BISNIS

Fluktuasi Kurs, PLN Rugi Rp38,87 Triliun Kuartal I/2020

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2020 yang dikutip Senin (15/6/2020), Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengantongi pendapatan penjualan tenaga listrik Rp70,24 triliun atau naik 5,08 persen secara tahunan pada kuartal I/2020.

15 jam14 menit Bisnis

BISNIS

Raja Ampat Dibuka Desember 2020, KKP Siapkan Protokol New Normal

Kepala BKKPN Kupang Ikram M. Sangadji mengatakan pihaknya akan menyusun timeline kegiatan pariwisata new normal yang dijadwalkan akan dibuka pada Desember 2020 mendatang.

15 jam14 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Hutama Karya Harapkan Relaksasi Perizinan Investasi

Hutama Karya berharap adanya relaksasi perizinan untuk investasi di sektor infrastruktur dengan adanya pandemi Covid-19.

15 jam14 menit Bisnis

BISNIS

Sambut New Normal, PTPP Cek Kesiapan Hotel

PTPP memastikan kesiapan unit bisnis perhotelan dalam operasional di masa kenormalam baru atua new normal. Perseroan akan menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 sesuai persyaratan operasional di masa new normal.

15 jam14 menit Bisnis

BISNIS

Cegah Covid-19, Pemerintah Siap Gelar Tes Terbatas di Sekolah

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo menyatakan pihaknya siap melakukan rapid tes atau bahkan tes PCR secara terbatas di sekolah yang akan kembali dibuka.

15 jam14 menit Bisnis

BISNIS

Singapura akan Berlakukan Pelonggaran Fase Dua, Sebagian Besar Bisnis Dibuka

Berdasarkan siaran pers Kementerian Kesehatan sebagian besar kegiatan untuk dibuka kembali setelah 18 Juni 2020 pukul 23.59 waktu setempat dengan tetap menerapkan pedoman jarak sosial.

15 jam14 menit Bisnis

BISNIS

SKK Migas akan Minta Penjelasan Pertamina Soal Subholding

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa pihaknya akan berdiskusi lebih lanjut tentang kontrak wilayah kerja (WK) yang dipegang oleh Pertamina seiring dengan pembentukan subholding.

15 jam14 menit Bisnis

BISNIS

Pelayanan Gerai Samsat di DKI Kembali Dibuka, Ini Lokasinya

Pelayanan pembayaran pajak terkait kendaraan bermotor di gerai-gerai Samsat seantero DKI Jakarta sudah kembali dibuka.

15 jam14 menit Bisnis

BISNIS

Pandemi Covid-19, DPR: Pemerintah Perlu Susun Ulang Kurikulum Pendidikan

DPR menyatakan panduan pembelajaran tatap muka bagi sekolah yang akan kembali dibuka, belum memuat detail kurikulum yang beradaptasi pada masa pandemi Covid-19.

15 jam14 menit Bisnis

BISNIS

Kasus Dana Hibah KONI, Asisten Imam Nahrawi Divonis 4 Tahun Penjara

Miftahul Ulum, Asisten mantan Menpora Imam Nahrawi divonis 4 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi atas kasus korupsi dana hibah KONI.

15 jam14 menit Bisnis

BISNIS

Asosiasi Jalan Tol: Jaga Iklim Investasi, Saatnya Pembuktian

Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) mengungkapkan langkah pemerintah untuk menjaga iklim investasi di bidang infrastruktur ke depan menjadi tahap pembuktian bagi investor.

15 jam14 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Gelombang Kedua Covid-19 Bikin Waswas, Wall Street Melemah di Awal Perdagangan

Dilansir dari Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 2,34 persen ke level 25.007,42 di awal perdagangan, sedangkan indeks S&P 500 melemah 1,68 persen ke level 2.984,16 dan indeks Nasdaq Composite melemah 1,51 persen.

