Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 2 Agustus 2019

Anali memprediksi rupiah pada perdagangan Jumat (2/8/2019) kembali bergerak melemah di kisaran level Rp14.090 per dolar AS hingga Rp14.150 per dolar AS.
« Kembali Baca berita lengkap »

BISNIS

4 Makanan Ini Wajib Dihindari Pria 40 Tahun ke Atas

Saat masa pertumbuhan, tidak ada batasan bagi orang-orang untuk mengonsumsi makanan.

8 jam37 menit Bisnis

BISNIS

Petrokimia Gresik Ekspor Urea ke India 45.000 Ton

Peningkatan kapasitas produksi ini terjadi sejak pabrik Amoniak-Urea II beroperasi pada 2018.

8 jam37 menit Bisnis

BISNIS

Kanker Otak yang Diderita Agung Hercules Paling Ganas dan Cepat Menyebar

Kanker otak seperti yang dialami Agung Hercules, termasuk salah satu kanker yang paling ganas dan penyebarannya sangat cepat.

8 jam37 menit Bisnis

BISNIS

Pelabuhan Tanjung Perak Peringkat Ke-43 Dunia, Ini Komentar Dirut Doso Agung

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III Doso Agung mengapresiasi peningkatan peringkat Pelabuhan Tanjung Perak dalam 100 Container Ports versi Lloyd List\'s.

8 jam37 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Atasi Polusi Udara, Anies Berikan Pekerjaan Rumah untuk Dinas Perhubungan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sejumlah pekerjaan rumah kepada Dinas Perhubungan melalui Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66/2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara yang disahkan di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

8 jam37 menit Bisnis

BISNIS

Megawati Beri Masukan untuk Kabinet Jokowi

Pembentukan kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi bakal dilaksanakan Oktober mendatang.

8 jam38 menit Bisnis

BISNIS

3 Program Pemprov DKI Antisipasi Penutupan Bantargebang Tahun 2021

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengintensifkan tiga program strategis daerah pengolahan sampah untuk mengantisipasi penutupan Tempat Pengolahan Sampah (TPST) Bantargebang akibat overload pada 2021.

8 jam38 menit Bisnis

BISNIS

Penjualan Leao Direcoki Sporting, Lille Boyong Djalo dari Milan

Lille mengontrak bek Tiago Djalo dari AC Milan di tengah perkembangan klub Portugal Sporting Lisbon menuntut kompensasi dari klub Prancis itu atas pelepasan Rafael Leao ke Milan.

8 jam38 menit Bisnis

BISNIS

Hasto: Undang Prabowo ke Kongres PDIP Bukan untuk Bagi-bagi Kursi

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan undangan kepada Prabowo Subianto untuk menghadiri kongres partai tersebut bukan untuk membahas koalisi.

8 jam38 menit Bisnis

BISNIS

Susun Kabinet, Jokowi Ditekan Parpol Pendukungnya?

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengingatkan kepada partai-partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) agar tidak menekan Presiden Terpilih Joko Widodo atau Jokowi dalam menyusun kabinet 2019-2024.

8 jam38 menit Bisnis

BISNIS

Tips Hasilkan Foto OOTD Instagramable ala Titan Tyra

Mendapatkan foto outfit of the day (OOTD) yang Instagramable saat ini menjadi salah satu tolak ukur dalam jagat sosialita.

8 jam38 menit Bisnis

BISNIS

Restoran Melati Hotel Tugu Raih Certificate of Excellence TripAdvisor

Restoran Melati Hotel Tugu Malang meraih Certificate of Excellence TripAdvisor karena dinilai memberikan layanan terbaik dan konsisten.

8 jam38 menit Bisnis

BISNIS

Pergerakan Harga Emas Comex, Jumat (2/8/2019)

Harga emas Comex berhasil bangkit dari pelemahannya dan langsung naik tajam pada perdagangan pagi ini, Jumat (2/8/2019), seiring dengan melemahnya indeks dolar Amerika Serikat (AS).

