Idol K-Pop Kang Daniel Tolak Layanan VIP Demi Bisa Menyapa Penggemar

Bintang K-Pop Kang Daniel diketahui akan menjauhi jalur VIP pada saat kedatangannya di Bandara Changi Singapura
« Kembali Baca berita lengkap »

Detik

Ratusan Penyelam Tanam Terumbu Karang di Pulau Sangiang

Ratusan penyelam dari berbagai instansi menanam terumbu karang di dasar laut Pulau Sangiang. Penanaman itu dilakukan /untuk menyelamatkan laut Selat Sunda.

23 jam18 menit Detik

Detik

Foto: Pantai Cantik di Australia yang Menolak Turis

Namanya pantai wisata, pasti butuh turis dong. Tapi pantai di Australia yang satu ini malah menolak turis, karena sudah terlalu banyak yang datang.

23 jam18 menit Detik

Detik

Mulai 15 Agustus, Malindo Air Punya Rute Baru Sydney-Denpasar

Inaugural flight rute akan dilakukan pada 15 Agustus mendatang. Rute baru yang dihadirkan Malindo, dipastikan membuat jumlah wisatawan ke Bali akan bertambah.

23 jam18 menit Detik

Detik

Mungkin Cuma di Indonesia, Gereja Berbentuk Kuil Hindu

Sekilas melihat, bangunan ini seperti kuil Hindu. Padahal ini adalah gereja Graha Maria Annai Velangkani di Medan. Mungkin di dunia cuma satu yang seperti ini.

23 jam18 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Esemka Bukan Mobil Nasional, Harap Tak Dikaitkan dengan Jokowi

Pihak Esemka mulai buka suara terkait keberadaan mobilnya di Indonesia. Esemka juga berharap tak dikaitkan dengan nama Joko Widodo. Berikut selengkapnya.

23 jam18 menit Detik

Detik

RI Masih Belum Sanggup Bikin Komponen Mobil Listrik Ini

RI masih belum mampu membuat beberapa komponen mobil listriknya sendiri. Komponen itu antara lain baterai, powertrain, dan motor listrik.

23 jam18 menit Detik

Detik

Lampard ke Chelsea: Move On Dong dari Hazard

Frank Lampard tahu betapa kehilangannya Chelsea setelah ditinggal Eden Hazard. Tapi, The Blues tak boleh lama-lama meratapinya karena musim sangat panjang.

23 jam18 menit Detik

Detik

Jadwal Liga 1 Hari Ini: Persipura Vs Kalteng Putra, Persib Vs Borneo FC

Liga 1 2019 akan menggelar tiga pertandingan pada hari ini. Berikut jadwal pertandingannya.

23 jam18 menit Detik

Detik

Ajax Lolos ke Playoff Liga Champions, Porto Tersingkir

Ajax Amsterdam melangkah ke babak Playoff Liga Champions dan mendekatkan diri ke fase grup. Sementara kejutan terjadi ketika FC Porto masuk kotak.

23 jam18 menit Detik

Detik

Absen Latihan tapi Main Gulat di TV, Adil Rami pun Dipecat Marseille

Adil Rami baru saja memasukkan catatan buruk dalam karier sepakbolanya. Dia asyik-asyikan main gulat di acara televisi saat absen latihan dengan alasan cedera.

23 jam18 menit Detik

Detik

Ketika Pamela Safitri Tak Kapok Pose Syur

Lagi-lagi Pamela Safitri. Dari masalah kemben melorot sampai foto payudara tanpa alas alias topless beredar luas sudah pernah ia alami.

23 jam18 menit Detik

Detik

Pengumuman! Zara Lulus dari JKT48

Kabar menyedihkan datang untuk fans JKT48. Adhisty Zara Sundari Kusumawardhani atau yang akrab disapa Zara, memutuskan lulus JKT48.

23 jam18 menit Detik

Detik

Gilang Dirga Pernah Ribut dengan Istri hingga Tinju Pintu Kamar

Setiap rumah tangga punya permasalahan masing-masing. Hal serupa juga dialami oleh presenter Gilang Dirga dan sang istri, Adis.

23 jam18 menit Detik

Detik

Perdana! Istri Mulai Go Public Posting Foto Bareng Daniel Mananta

Sejak menikah 2012 lalu, Daniel Mananta menutup rapat-rapat kehidupan keluarganya dengan sang istri, Viola Maria.

23 jam18 menit Detik

Detik

Gara-gara Bisnis Camilan Sehat Pria Ini Punya Harta Rp 21 T

Camilan sehat mungkin belum banyak dilirik oleh pelaku bisnis lantaran masyarakat belum begitu peduli dengan gaya hidup yang baik.

23 jam18 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Yuk, Bantu Jokowi Cari Menko Perekonomian!

Siapa yang cocok menduduki posisi Menko Perekonomian menurut Detikers?

23 jam18 menit Detik

Detik

Mulus, B30 Lolos Uji Coba Penghidupan Mobil

Pagi-pagi buta uji coba bahan bakar campuran biodiesel 30% mulai dilakukan.

23 jam18 menit Detik

Detik

Amendemen UUD 1945 Disebut JK Berisiko, PKB: Akan Dibahas Terbuka

"Tentu tidak ada maksud terselubung, segalanya kan nanti dibahas secara terbuka," kata Wasekjen PKB Daniel Johan.

23 jam18 menit Detik

Detik

JK Ungkap Ancaman Laten Amendemen Konstitusi

Wapres JK ancaman laten di balik wacana amendemen UUD 1945. JK mengingatkan hak istimewa rakyat yang bisa saja hilang ketika ada amendemen konstitusi.

23 jam18 menit Detik

Detik

KJRI Hong Kong Telah Pulangkan 47 Atlet Tim Renang DKI

Seluruh atlet yang sempat 'terjebak' di Bandara Internasional Hong Kong telah dipulangkan. Mereka tiba di Tanah Air hari ini.

23 jam18 menit Detik

Detik

Soal GBHN, Ahli: Jangan Jadikan MPR Lembaga Tertinggi

Wacana menghidupkan kembali GBHN menuai kontroversi. Ahli hukum tata negara Dr Jimmy Usfunan memberikan 7 rambu-rambu apabila GBHN akan dihidupkan lagi.

23 jam18 menit Detik

Detik

PD Ingin Perkuat Pemerintahan Jokowi, Golkar: Banyak Dukungan Makin Baik

Partai Golkar menyambut positif jika Partai Demokrat akan merapat ke pemerintahan. Golkar menilai makin banyak dukungan untuk pemerintahan akan makin baik.

23 jam18 menit Detik

Detik

Gerindra Sepakat dengan JK soal Amendemen UUD 45 Berisiko

Partai Gerindra sepakat dengan Wapres JK yang menyebut amendemen UUD 1945 berisiko. Jika hal itu terjadi, Gerindra menyebutnya sebagai kemunduran demokrasi.

23 jam19 menit Detik

Detik

Polisi Memburu Penembak Brutal Anjing Beedo

Beedo tewas setelah ditembak 4 kali oleh pelaku.

23 jam19 menit Detik

Detik

MPR Cium Gelagat Upaya Degradasi Komisi Yudisial

Badan Pengkajian MPR membeberkan ada upaya mendegradasi peran dan fungsi KY. Padahal, reformasi mengamanatkan KY untuk membersihkan mafia pengadilan.

23 jam19 menit Detik