15 jam14 menit Bisnis

BISNIS

Dividen Final Astra International (ASII) Diusulkan Rp157 per Saham

Dividen yang diusulkan belum termasuk dividen interim yang sudah dibayarkan pada Oktober 2019 sebesar Rp57 per saham. Bila usulan dividen final disetujui dalam RUPS esok, dividen total untuk pemegang saham akan mencapai Rp214 per saham

15 jam15 menit Bisnis

BISNIS

Kinerja Unilever Indonesia (UNVR) Belum Tergerus Pandemi Covid-19

Hingga Maret 2020, Unilever Indonesia masih mencatat pertumbuhan penjualan 4,6 persen dan pertumbuhan laba bersih 6,5 persen di Kuartal I 2020. 

15 jam15 menit Bisnis

BISNIS

Melihat Ekspansi Perbankan Korsel ke Tanah Air

Meski perbankan asal Korsel di Tanah Air terus bertambah, tapi kinerja mereka masih belum sepenuhnya dapat memenangkan pasar. Ini terlihat dari kinerja laba 5 tahun terakhir.

15 jam15 menit Bisnis

BISNIS

7 Hal Yang Tidak Bisa Dikendalikan Dalam Hubungan

Mereka ingin hubungan mereka berjalan sesuai rencana. Mungkin, oleh karena itu, orang sering cenderung mengendalikan hubungan mereka.

15 jam15 menit Bisnis

BISNIS

Kinerja Keuangan Telkom (TLKM) Masih Kokoh, Pefindo Tegaskan Peringkat AAA

Peringkat dan outlook yang disandang Telkom mencerminkan posisi bisnis perusahaan yang superior, didukung oleh diversifikasi bisnis dan jaringan yang luas. Selain itu, Telkom juga memiliki arus proteksi kas yang yang kuat dengan permodalan sangat solid.

15 jam15 menit Bisnis

BISNIS

Kementerian PUPR Rehabilitasi Gedung Pendidikan di Kalimantan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan rehabilitasi gedung sarana pendidikan di Kalimantan.

15 jam15 menit Bisnis

BISNIS

Dalam 3 Hari, Lebih Dari 1.000 Orang Penumpang KAI Tidak Bisa Berangkat

Joni Martinus, VP Public Relations KAI, mengungkapkan penumpang ditolak pada kereta api (KA) jarak jauh didominasi tidak adanya surat keterangan bebas Covid-19.

15 jam15 menit Bisnis

BISNIS

Terimbas Covid-19, Proyek Hilirisasi Emiten Tambang Terancam Meleset dari Target

Proyek smelter yang dirancang tiga emiten pertambangan terancam luncas atau luput dari target akiba dampak pandemi Covid-19. Pandemi membuat emiten sulit mendatangkan pekerja hingga mengadang proses negosiasi dengan calon investor

15 jam15 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Industri Tekstil Berharap Produk Berorientasi Domestik Jadi Perhatian

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menilai pasar domestik tetap menjadi kunci bagi industri TPT nasional.

18 jam10 menit Bisnis

BISNIS

Matahari Department Store (LPPF) Kembali Buka Gerai di Jabodetabek

Hingga esok, Selasa (16/6/2020), jumlah gerai Matahari yang dibuka kembali mencapai 141 gerai. Manajemen menyebut telah melalui pemeriksaaan hingga 133 kali oleh otoritas setempat dengan tingkat kepatuhan 100 persen. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesiapan perseroan dalam menerapkan protokol kesehatan dan keamanan.

18 jam10 menit Bisnis

BISNIS

Covid-19 Menyebar Lagi di China, Pasar Salmon Terancam

Penyebaran Covid-19 yang kembali terjadi di China membuat para ahli kesehatan memperingatkan agar masyarakat Beijing tidak memakan salmon mentah atau membeli makanan laut impor untuk saat ini.

18 jam11 menit Bisnis

BISNIS

Kapolri Ancam Pidanakan Pihak yang Korupsi Anggaran Covid-19

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menyatakan pihaknya akan menindak tegas dan menghukum seberat-beratnya siapapun pihak yang menyelewengkan anggaran penanganan Covid-19.

18 jam11 menit Bisnis

BISNIS

Berikut Panduan Belajar Tatap Muka untuk SMA, SMP, SD di Zona Hijau

urutan pertama yang diperbolehkan pembelajaran tatap muka adalah pendidikan tingkat atas dan sederajat, tahap kedua pendidikan tingkat menengah dan sederajat, lalu tahap ketiga tingkat dasar dan sederajat.

18 jam11 menit Bisnis