8 jam38 menit Bisnis

BISNIS

Prediksi Saham dan IHSG, Rekomendasi Beli ASII, SMGR, PTBA, PNBN, CTRA, NIKL

Tim riset PT Valbury Sekuritas Indonesia menilai kabar dari dalam negeri yang menjadi sentimen positif bagi pasar, masih terkendala faktor luar terutama dari AS setelah keputusan The Fed.

8 jam38 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Harga Cabai Rawit pada Iduladha Diperkirakan Masih Tinggi

Harga cabai rawit pada Iduladha yang jatuh pada 11 Agustus 2019 diperkirakan masih tinggi karena minimnya pasokan komoditas tersebut di pasar.

8 jam38 menit Bisnis

BISNIS

Tips 4 Cara Agar OOTD Kamu Instagramable

Platform media sosial Instagram saat ini banyak diminati, terutama untuk memamerkan foto outfit of The Day (OOTD).

8 jam38 menit Bisnis

JPNN.

Persebaya vs Persipura: Tendangan Bebas Bisa Jadi Kunci

JPNN.com, SURABAYA - Persipura Jayapura benar-benar mempersiapkan diri secara maksimal menjelang laga melawan Persebaya Surabaya pada lanjutan Liga 1 2019.

8 jam38 menit Jpnn

JPNN.

Rp 100 Juta Donasi Karyawan Garudafood untuk Rumah Singgah

JPNN.com, JAKARTA - Direktur Pelaksana Divisi Distribusi PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk Rudi Eko dan Peter Wiradjadja menyerahkan secara simbolis bantuan dari hasil penggalangan donasi seluruh karyawan dan manajemen berupa dana tunai Rp 100 juta kepada Dwi Wulan Juni Tara, perwakilan dari Rumah Harapan Indonesia.

8 jam38 menit Jpnn

JPNN.

Beredar Kabar Saham LKPR Masuk Indeks Morgan Stanley

JPNN.com, JAKARTA - Beredar kabar saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) bakal masuk ke dalam Morgan Stanley Capital International (MSCI) indeks. Kabar itu muncul di pasar, setelah dilakukan penelahaan ulang atau review atas konstituen indeks tersebut.

8 jam38 menit Jpnn

JPNN.

TNI Mengerahkan Pesawat Intai Strategis di Papua

JPNN.com, JAKARTA - Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan Pesawat CN-235 (Intai Strategis) dari Skadron Udara 5/Intai Strategis, Wing Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, milik TNI AU, untuk mencari lokasi jatuhnya Helikopter MI-17 yang hilang kontak sejak 28 Juni 2019 di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

8 jam38 menit Jpnn

JPNN.

Membedah Kerja Sama Kementan dan Kemendes Sejahterakan Petani di Daerah Transmigrasi

JPNN.com, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) siap ikut menyukseskan program transmigrasi yang dilaksanakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

8 jam38 menit Jpnn

JPNN.

Warga Heboh, Ada Isu Permen Dot Bayi Mengandung Narkoba

JPNN.com, SURABAYA - Beberapa grup aplikasi percakapan yang diikuti pembaca Jawa Pos dihebohkan kabar permen mengandung narkoba.

8 jam38 menit Jpnn

WOWKEREN

Daesung Big Bang Putuskan Jual Gedungnya yang Dikabarkan Jadi Tempat Pelacuran?

Channel A melaporkan bahwa Daesung berniat menjual gedung miliknya yang menjadi kontroversi di mana penyanyi kelahiran 1989 itu menawarkan dengan harga 40 miliar won (sekitar Rp 469 miliar).

8 jam38 menit Wowkeren

Viva.co

Krisis Lini Pertahanan, Arsenal Rayu Juventus Lepas Beknya

Dengan status pinjaman.

8 jam38 menit Viva