AKUISISI BANK : Perjalanan Mencari Jodoh si Permata

Proses meminang sebuah bank tak kalah sulitnya seperti meminang seorang wanita. Seperti calon mertua, negosiasi tarik ulur antar pemegang saham lama dan baru membuat prosesnya menjadi berlarut-larut. Bahkan, banyak peminang datang dan pergi akibat proses tarik ulur ini.
« Kembali Baca berita lengkap »

BISNIS

KESELAMATAN PELAYARAN : Kabut Asap di Palembang Diantisipasi

Bisnis, JAKARTA ? Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Palembang menerbitkan surat edaran tentang antisipasi datangnya cuaca buruk kabut asap di Palembang, Sumatra Selatan.

17 jam19 menit Bisnis

BISNIS

KREDIT TANPA AGUNAN : Bank Besar Andalkan Payroll

Bisnis.com, JAKARTA ? Bank besar memilih fokus menyasar payroll dalam menggenjot penyaluran kredit tanpa agunan atau KTA.

17 jam19 menit Bisnis

BISNIS

PENETAPAN KAWASAN KONSERVASI MARITIM : Menakar Nasib Reklamasi Teluk Benoa

Tidak banyak yang berubah di kawasan Teluk Benoa, Bali, meskipun wacana reklamasi di kawasan itu sudah ramai sejak lima tahun lalu. Kapal-kapal jongkong milik nelayan lokal masih terlihat hilir mudik melintasi bagian bawah jalan tol Bali Mandara yang membelah teluk ini.

17 jam19 menit Bisnis

BISNIS

KOMODITAS PERKEBUNAN : Kemarau Panjang Gerus Produksi Tembakau

Bisnis, JAKARTA?Produksi tembakau dalam negeri berpotensi turun sampai 30% tahun ini meski produsen melaporkan kualitas tanaman yang lebih baik seiring berlangsungnya kemarau yang panjang.

17 jam19 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

PREDIKSI 2020 : Serapan Domestik Karet Siap Melenting

Bisnis, JAKARTA ? Serapan karet alam di dalam negeri diprediksi naik menjadi sekitar 750.000 ton pada tahun depan seiring dengan komitmen pemerintah untuk mendorong pemanfaatan komoditas itu.

17 jam19 menit Bisnis

BISNIS

LELANG BLOK MIGAS : Selat Panjang Siap Berproduksi Lagi

Bisnis, JAKARTA ? Wilayah Kerja Selat Panjang di Riau diprediksi siap berproduksi kembali pada dua tahun mendatang setelah kontrak bagi hasil (gross split) antara pemerintah dengan Zamatra Bakau Straits Ltd dan PT Sumatra Global Energi diteken.

17 jam19 menit Bisnis

BISNIS

PEMAKAIAN LISTRIK : PLN Dorong Konsumsi Industri

Bisnis, JAKARTA ? PT PLN (Persero) sedang menyiapkan sejumlah upaya untuk meningkatkan pertumbuhan listrik industri yang penjualannya hanya naik tipis sebesar 1,13% hingga September 2019 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

17 jam19 menit Bisnis

BISNIS

MASALAH PICKLE FORK : 2 Maskapai Tagih Kompensasi ke Boeing

Bisnis, JAKARTA ? Dua maskapai penerbangan nasional yaitu Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air bersiap untuk menagih kompensasi kepada Boeing Co. menyusul masalah yang ditemukan di salah satu bagian komponen pesawat tersebut.

17 jam19 menit Bisnis

BISNIS

PELAYANAN FASILITAS FISKAL : Perizinan Impor Barang Operasi Migas Lebih Efisien

Bisnis, JAKARTA ? Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menjanjikan proses bisnis impor barang operasi hulu migas sudah lebih efisien dengan dirilisnya dua aplikasi integrasi lintas kementerian/lembaga.

17 jam20 menit Bisnis

BISNIS

MOBIL PERKOTAAN : Suzuki Ignis Ngerem, Honda Brio Melejit

Bisnis, JAKARTA ? Pasar mobil perkotaan pada 8 bulan pertama 2019 mengalami kontraksi seiring dengan Suzuki yang mengerem laju penjualan Ignis, sekaligus memberi jalan bagi Brio RS untuk merajai segmen city car.

17 jam20 menit Bisnis

BISNIS

PERBANKAN SYARIAH : CIMB Niaga Gandeng BPJPH

Bisnis, JAKARTA ? PT Bank CIMB Niaga Tbk. melalui unit usaha syariahnya (UUS) resmi menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam hal literasi keuangan syariah dan sertifikasi halal.

