PIALA AFF U-16: Final Indonesia vs Thailand, Prediksi, Head To Head, Susunan Pemain: Gol dari Bagus? (Indosiar)

\'Hidup atau mati\'. Itu tekad tim nasional Indonesia saat menghadapi Thailand di final Piala AFF U-16 di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (11/8/2018) pukul 19.00 WIB, yang akan disiarkan oleh Indosiar.
« Kembali Baca berita lengkap »

BISNIS

Toyota Astra Motor (TAM) : SUV Curi Perhatian, Pasar Indonesia Tetap MPV

PT Toyota Astra Motor Menilai kendaraan serbaguna atau multi purpose vehicle (MPV) akan tetap menjadi tulang punggung industri otomotif Indonesia meskipun sport utility vehicle sedang ramai.

19 jam31 menit Bisnis

BISNIS

PILPRES 2019: Tim Khusus Polri Buru Hoax dan SARA di Medsos

Kepolisian tengah mengerahkan tim untuk melakukan patroli siber guna memonitoring seluruh berita palsu (hoax) terutama isu tentang SARA yang akan digunakan oknum untuk menyerang pasangan capres-cawapres tertentu di media sosial.

19 jam31 menit Bisnis

BISNIS

GIIAS 2018 : Tiga Alasan Penurunan Pengunjung versi Mitsubishi

Sejumlah kalangan menyebut jumlah pengunjung pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 relatif turun dibandingkan dengan ajang serupa tahun lalu.

19 jam31 menit Bisnis

BISNIS

Semester I/2018, Produksi Jagung di Gorontalo 778.480 Ton

Semester I/2018, Produksi Jagung di Gorontalo 778.480 Ton Bisnis.com, MANADO Produksi jagung di Provinsi Gorontalo terus meningkat. Setelah sukses mencapai produksi 1,5 Juta ton tahun 2017 lalu, data Dinas Pertanian Gorontalo menyebutkan hingga semester I/2018, produksi jagung Gorontalo sudah mencapai 778.480 Ton.

19 jam31 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

RITECH EXPO 2018: Menristekdikti Ajak Masyarakat Kenali Produk Karya Inovasi Anak Bangsa

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, mengajak masyarakat Riau untuk mengunjungi Ritech Expo agar lebih mengenal produk inovasi karya anak bangsa serta menambah wawasan terkait perkembangan teknologi saat ini.

19 jam31 menit Bisnis

BISNIS

LRT Masih Perlu Lewati Beberapa Persyaratan

PT Jakarta Propertindo, yang memperoleh penugasan untuk membangun Light Rail Transit (LRT), mengungkapkan untuk dapat beroperasi secara penuh, kereta listrik ringan itu masih perlu melewati banyak persyaratan.

19 jam31 menit Bisnis

BISNIS

Anugerah BUMN 2018: Citilink Indonesia Raih Dua Penghargaan

Maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink Indonesia meraih dua penghargaan dalam ajang Anugerah BUMN 2018 yang berlangsung pada hari Kamis (9/8).

19 jam31 menit Bisnis

Viva.co

Pelatih Timnas Luis Milla Pantau Duel Palestina Vs Taiwan

Milla hadir di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.

19 jam31 menit Viva

Viva.co

Real Madrid Incar Mantan Playmaker Barcelona

Manajemen Real Madrid sudah bergerak melakukan pendekatan.

19 jam31 menit Viva

Viva.co

Timnas Indonesia U-16 Tak Gentar Kekuatan Thailand

Timnas Indonesia U-16 berhadapan dengan Thailand di Piala AFF U-16.

19 jam31 menit Viva

Viva.co

Artis Era 90-an Galang Dana untuk Korban Gempa Lombok

Ada Dorce Gamalama, Krisdayanti, Ruth Sahanaya, Paramitha Rusady.

19 jam31 menit Viva

Viva.co

Anggota Geng Moge Asal Selandia Baru akan Dideportasi Dari Australia

Pemerintah Australia tampaknya semakin keras dengan mereka

19 jam31 menit Viva

Viva.co

Menteri Agama Berharap Waktu Idul Adha 2018 Bersamaan 

Sidang isbat akan dilakukan pada 11 Agustus 2018.

19 jam31 menit Viva

Detik

Ini Dia Muin Bachonaev, Bocah dengan Alis Super Tebal dan Lebar

Pria dengan alis tebal dinilai seksi dan maskulin. Tapi apa jadinya jika ada pria yang punya alis kelewat tebal dan lebar seperti yang dialami Muin Bachonaev?

19 jam31 menit Detik

Detik

Sukses Diet! Transformasi Gamer Cantik Setelah Turunkan Bobot 18 Kg

Alanah Pearce, lebih dikenal sebagai Charalanahzard, merupakan gamer cantik asal Australia. Ia jadi inspirasi setelah berhasil menurunkan bobot hingga 18 kg.

19 jam31 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Hari Pertama 12 Agus di Sumba, ke Kampung Ratenggaro & Pantai Pero

Setibanya di Sumba, 12 Agus terpilih langsung melakukan eksplorasi. Kampung adat Ratenggaro dan Pantai Pero pun didatangi di hari pertama.

19 jam31 menit Detik

Detik

Foto: Artis Cantik Thailand dan Keindahan Bali

Keindahan Bali memang memikat berbagai kalangan di dunia. Four Sakonrut, penyanyi dan artis cantik asal Thailand berlibur ke sana Juni lalu. Yuk, intip!

19 jam31 menit Detik

Detik

Pesawat Terpanjang Dunia, Interiornya Seperti Kapal Pesiar Saja

Inilah pesawat terpanjang dunia. Interiornya pun diklaim menyaingi hotel mewah ataupun kapal pesiar.

19 jam31 menit Detik

Detik

Karena Gempa, NTB Tak Ikut Dalam Rekor Muri Penyelaman Massal

Gempa yang melanda NTB juga menjadi duka bagi Penyelam Wanita Indonesia (WASI). Tak ikut dalam pemecahan rekor penyelam massal, NTB tetap akan diberi medali.

19 jam31 menit Detik

Detik

Foto: Sumba Memang Indah, Pantas David Beckham ke Sana

David Beckham dan keluarganya diketahui tengah liburan di Sumba, NTT. Seperti ini lho indahnya Sumba...

19 jam31 menit Detik

Detik

Halo Taman Nasional Tanjung Puting!

Mungkin banyak orang yang belum kenal Tanjung Puting. Inilah taman nasional di Kalimantan sana, yang indah, liar dan habitatnya orangutan!

19 jam31 menit Detik

Detik

Menanti Mobil Esemka yang Tak Kunjung Tiba

Masyarakat Indonesia saat ini masih menantikan mobil nasional buatan negeri sendiri Esemka yang tak kunjung tiba.

19 jam31 menit Detik

Detik

Promosikan Asian Games ke Kaum Milenial, INASGOC Gaet JKT48

Panipel Asian Games 2018, INASGOC, menggaet JKT48 untuk terlibat di Asian Games. Mereka akan menjadi pemandu acara di 40 cabang yang dipertandingkan.

19 jam31 menit Detik

Detik

Ini Harga Tiket Konser Tanda Mata Glenn Fredly untuk Yovie Widianto

Glenn Fredly kembali akan menggelar Konser Tanda Mata. Dibuat untuk Yovie Widianto, ini daftar harga tiketnya.

19 jam31 menit Detik

Detik

RI Kantongi Komitmen Kerja Pasti Blok Migas Rp 23,5 T

Pemerintah telah mengantongi komitmen kerja pasti dengan total US$ 1,68 miliar atau setara Rp 23,5 triliun. Apa itu komitmen kerja pasti?

19 jam31 menit Detik