Obligasi Daerah: Dinanti Tapi Disesuaikan

« Kembali Baca berita lengkap »

JPNN.

PM Pakistan Ungkap Rencana Mengerikan India di Kashmir

JPNN.com, KARACHI - India dianggap merencanakan aksi militer di wilayah Kashmir dengan cara menghapus status otonomi khusus dan mengerahkan pasukan keamanan di sana, seperti yang telah dilakukan sejak pekan kemarin.

11 jam36 menit Jpnn

JPNN.

Ikut Demonstrasi Hong Kong, Dua Pilot Cathay Pacific Dipecat

JPNN.com, BEIJING - Maskapai Cathay Pacific Airways memecat dua pilot yang terlibat dalam gerakan protes di Hong Kong. Informasi pemecatan itu disampaikan Cathay Pacific dalam keterangan, Rabu (14/8).

11 jam36 menit Jpnn

WOWKEREN

ATEEZ Dijadikan Contoh Oleh Media Australia Bagaimana Idol K-Pop Berhasil Bantu Fans Atasi Stres

Salah satu program berita terkemuka Australia, menyoroti fakta bahwa idola K-Pop telah membantu penggemar muda Australia dalam memerangi tekanan mental dan menjadikan ATEEZ sebagai contohnya.

11 jam36 menit Wowkeren

Detik

Babak I Liverpool Vs Chelsea: Giroud Bawa The Blues Memimpin

Chelsea menutup babak I unggul 1-0 atas Liverpool, pada ajang Piala Super Eropa di Vodafone Park, Kamis (15/8/2019) dinihari WIB. Olivier Giroud jadi pembeda.

11 jam36 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Al Shabaab Serang Pangkalan Militer Somalia, Sejumlah Orang Tewas

Kelompok Al Shabaab menyerang pangkalan militer Somalia dengan bom mobil dan tembakan. Sejumlah orang dilaporkan tewas dalam kejadian itu.

11 jam36 menit Detik

TRIBUNNEWS

Ali Adriansyah Rusmiputro Tambah Pengalaman di Asia Road Racing Championship 2019

Ali Adriansyah Rusmiputro berhasil finis di kelas Asia Superbike 1000 (ASBK1000) dalam ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 putaran kelima

12 jam34 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming SCTV Liverpool vs Chelsea, Piala Super Eropa 2019

Saat ini sedang berlangsung pertandingan Liverpool vs Chelsea Piala Super Eropa 2019, Link Live Streaming SCTV Akses di Sini

12 jam34 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Surya Paloh: Anak Saya Kurang Cocok Jadi Menteri

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, mengungkapkan, anaknya, Prananda Paloh, kurang cocok masuk dalam jajaran menteri di kabinet Jokowi jilid II.

12 jam34 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Surya Paloh Sebut Wacana Amandemen UUD 1945 Perlu Dikaji

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menilai, wacana amandemen terbatas UUD 1945 perlu kajian lebih lanjut.

12 jam34 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Jokowi Tegaskan Parpol Pendukung Harus Terima Komposisi Kabinet di Periode Kedua

Presiden Jokowi menegaskan parpol pendukungnya dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 harus menerima komposisi kabinet pemerintahan periode keduanya.

12 jam34 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Nono Berharap Calon Pimpinan DPD Tidak Pernah Bermasalah di BK DPD

Menurut Nono saat ini sudah bermunculan nama-nama Calon pimpinan DPD baik dari wilayah Barat maupun Timur.

12 jam34 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Kemenpora Investigasi Pengakuan Viral Anak di Labuhanbatu yang Dicoret dari Anggota Paskibra

Informasi yang beredar, anak yatim ini tidak lolos dan namanya tidak ada di daftar karantina karena digantikan oleh anak pejabat yang masuk tanpa pros

12 jam34 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Manchester United Musim Ini Lebih Kuat kata Marcus Rashford

Penyerang Manchester United, Marcus Rashford, meyakini timnya bakal lebih kuat pada musim 2019-2020.

12 jam34 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Andrea Dovizioso Berhasil Mengulangi Pencapaiannya di Musim 2017 Juara di Austria

Keberhasilan Andrea Doviziosomemenangi MotoGP Austria 2019 ternyata mengundang decak kagum dari sesama pembalap.

12 jam34 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

20 Persen Kaki Orang Indonesia Datar, Dokter Syarief Luncurkan Sepatu SHL Khusus Haji

BERDASARKAN penelitian Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, Sp. KFR (Spesialis Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi), sebanyak 20 persen kondisi kaki orang

12 jam34 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

SISTEM IDENTIFIKASI OTOMATIS : Pelayaran Rakyat Sulit Penuhi Kewajiban

Bisnis, JAKARTA ? Pelayaran rakyat mengaku sulit memenuhi kewajiban pemasangan dan pengaktifan sistem identifikasi otomatis atau automatic identification system (AIS) di kapal-kapal mereka meskipun mandatori itu ditunda 6 bulan.

12 jam35 menit Bisnis

BISNIS

PERUSAHAAN TEKFIN : Modalku Optimistis Lampaui Target

Bisnis, JAKARTA ? PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) bakal mencapai penyaluran pembiayaan melampaui target dengan pencairan senilai hingga Rp1 triliun setiap bulannya.

12 jam35 menit Bisnis

BISNIS

KILANG MINYAK DUMAI & PLAJU : Proyek Green Refinery Serap 1 juta ton CPO

Bisnis, JAKARTA?PT Pertamina (Persero) berpotensi menyerap 3.000 ton per hari atau menembus 1 juta ton crude palm oil (CPO) per tahun saat pengembangan proyek green refinery di Kilang Dumai dan Plaju bergulir.

12 jam35 menit Bisnis

BISNIS

KINERJA SEMESTER I/2019 : BRI Cetak Laba Terbesar, BTPN Kian Akseleratif

Bisnis, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. membukukan pertumbuhan laba positif pada semester I/2019 kendati sejumlah indikator penopang pendapatan melambat. PT Bank BTPN Tbk. juga mencatatkan kinerja yang akseleratif setelah konsolidasi.

12 jam35 menit Bisnis

BISNIS

PRODUK DINGIN & RANTAI PENDINGIN : Tantangan Cuan di Musim Terpanas

Permintaan akan produk dingin dan pendingin biasanya meningkat pada musim kemarau. Terlebih, suhu terus meningkat ke level tertinggi sepanjang sejarah pada Juli. Produsen pun meraih cuan, meski tidak terlepas dari sejumlah tantangan.\n

12 jam35 menit Bisnis

BISNIS

PROGRAM KENDARAAN LISTRIK : Pemerintah Tekankan TKDN dan Ekspor

Bisnis, JAKARTA?Seperti pada Kendaraan Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2), pengembangan kendaraan listrik akan ditekankan pada penggunakan tingkat kandungan dalam negeri kendaraan listrik, sekaligus juga berorientasi pasar ekspor.

12 jam35 menit Bisnis

BISNIS

SEPEDA MOTOR LISTRIK : Gesits Siapkan Pabrik II

Bisnis, JAKARTA ? PT Gesits Technologies Indo (Gesits) siap ekspansi kapasitas produksi untuk memenuhi target penjualan 1 juta unit pada 2025. Perseroan berencana membangun pabrik kedua tersebut di Pulau Jawa.

12 jam35 menit Bisnis

BISNIS

KINERJA JUNI 2019 : Impor Mobil CBU Melejit

Bisnis, JAKARTA ? Impor mobil secara utuh (completely built up/ CBU) pada Juni 2019 meningkat signifikan. Peningkatan ini dinilai tidak disebabkan faktor khusus, seperti penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.

12 jam35 menit Bisnis

BISNIS

MAKANAN & MINUMAN : Hulu & Antara Perlu Inovasi

Bisnis, JAKARTA ? Industri makanan dan minuman, terutama di sektor hulu dan antara, membutuhkan inovasi untuk mengejar ketertinggalan daya saing dengan sejumlah negara lain.

12 jam35 menit Bisnis

BISNIS

KOMODITAS HORTIKULTURA : Kementan Evaluasi RIPH Bawang Putih

Bisnis, JAKARTA ? Kementerian Pertanian segera meninjau ulang rekomendasi izin impor hortikultura (RIPH) yang telah diterbitkan untuk bawang putih demi mengevaluasi kepatuhan terhadap aturan wajib tanam dalam negeri.

12 jam35 menit Bisnis