17 jam20 menit Bisnis

BISNIS

HUNIAN DI PALEMBANG : Terrakon Fokus Kembangkan Rumah Pintar

Terrakon Property masih akan tetap fokus untuk mengembangkan perumahan dengan mengadopsi konsep rumah pintar atau smart home.

17 jam20 menit Bisnis

BISNIS

ATURAN PROPERTI : Malaysia Permudah Asing Beli Apartemen

Malaysia merevisi aturan terkait dengan pembelian properti oleh warga negara asing yang dikeluarkan pekan lalu yang menyebutkan bahwa aturan warga asing bisa membeli dengan batasan harga yang lebih rendah dari sebelumnya itu hanya bersifat sementara.

17 jam20 menit Bisnis

BISNIS

INDUSTRI HASIL TEMBAKAU : Bentoel Pacu Inovasi & Ekspor

Bisnis, LOMBOK ? PT Bentoel Internasional Investama Tbk. (Bentoel Group) mengandalkan inovasi produk dan pasar ekspor sebagai strategi menghadapi kondisi pasar rokok yang kian menantang.

17 jam20 menit Bisnis

BISNIS

PEMANFAATAN ASET JAKARTA : Tawaran Skema Belum Menarik

Bisnis, JAKARTA ? Tawaran kerjasama pemerintah untuk pemanfaatan aset barang milik negara (BMN) di Jakarta sebagai bagian dari rencana pemindahan ibu kota negara dianggap belum tentu menarik bagi swasta, khususnya pengembang, sehingga butuh insentif lain.

17 jam20 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

PENGHILIRAN INDUSTRI : Pengolahan Kelapa Masih Terjepit

Bisnis, JAKARTA ? Indonesia merupakan negara penghasil buah kelapa terbesar dunia. Namun, pengembangan industri pengolahan komoditas ini masih terjepit problem domestik dan ekspor.

17 jam20 menit Bisnis

JPNN.

Selamat, Persebaya Dapatkan Lisensi AFC

JPNN.com, SURABAYA - Persebaya Surabaya berhasil mendapatkan Club Licensing AFC 2019 dari Asian Football Confederation (AFC).

17 jam21 menit Jpnn

JPNN.

Borneo FC Kian Menakutkan

JPNN.com, SAMARINDA - Borneo FC kian menakutkan. Tim berjuluk Pesut Etam itu tidak terkalahkan sepanjang putaran kedua Liga 1 2019.

17 jam21 menit Jpnn

JPNN.

Tim U-12 Indonesia Posisi Keempat Danone Nations Cup 2019

JPNN.com, JAKARTA - Tim Indonesia meraih hasil yang menggembirakan pada putaran final Dunia Danone Nations Cup (DNC) 2019 yang berlangsung di Barcelona, Spanyol, 11-13 Oktober 2019.

17 jam21 menit Jpnn

Detik

Misi Bangkit Eko Roni di ONE Championship Jakarta

Debut Eko Roni Saputra di ONE Championship tak berakhir manis. Oleh karenanya, dia pun bertekad membayar lunas di seri Jakarta pekan depan.

17 jam22 menit Detik

Detik

Cedera Hamstring, Neymar Absen Empat Pekan

Kabar buruk mendatangi Paris Saint-Germain. Neymar dipastikan absen empat pekan karena cedera hamstring.

17 jam22 menit Detik

Detik

Indonesia Finis Keempat di Danone Nations Cup 2019

Wakil Indonesia, FOSSBI Rajawali Muda, finis keempat di Danone Nations Cup 2019. Pelatih kepala Indonesia U-12, Alfredo Vera, menilai tim punya karakter kuat.

17 jam22 menit Detik

Detik

14 Polisi Meksiko Tewas Diserang Sekelompok Pria Bersenjata

Sekelompok pria bersenjata membunuh 14 polisi dalam serangan di negara bagian Michoacan di barat Meksiko. Pemerintah setempat mengutuk serangan tersebut.

17 jam22 menit Detik

Detik

Faisal Amir Tak Tahu Sebab Luka di Kepala: Ini Risiko Demo

"Saya nggak ingat, kejadian itu nggak ingat. Saya dibilang jatuh saya terima, saya dibilang dipukuli saya terima," kata Faisal Amir.

17 jam23 menit Detik

Detik

Rumah di Kebon Jeruk Jakbar Terbakar, 13 Unit Damkar Dikerahkan

13 unit mobil damkar dikerahkan ke lokasi kebakaran di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

17 jam23 menit Detik