WOWKEREN

Bikin Ngakak, Nikita Mirzani Akui Berani Songong Saat Sapa Farhat Abbas Di Paris

Nikita Mirzani kembali menceritakan bagaimana momen pertemuannya dengan Farhat Abbas saat berada di Paris. Cerita Nikita tersebut lantas berhasil mengundang gelak tawa netter.

23 jam32 menit Wowkeren

WOWKEREN

Seniman Tato Bantah Tegas Isu Pacaran, Netizen Salahkan Jungkook BTS

Senada dengan Big Hit, seniman tato yang menggunakan nama Rennis itu membantah rumor bahwa dirinya berkencan dengan Jungkook melalui postingan Instagram.

23 jam32 menit Wowkeren

WOWKEREN

Awkarin Ceritakan Kisah Korban Tsunami Aceh yang Selamat Karena Kapal Tersangkut, Bikin Merinding!

Awkarin yang diketahui sedang berada di Aceh membagikan sejumlah kisah orang-orang yang ditemuinya. Di antara kisah tersebut adalah milik Wak Kolak, korban selamat tsunami Aceh 2004 silam.

23 jam32 menit Wowkeren

WOWKEREN

Anisa Rahma Eks Cherry Belle Rayakan Setahun Pernikahan, Ungkap Doa Soal Momongan

Saat merayakan hari ulang tahun pernikahannya yang pertama, Anisa Rahma tampak menggelar acara makan malam romantis dengan sang suami yang bernama Anandito.

23 jam32 menit Wowkeren

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

WOWKEREN

AOA Dianggap Seksualisasikan Profesi Pramugari Sampai Polwan Demi Konsep

Sebuah postingan di situs komunitas online Pann menyoroti berbagai konsep yang pernah diusung AOA yang mencakup sejumlah profesi mulai pramugari sampai penjaga pantai.

23 jam32 menit Wowkeren

GOinggris - Bahasa Inggris Online

WOWKEREN

Jet Pribadi Syahrini Diduga Sewaan, Tawa Maia-Sandra Dewi Menohok Sentil 'Tukang Pamer'

Maia Estianty sempat menulis kalimat bijak tentang pamer dan belajar menjadi bijaksana di usia tua hingga menuai tawa dari Sandra Dewi. Komentar Sandra ini lantas dikaitkan dengan kabar kalau Syahrini

23 jam32 menit Wowkeren

WOWKEREN

Mulan Jameela Pamer Video Lawas Ahmad Dhani Bareng Safeea, Malah Banjir Reaksi Sedih

Postingan Mulan Jameela yang memamerkan momen saat Ahmad Dhani bersama Safeea ini dibanjiri komentar semangat dan dukungan. Santer beredar kabar Dhani akan bebas dari penjara bulan depan.

23 jam32 menit Wowkeren

WOWKEREN

Fahri Hamzah Ungkap Jokowi Terganggu Dengan KPK, Kenapa?

Menurut Fahri ada beberapa sikap KPK yang dinilai mengganggu ritme kerja Jokowi. Hal inilah yang diduga Fahri menjadi alasan di balik bulatnya tekad Jokowi untuk merevisi UU KPK.

23 jam32 menit Wowkeren

WOWKEREN

Amber Liu Sajikan Konsep dan Musik Menyeramkan Dalam Teaser MV Album Solo 'X'

Dalam video tersebut, para penggemar akan disambut dengan alunan musik yang menyeramkan. Tak hanya itu tata cahaya yang gelap juga makin membuat teaser MV ini makin misterius.

23 jam32 menit Wowkeren

WOWKEREN

Hotman Paris Mau Sumbang Biaya Sekolah Anak Bripka Eka Usai Aksinya Nemplok Di Kap Mobil Viral

Hotman Paris Hutapea berniat akan membiayai sekolah anak Bripka Eka Setiawan usai aksinya saat bergelayut sambil tengkurap di kap mobil menjadi viral di media sosial.

23 jam32 menit Wowkeren

GOinggris - Bahasa Inggris Online

WOWKEREN

Tjahjo Kumolo Mengaku Ikut 'Disentil' Jokowi Soal Karhutla

Mendagri mengatakan bahwa pemerintah daerah harus bersiaga melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait mulai dari TNI Polri hingga BNPB ketika menemukan titik api pemicu karhutla.

23 jam32 menit Wowkeren

WOWKEREN

Kim Ji Won Disebut Bak Ibu Peri Usai Bagi-Bagi Barang Ini di Lokasi Syuting 'Arthdal Chronicles'

'Arthdal Chronicles' tinggal menyisakan dua episode pamungkas dan akan tamat pada 22 September mendatang. Drama ini nantinya akan digantikan dengan 'Melting Me Softly' yang dibintangi oleh Ji Chang Wo

23 jam32 menit Wowkeren

WOWKEREN

Lucinta Luna Nekat Telentang di Tengah Jalan Hingga Hampir Ditabrak Mobil

Aksi nekat Lucinta Luna berikut ini kembali ramai menuai komentar sinis dari netizen. Pasalnya Lucinta asyik berjalan hingga merebahkan diri di tengah jalan raya yang hendak dilalui mobil.

23 jam32 menit Wowkeren

WOWKEREN

NU'EST Dikonfirmasi Bakal Comeback Oktober, Album Sudah Mulai Dikerjakan

Pada hari ini, Selasa (17/9), Pledis Entertainment selaku agensi memberikan pengumuman bahwa NU'EST akan merilis album baru mereka pada bulan Oktober mendatang.

23 jam32 menit Wowkeren

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko.