WOWKEREN

Super Junior Bagikan Momen Manis Persiapkan Album Comeback Lewat MV 'Somebody New'

Pada hari ini, Selasa (17/9) pihak agensi merilis MV lagu khusus bertajuk 'Somebody New'. Para penggemar akan diajak untuk melihat keseruan anggota Super Junior dalam mempersiapkan album baru mereka.

22 jam38 menit Wowkeren

WOWKEREN

Jokowi Tuai Cibiran Usai 'Pamer' Penanganan Karhutla, Warganet Kompak Membela

Lewat Instagram-nya, Jokowi membagikan perkembangan terkini penanganan karhutla Riau. Sayangnya aksi Jokowi ini disambut sejumlah komentar negatif dari warganet.

22 jam38 menit Wowkeren

WOWKEREN

Kompakan Warna Rambut, Evelin Anjani Dan Roy Kiyoshi Disebut Makin Bahagia

Foto yang memperlihatkan keduanya dengan warna rambut yang sama itu pun ramai menjadi bahan pembicaraan netter. Bahkan netter pun kerap menyebut jika wajah Evelin dan Roy semakin mirip.

22 jam38 menit Wowkeren

WOWKEREN

Ranking Universitas Dunia Dirilis, Perguruan Tinggi Indonesia Peringkat Berapa?

Selain Universitas Indonesia, ada Institut Teknologi Bandung, institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya yang berhasil masuk ke peringkat dunia

22 jam38 menit Wowkeren

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

WOWKEREN

Sejumlah BUMN Bakal Ekspansi Ke Madagaskar Garap Proyek Mineral Dan Transportasi

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan lima BUMN akan melakukan ekspansi ke Madagaskar untuk menggarap proyek mineral dan transportasi pertambangan.

22 jam38 menit Wowkeren

GOinggris - Bahasa Inggris Online

WOWKEREN

Barbie Kumalasari Minder dengan Kucing Peliharaan Uya Kuya, Kenapa?

Saat berkunjung ke rumah Uya Kuya belum lama ini, Barbie Kumalasari sempat bertanya tentang kucing peliharaannya. Uya pun mengaku memiliki kucing yang berharga fantastis.

22 jam38 menit Wowkeren

WOWKEREN

Revisi UU KPK Disahkan, Pengamat Sebut Perkara 'Kakap' Terancam Dihentikan

Revisi UU KPK telah disepakati oleh Pemerintah dan DPR pada hari Senin (16/9) kemarin. Peneliti Pukat UGM menilai bahwa disahkannya RUU KPK ini dapat membuat kasus-kasus 'kakap' yang sedang berjalan t

22 jam38 menit Wowkeren

WOWKEREN

Anggia Chan Geram Keluarga Vicky Prasetyo Sempat Ancam Bunuh Adiknya

Anggia Chan menyebutkan jika adik Vicky Prasetyo memberikan ancaman kepada adiknya lewat pesan Instagram. Jika terus-terusan diteror, Anggia Chan tak ragu untuk melaporkan Vicky ke polisi.

22 jam38 menit Wowkeren

WOWKEREN

Syahrini Berambut Awut-Awutan 'Mistis', Wajah 'Lenyap' Saat Makan Steak Bikin Merinding

Syahrini sempat disentil pamer aura mistis ketika memperlihatkan gaya cantik dan rambut acak-acakan. Selain itu, sikap janggal Syahrini yang seolah menutupi seluruh wajah ketika makan steak juga mengu

22 jam38 menit Wowkeren

WOWKEREN

Aktris Jepang di 'Arthdal Chronicles' Banjir Pujian Usai Sampaikan Ini pada Penggemar Korea

Awalnya netizen Korea tidak menyambut baik kabar casting aktris Jepang di drama Song Joong Ki dan Kim Ji Won 'Arthdal Chronicles'. Namun kini mereka berbalik memberikan pujian untuknya.

22 jam38 menit Wowkeren

GOinggris - Bahasa Inggris Online

WOWKEREN

Bikin Ngakak, Nikita Mirzani Akui Berani Songong Saat Sapa Farhat Abbas Di Paris

Nikita Mirzani kembali menceritakan bagaimana momen pertemuannya dengan Farhat Abbas saat berada di Paris. Cerita Nikita tersebut lantas berhasil mengundang gelak tawa netter.

22 jam38 menit Wowkeren

WOWKEREN

Seniman Tato Bantah Tegas Isu Pacaran, Netizen Salahkan Jungkook BTS

Senada dengan Big Hit, seniman tato yang menggunakan nama Rennis itu membantah rumor bahwa dirinya berkencan dengan Jungkook melalui postingan Instagram.

22 jam38 menit Wowkeren

WOWKEREN

Awkarin Ceritakan Kisah Korban Tsunami Aceh yang Selamat Karena Kapal Tersangkut, Bikin Merinding!

Awkarin yang diketahui sedang berada di Aceh membagikan sejumlah kisah orang-orang yang ditemuinya. Di antara kisah tersebut adalah milik Wak Kolak, korban selamat tsunami Aceh 2004 silam.

22 jam38 menit Wowkeren

WOWKEREN

Anisa Rahma Eks Cherry Belle Rayakan Setahun Pernikahan, Ungkap Doa Soal Momongan

Saat merayakan hari ulang tahun pernikahannya yang pertama, Anisa Rahma tampak menggelar acara makan malam romantis dengan sang suami yang bernama Anandito.

22 jam38 menit Wowkeren

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko.