Laporan Tenaga Kerja AS Suram, Wall Street Tumbang

Indeks S&P 500 sudah merosot 2,1 persen sepanjang pekan ini.
« Kembali Baca berita lengkap »

JPNN.

Wabah Virus Corona, Shin Tae Yong Pilih Meninggalkan Indonesia

JPNN.com, JAKARTA - Kondisi sepak bola Indonesia yang mati suri akibat merebaknya wabah Covid-19 membuat Manajer Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong, memilih kembali ke negara asalnya Korea Selatan.

3 jam32 menit Jpnn

JPNN.

Telegram Jenderal Idham Azis, Tolong Seluruh Anggota Polri dan PNS Mematuhi

JPNN.com, JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menerbitkan Surat Telegram Nomor: ST/1083/IV/KEP./2020 tertanggal 3 April 2020, sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus corona, COVID-19.

3 jam32 menit Jpnn

JPNN.

Ridwan Kamil Mengusulkan MUI Keluarkan Fatwa Haram Mudik

JPNN.com, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mendukung adanya fatwa haram tentang mudik oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Alasannya, karena masyarakat akan lebih patuh untuk tidak pulang kampung jika para ulama melarangnya.

3 jam32 menit Jpnn

JPNN.

Update Corona 3 April 2020: Data 5 Provinsi Terbanyak Positif COVID-19

JPNN.com, JAKARTA - Updata corona 3 April 2020, tercatat jumlah pasien positif virus corona COVID-19 di Indonesia hingga Jumat (3/4) pukul 12.00 WIB tercatat sebanyak 1.986 kasus.

3 jam32 menit Jpnn

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Update Corona Jatim 3 April 2020: 49 Orang Positif Corona Dalam Sehari

Kabupaten Lamongan masuk zona merah.

3 jam33 menit Viva

Viva.co

Update Corona DIY: Tambah 2 Positif, Riwayat Perjalanan dari Jakarta

Keduanya sudah ditangani di rumah sakit.

3 jam33 menit Viva

Detik

RS di AS Ancam Pecat Tenaga Medis Jika Adukan Kelangkaan Masker

Rumah sakit AS sekarang mengancam akan memecat tenaga medis yang mempublikasikan kondisi kerja mereka selama pandemi COVID-19.

3 jam33 menit Detik

Detik

Ikuti Saran WHO, Kemenkes Tak Anjurkan Bilik Disinfeksi untuk Cegah Corona

Sebuah surat edaran dari Kemenkes viral di medsos. Edaran tersebut memuat rekomendasi tentang bilik disinfeksi yang belakangan banyak dipakai di tempat umum.

3 jam33 menit Detik

Detik

Karantina Corona di Hotel Mewah Swiss, Seperti Apa Rasanya Ya?

Hotel dengan fasilitas serupa apartemen mewah di Swiss menawarkan paket isolasi virus Corona. Berapa harga yang ditawarkan?

3 jam33 menit Detik

Detik

Malaysia Larang Bazar Ramadan karena Pandemi Corona

Bulan Ramadan tak lama lagi, namun wabah virus Corona belum mereda. Pemerintah Malaysia pun melarang adanya bazar Ramadan.

3 jam33 menit Detik

Detik

Cuma Beri Gaji 10 Persen, Persita Akui Diprotes Anggota Tim

Keputusan Persita Tangerang menggaji pemain dan ofisial 10 persen mendapat protes internal. Hal ini diakui oleh manajemen klub.

3 jam33 menit Detik

Detik

Pandemi Virus Corona, Casemiro Tak Tertarik Bahas Trofi

Casemiro menegaskan kalau Real Madrid ingin menambah koleksi trofi dengan menjuarai LaLiga dan Liga Champions. Namun itu bukan prioritas Casemiro saat ini.

3 jam33 menit Detik

Detik

Neymar Diam-Diam Sumbang Rp 15 Miliar untuk Lawan Virus Corona

Figur top sepakbola ramai-ramai memberikan donasi untuk membantu mengatasi virus corona. Tak terkecuali Neymar yang rupanya menyumbang secara diam-diam.

3 jam33 menit Detik

Detik

Afrika Mau Dijadikan Kelinci Percobaan Corona, Drogba dan Eto'o Geram

Didier Drogba dan Samuel Eto'o marah betul soal wacana menjadikan Afrika sebagai tempat uji coba vaksin virus corona. Hal tersebut dianggap sebagai rasisme.

3 jam34 menit Detik

Detik

Inikah Calon Pengganti Aubameyang di Arsenal?

Arsenal dikabarkan mulai bergerak mencari pengganti Pierre-Emerick Aubameyang. Opsi itu salah satunya tertuju pada pemuda 20 tahun asal Kanada, Jonathan David.

3 jam34 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Amarah Deddy Corbuzier ke Ria Ricis

Ria Ricis kembali memancing amarah. Kali ini ia kena omel Deddy Corbuzier. Kayak apa ceritanya?

3 jam34 menit Detik

Detik

Cegah Penularan Corona, Turki Berlakukan Jam Malam untuk Kaum Muda

"Kami telah memutuskan untuk memberlakukan jam malam parsial bagi orang-orang di bawah 20 tahun pada Jumat tengah malam," kata Erdogan.

3 jam34 menit Detik

Detik

5 Amalan Penghapus Dosa Besar dan Kecil yang Menurut Islam

Setiap orang tentu ingin terbebas dari dosa, baik besar maupun kecil. Nah, ada amalan penghapus dosa yang bisa dilakukan.

3 jam34 menit Detik

Detik

Ma'ruf Dorong MUI Terbitkan Fatwa, Kali ini Mudik Haram Cegah Corona

Wakil Presiden Ma'ruf Amin kembali mendorong MUI untuk membuat fatwa. Kali ini Ma'ruf meminta MUI untuk membuat fatwa tentang haram mudik saat Corona.

3 jam34 menit Detik

Detik

Gempa M 4,3 Terjadi di Daruba Maluku Utara

"Gempa Magnitudo 4,3. Pusat gempa berada di laut 27 km tenggara Daruba," tulis BMKG.

3 jam34 menit Detik

Detik

Berakhirnya Geng Teras Penebas Pria hingga Tewas

Para pelaku ini dikenal sadis dan tidak segan melukai bahkan membunuh korban. Para pelaku sudah melakukan 20 aksi kejadahatan serupa di beberapa lokasi.

3 jam34 menit Detik

Detik

Polemik Usulan Koruptor Lansia Bebas di Tengah Pandemik

Niat Menkum HAM Yasonna Laoly akan membebaskan napi kasus korupsi di tengah pandemi virus corona COVID-19 menuai polemik.

3 jam34 menit Detik

Detik

Ini Maklumat Gubernur Jateng hingga Sulsel Imbau Tidak Mudik Lebaran saat Darurat Corona

"Jika mudik itu bisa dikendalikan, saya bisa yakinkan Bapak di daerah bisa aman terkendali secara terukur," ujar Ridwan Kamil.

3 jam34 menit Detik

TRIBUNNEWS

Mayat di Halaman Masjid Tak Ada yang Berani Mendekat, 'Telantar' Sejam Sebelum Ada Petugas Pakai APD

Sesosok mayat pria sempat 'telantar' di masjid di Ciamis selama satu jam, warga takut mengevakuasi karena

4 jam51 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Seorang Pria Tega Bakar Rumah Ayahnya Gara-gara Tak Dibelikan Sepeda Motor, Berikut Faktanya

Pembakaran rumah tersebut dilakukan oleh M (27) yang merupakan anak kandung dari A (72).

4 jam51 menit Tribunnews