JPNN.

Fadli Zon Sebut Bencana Asap Ironi di Tengah Wacana Pindah Ibu Kota

JPNN.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyoroti bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia. Menurut Fadli, kembali mencuatnya bencana asap akibat karhutla jelas merugikan masyarakat.

4 jam28 menit Jpnn

JPNN.

Menteri Yasonna Lega UU Baru Bakal Perkuat KPK, Begini Penjelasannya

JPNN.com, JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly merasa lega setelah rapat paripurna DPR menyetujui pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menteri asal PDI Perjuangan itu meyakini UU baru tentang KPK tak akan melemahkan lembaga antirasuah tersebut.

4 jam28 menit Jpnn

JPNN.

ICW Bakal Gugat Revisi UU KPK ke MK

JPNN.com, JAKARTA - Koalisi masyarakat sipil menggelar aksi setelah Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR bersama pemerintah pusat mengesahkan Revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi. Aksi tersebut digelar di depan Gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/9).

4 jam28 menit Jpnn

JPNN.

Blusukan ke Lokasi Karhutla Tanpa Mengenakan Masker, Jokowi: Besar Sekali

JPNN.com, PELALAWAN - Presiden Joko Widodo atau Jokowi blusukan ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (17/9). Jokowi menyusuri lahan gambut yang masih mengeluarkan asap tanpa mengenakan masker.

4 jam28 menit Jpnn

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

WOWKEREN

Kivlan Zen Dirawat Akibat Komplikasi, Pengacara Ungkap 'Perlakuan Buruk' Aparat

Kivlan mulai dirawat di RSPAD Gatot Soebroto sejak Jumat (13/9) kemarin. Pihak RSPAD menilai tersangka kepemilikan senpi ilegal itu harus menjalani serangkaian perawatan hingga 12 hari ke depan.

4 jam28 menit Wowkeren

GOinggris - Bahasa Inggris Online

WOWKEREN

Salmafina Sunan Ngaku Malas Sisir Rambut, Penampilannya Malah Banjir Pujian

Salma yang memang gemar mengunggah potret dirinya di Instagram, hari ini pada Selasa (17/9) memposting foto cantik yang langsung dibanjiri komentar netter. Dengan pose menopang pipi, cewek berusia 20

4 jam28 menit Wowkeren

WOWKEREN

Ariel Ungkapkan Permintaan Maaf Saat BCL Beri Ucapan Selamat Ulang Tahun Untuknya

Ariel NOAH mengungkapkan permintaan maaf saat Bunga Citra Lestari memberikan ucapan selamat ulang tahun untuknya yang ke-38 melalui sebuah unggahannya di Instagram.

4 jam28 menit Wowkeren

WOWKEREN

Polri Sebut Tersangka Karhutla Bertambah Menjadi 218 Orang dan 5 Korporasi

Kepolisian Republik Indonesia telah menambah daftar tersangka yang memiliki andil dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Provinsi Kalimantan dan Sumatra.

4 jam28 menit Wowkeren

WOWKEREN

Gara-Gara Film 'Pretty Boys', Desta Sampai Dimusuhi Dua Anak Perempuannya

Desta menceritakan karakter yang diperankan dalam film 'Pretty Boys' yang ternyata membuat dua anaknya, Megumi dan Miskha sampai ngambek hingga tak mau berbicara kepadanya.

4 jam28 menit Wowkeren

WOWKEREN

Setjen TII Nilai Revisi UU KPK Berita Buruk Bagi Masa Depan Investasi Indonesia

Revisi UU KPK baru saja disahkan oleh DPR hari ini, Selasa (17/9). Setjen Transparency International Indonesia (TII) pun menilai jika keputusan pemerintah dan DPR tersebut akan mengancam masa depan in

4 jam28 menit Wowkeren

GOinggris - Bahasa Inggris Online

WOWKEREN

Dinas Pendidikan Liburkan Sebagian Sekolah Di Palembang Akibat Asap Karhutla

Dinas Pendidikan Kota Palembang, Sumatra Selatan meliburkan sebagian sekolah akibat asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terlihat semakin pekat.

4 jam28 menit Wowkeren

WOWKEREN

Super Junior Bagikan Momen Manis Persiapkan Album Comeback Lewat MV 'Somebody New'

Pada hari ini, Selasa (17/9) pihak agensi merilis MV lagu khusus bertajuk 'Somebody New'. Para penggemar akan diajak untuk melihat keseruan anggota Super Junior dalam mempersiapkan album baru mereka.

4 jam28 menit Wowkeren

WOWKEREN

Jokowi Tuai Cibiran Usai 'Pamer' Penanganan Karhutla, Warganet Kompak Membela

Lewat Instagram-nya, Jokowi membagikan perkembangan terkini penanganan karhutla Riau. Sayangnya aksi Jokowi ini disambut sejumlah komentar negatif dari warganet.

4 jam28 menit Wowkeren

WOWKEREN

Kompakan Warna Rambut, Evelin Anjani Dan Roy Kiyoshi Disebut Makin Bahagia

Foto yang memperlihatkan keduanya dengan warna rambut yang sama itu pun ramai menjadi bahan pembicaraan netter. Bahkan netter pun kerap menyebut jika wajah Evelin dan Roy semakin mirip.

4 jam28 menit Wowkeren

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko.