Limbah Medis Asian Games Akan Diambil 2 Hari Sekali

KLHK bertanggung jawab atas limbah medis dan limbah B3 yang dihasilkan dari Asian Games. Rencananya, limbah medis akan dikumpulkan setiap 2 hari sekali.
« Kembali Baca berita lengkap »

TRIBUNNEWS

Kenapa Demokrat Tetap Dukung Prabowo? Berikut Analisa Pengamat

Pengamat politik UIN Jakarta Adi Prayitno menjelaskan alasan Partai Demokrat tetap mendukung pasangan capres cawapres Prabowo-Sandiaga

6 jam28 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Paul Pogba Langsung On Fire, Bawa Manchester United Unggul 1-0 atas Leicester City

Sukses di Piala Dunia 2018, Paul Pogba langsung on fire dan sementara membawa Manchester United unggul 1-0 atas Leicester City.

6 jam28 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Keunggulan Sandiaga Uno dalam Pandangan Hanafi Rais

Hanafi Rais justru melihat bila Sandiaga Uno memiliki visi dalam sejumlah bidang, termasuk ekonomi.

6 jam28 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Soal Pengganti Sandiaga, Fadli Zon: Kemungkinan dari PKS

Nantinya, kata Fadli, hal itu akan dibicarakan lebih lanjut dengan PKS sehingga dapat diambil kesepakatan bersama secara bulat.

6 jam28 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

TRIBUNNEWS

Pertahankan Ponsel dari Begal, Yusron Terkena Sabetan Celurit

Ahmad Yusron (19) harus mendapatkan 51 jahitan usai mempertahankan telepon seluler baru dibelinya.

6 jam28 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Siapa yang Didukung PBB di Pilpres, Jokowi atau Prabowo? Ini Kata Yusril

PBB sebagai salah satu partai peserta pemilu tidak mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin atau Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

6 jam28 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Nasib Menteri PAN di Kabinet Jokowi Setelah Nyatakan Dukungan untuk Prabowo-Sandiaga

Partai Amanat Nasional (PAN) di Pilpres 2019 ini tak memberikan dukungan kepada Jokowi.

6 jam28 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Gandeng Grassrock, Powerslaves Memulai Rangkaian 'Find Our Love Again Tour 2018' di Jakarta

Pada titik pertamanya, Powerslaves menggandeng band rock lawas lainnya, Grassrock, sebagai pendamping.

6 jam28 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Jadwal Tes Kesehatan Capres-Cawapres: Jokowi-Ma'ruf Amin Minggu, Prabowo-Sandiaga Senin

Rencananya, pemeriksaan kesehatan akan dilakukan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

6 jam28 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Trio Kroasia Pancing Luka Modric Pindah ke Inter Milan

Luka Modric terus dirayu untuk pindah ke Inter Milan. Kali ini, rekan senegaranya juga mulai menggoda.

6 jam28 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

2 Bahan Dapur yang Bisa Jadi Obat Asam Urat

Penyakit ini biasanya akan memicu peradangan di sendi tubuh terutama sendi-sendi yang ada di daerah lutut

6 jam28 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

CitraGarden BMW Dijadikan Titik Nol Perjalanan Pawai Api Asian Games di Serang

Sebagai Titik Nol, lokasi CitraGarden BMW dipandang sangat strategis karena berada di tengah jalur utama Cilegon - Serang

6 jam28 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Chelsea Pinjamkan Batman kepada Kelelawar Hitam

Chelsea akhirnya meminjamkan penyerang mereka, Michy Batshuayi, ke Valencia. Musim lalu, ia juga melewatkan separo musim sebagai pinjaman.

6 jam28 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Pep Guardiola Mengungkapkan, Manchester City sudah Tak Punya Uang

Manchester City tak seboros musim lalu di bursa transfer. Menurut pelatihnya, Pep Guardiola, City sudah tak punya uang.

6 jam28 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Ginza Jababeka Jadi Business Loft Pertama di Kawasan Prospektif Timur Jakarta

Perkembangan pesat ekonomi di Kota Jababeka diiringi dengan pertumbuhan infrastruktur, fasilitas komersial

6 jam28 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

TRIBUNNEWS

Bagus Kahfi: Boleh Kalah dari Tim Mana Pun, Asal Bukan Malaysia

Mengalahkan Malaysia adalah wajib. Itu yang menjadi motivasi besar timnas U-16 sehingga menang di semifinal Piala AFF U-6 2018.

6 jam28 menit Tribunnews

BISNIS

Permainan Motif Alleira Batik dengan Teknik Geser

Alleira Batik selalu menghadirkan batik modern untuk mengangkat batik menjadi fesyen dunia. Dalam rangka Fashiontastic Pondok Indah Mall, Alleira mengjadirkan koleksi Spring Summer 2018 bertajuk \"Illusoire\".

6 jam28 menit Bisnis

BISNIS

PBB Absen Usung Capres karena Tidak Diajak Partai Lain

Partai Bulan Bintang tidak mengusung bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden karena tidak ada para calon yang mengajak.

6 jam28 menit Bisnis

BISNIS

ASIAN GAMES 2018: Atlet dari 20 Negara Peserta Sudah Tempati Wisma Atlet

Sebanyak 20 kontingen negara peserta Asian Games 2018 mulai menempati Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat pada H-8 upacara pembukaan pesta multi-cabang olahraga tertinggi di Asia itu.

6 jam28 menit Bisnis

BISNIS

LIGA INGGRIS: Awal Baik, Manchester United Pukul Leicester 2-1

Manchester United mengawali Liga Inggris 2018-2019 dengan baik setelah menundukkan Leicester 2-0 di Old Trafford, Manchester, Jumat (10/8/2018) atau Sabtu (11/8/2018) dini hari.

6 jam28 menit Bisnis

Viva.co

Persib Kalah, Wasit Kena Getahnya

Persib tidak puas atas kepemimpinan wasit di laga tersebut.

6 jam28 menit Viva

Viva.co

5 Fakta Menarik Jelang Duel Timnas U-23 Vs Thailand

Laga Timnas U-23 vs Thailand diadakan pada Sabtu, 11 Agustus 2018.

6 jam28 menit Viva

Detik

Berdesakan di Masjidil Haram, Engsel Tulang Jemaah Haji Bergeser

Masjidil Haram semakin padat oleh jemaah. Engsel tulang Juariah (70), jemaah hasil dari Indonesia, sampai bergeser akibat berdesak-desakan.

6 jam28 menit Detik

BISNIS

PROGRAM INVESTASI : AS Upayakan Kemitraan Bisnis di Indo-Pasifik

JAKARTA ? Amerika Serikat menegaskan bahwa investasi senilai ratusan juta dolar AS untuk kawasan Indo-Pasifik, termasuk ke Indonesia, bukan dilakukan dengan skema pemerintah-ke-pemerintah (government-to-government) melainkan dalam bentuk proyek dan aktivitas bisnis lainnya.

7 jam43 menit Bisnis

BISNIS

TAJUK : Mengawal Stabilitas Ekonomi

7 jam43 menit Bisnis