WOWKEREN

Gong Yoo dan Lee Dong Wook Kondangan Bareng, Jadi Sorotan Karena Pose Malu-Maluin

Gong Yoo dan Lee Dong Wook terlihat menghadiri pernikahan pada akhir pekan kedua Oktober. Mereka mencuri perhatian semua tamu dengan membuat pose menggemaskan.

1 jam16 menit Wowkeren

WOWKEREN

Pacaran 4 Tahun, Kim Yoon Seo dan Do Sang Woo 'It's Okay It's Love' Putus

Kim Yoon Seo, pemain serial drama 'Secrets Of Women' dan Do Sang Woo yang merupakan aktor dalam 'It's Okay It's Love' sudah putus usai menjalin hubungan cinta selama 4 tahun lebih.

1 jam16 menit Wowkeren

WOWKEREN

Ruben Dan Sarwendah Rayakan Ultah Pernikahan, Harapan Fitri Tropica Soal 'Bohlam' Paling Disorot

Ruben Onsu merayakan ulang tahun pernikahannya dengan Sarwendah yang ke-6. Banyak rekan artis yang memberikan selamat, namun ucapan dari Fitri Tropica paling disorot.

1 jam16 menit Wowkeren

WOWKEREN

Terpengaruh Alkohol, Siswa Tikam Guru Di Manado Hingga Tewas

Seorang pelajar di Manado dengan tega menikam dan menghabisi nyawa gurunya sendiri. Siswa ini diduga terpengaruh minuman beralkohol saat melakukan aksinya.

1 jam16 menit Wowkeren

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

WOWKEREN

Mbah Mijan Ramal Benjolan di Tenggorokan Raffi Ahmad Hasil 'Kiriman' Rekan Artis, Siapa?

Saat Raffi Ahmad memutuskan vakum untuk berobat sekaligus berlibur, Mbah Mijan menerawang adanya hal mistis yang menyerang suami Nagita Slavina tersebut.

1 jam16 menit Wowkeren

GOinggris - Bahasa Inggris Online

WOWKEREN

Rizky Nazar 'Pria Saleh' Makin Ganteng Saat Merokok, Komentar Prilly Latuconsina Disorot

Rizky Nazar sempat pamer gaya macho nan keren saat sedang menghisap rokok. Namun Prilly dibuat penasaran soal korek api lantaran tak terlihat rokok yang dihisap Rizky itu mengeluarkan asap.

1 jam17 menit Wowkeren

WOWKEREN

Jadi Pembunuh Sadis, Akting Psikopat Kang Tae Oh di 'The Tale of Nokdu' Dipuji Habis-Habisan

Plot twist yang dihadirkan di episode terbaru 'The Tale of Nokdu' yang tayang pada Senin (21/10), sukses menghipnotis netizen Korea. Dan akting Kang Tae Oh dalam episode tersebut adalah yang paling me

1 jam17 menit Wowkeren

WOWKEREN

Melaney Ricardo Cs Kompak di Perpisahan Raffi Ahmad, Vicky Prasetyo dan Ely Sugigi Protes Tak Diajak

Rekan artis termasuk Melaney Ricardo, Luna Maya dan Aming hadir dalam pesta perpisahan Raffi Ahmad yang rehat sejenak dari dunia hiburan. Komentar Vicky Prasetyo dan Ely Sugigi dalam postingan foto Me

1 jam17 menit Wowkeren

WOWKEREN

Prabowo Disebut Akan Jadi Menteri, Kontras 'Sindir' Jokowi Bagi-bagi Kursi Menteri

Ketum Gerindra Prabowo Subianto disebut-sebut akan menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) dalam kabinet Jokowi kali ini. Keputusan tersebut membuat KontraS kecewa hingga melontarkan sindiran soal Jokowi

1 jam17 menit Wowkeren

Viva.co

Pemain Bola Ditahan saat Bulan Madu, Australia Minta Maaf

Kepala Kepolisian Federal Australia telah meminta maaf secara pribadi.

1 jam17 menit Viva

GOinggris - Bahasa Inggris Online

Viva.co

Bisnis Bareng Gibran-Kaesang, Chef Arnold: Dia Follow Saya di Twitter

Mereka membuka resto di kawasan Jakarta Barat.

1 jam17 menit Viva

Viva.co

Album TXT Disambut Meriah, Fans Suka Banget Ada Kaitannya dengan BTS

TXT merilis The Dream Chapter: Magic, album perdana mereka.

1 jam17 menit Viva

Viva.co

Liburan Keliling Dunia, Raffi Ahmad Akan Pulang Jika Gigi Hamil Lagi

Raffi Ahmad memutuskan untuk mundur sementara dari industri hiburan.

1 jam17 menit Viva

Viva.co

Dianggap Tidak Setia, Selir Cantik Raja Thailand Dilucuti Gelarnya

Semua gelar kerajaan dicopot.

1 jam17 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko.