jalan Paling Mengerikan Sedunia di India

Berada di ketinggian, berbatu dan tanpa pembatas, inilah Alwas-Killar Road. Tanpa ada jaminan keamanan, jalan ini menjadi yang paling mengerikan di dunia.

23 jam7 menit Detik

Detik

Tentang Hong Kong dan Demo yang Matikan Pariwisatanya

Hong Kong dan demo besar kini jadi dua hal tak terpisahkan. Sejarah panjang ada di belakangnya dan itu sangat berimbas di salah sektor utamanya, pariwisata.

23 jam7 menit Detik

Detik

Perjalanan Tak Terlupakan ke Nusa Kambangan

Nusa Kambangan terkenal sebagai pulau penjara. Namun pulau ini juga menawarkan pemandangan yang indah.

23 jam7 menit Detik

Detik

Yuk Ikut Lomba Makan Kerupuk Raksasa & Panjat Pinang Kolosal di Ancol

Salah satu yang unik tahun ini adalah lomba-lomba unik berhadiah jutaan rupiah. Seperti lomba panjat pinang kolosal yang akan diadakan di Pantai Carnaval.

23 jam7 menit Detik

Detik

10 Ribu Unit Mobil Baru Toyota Sudah Beredar di Kabupaten Bekasi

Vice President Director PT Toyota Astra Motor Henry Tanoto menyebut Kabupaten Bekasi menjadi penyumbang angka terbesar bagi penjualan Toyota di Jawa barat.

23 jam7 menit Detik

Detik

Pabrik Esemka Tanahnya Sewa Puluhan Tahun

Bukan membeli, dikatakan PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) menyewa lahan untuk bisa mendirikan pabrik Esemka seluas 11,5 hektar.

23 jam7 menit Detik

Detik

Kalau TKDN Tak Lebih dari 80%, Esemka Bisa Kalah dengan LCGC

Esemka berharap bisa menggunakan lebih dari 80 persen komponen buatan dalam negeri. Jika kurang dari itu Esemka bisa kalah dengan mobil-mobil LCGC.

23 jam7 menit Detik

Detik

Tak Pernah Kalah di 3 Laga Terakhir, PSS Pede Menjamu Persela

PSS Sleman sedang dalam kepercayaan diri tinggi menjelang duel dengan Persela Lamongan. Mereka berbekal hasil tak pernah kalah dari tiga pertandingan away.

23 jam7 menit Detik

Detik

Jabar Bidik Juara Umum di PON 2020 Papua

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mematok target juara umum di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua. Anggaran pembinaan Rp 40 miliar.

23 jam7 menit Detik

Detik

Persipura Vs Kalteng Putra: Mutiara Hitam Menang 2-0

Persipura Jayapura masih di jalur kemenangan saat menjamu Kalteng Putra di lanjutan Liga 1 2019. Mutiara Hitam menang dengan skor akhir 2-0.

23 jam7 menit Detik

Detik

Piala AFF U-18: Imbangi Myanmar, Indonesia Juara Grup A

Timnas Indonesia U-18 menjadi juara Grup A Piala AFF U-18 2019. Status itu diraih Garuda Nusantara, usai mengimbangi Timnas Myanmar U-18 dengan skor 1-1.

23 jam7 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Liga Spanyol 2019/2020: Bisakah Atletico dan Madrid Menjegal Barcelona?

La Liga 2019/2020 akan dimulai akhir pekan ini. Menarik untuk melihat upaya Real Madrid bangkit dan mengganjal upaya Barcelona mempertahankan gelar.

23 jam7 menit Detik

Detik

Bursa Transfer Putaran Kedua Liga 1 Dibuka Mulai 27 Agustus

Kompetisi Liga 1 2019 hampir memasuki paruh musim. PT Liga Indonesia Baru (LIB) menjadwalkan bursa transfer putaran kedua mulai 27 Agustus.

23 jam7 menit Detik

Detik

Liverpool Sedang Biasakan Diri Menangi Trofi

Liverpool kembali mempunyai kesempatan untuk memenangi trofi. The Reds tak mau menyia-nyiakannya lagi, sebagai usaha membiasakan diri menjadi juara

23 jam8 menit Detik

Detik

Preview Liga Spanyol 2019/2020: Saatnya Atletico Madrid Unjuk Gigi

Atletico Madrid layak unjuk gigi di pentas Liga Spanyol 2019/2020. Los Colchoneros punya amunisi guna bersaing memperebutkan titel juara.

23 jam8 menit Detik

Detik

Intip Trailer Perdana 'Warkop DKI Reborn'

Rumah produksi Falcon Pictures merilis trailer perdana 'Warkop DKI Reborn' versi Aliando, Adipati Dolken juga Randy 'NIDJI'.

23 jam8 menit Detik

Detik

Idap Sindrom Williams, Anak Kedua Dede Sunandar Sulit Makan

Ladzan Syafiq Sunandar, anak kedua Dede Sunandar dan Karen Hertatum mengidap penyakit langka, Sindrom Williams.

23 jam8 menit Detik

Detik

Terpikir Bubar, Ten2Five Kembali Lewat Jalan Berliku

Selain tidur panjang, Ten2Five ternyata hampir bubar. Bagaimana kisahnya?

23 jam8 menit Detik

Detik

Ariel Buka Peran Uki di Album Baru NOAH

Tepat setelah NOAH merilis album 'Keterkaitan Keterikatan', gitaris Uki mengundurkan diri dari band yang telah membesarkan namanya selama ini.

23 jam8 menit Detik

Detik

Marvel Umumkan Seri Komik 'Morbius: The Living Vampire'

Dilansir dari Comicbook, Rabu (14/8/2019), cerita komiknya ditulis oleh Vita Ayala dan digambar Ryan Brown. Komiknya menceritakan tentang karakter Morbius.

23 jam8 menit Detik

Detik

Punya Anak dari Vivi Paris, Vicky Prasetyo Tegaskan Tak Pernah Nikah

Selain menuntut Rp 1 miliar, Vivi Paris juga menuntut Vicky Prasetyo mengakui anaknya. Vivi merasa melahirkan anak dari hubungannya dengan Vicky Prasetyo.

23 jam8 menit Detik