WOWKEREN

Coba Pose Imut di Atas Panggung, Peserta 'Produce 101 Jepang' Malah Ditertawakan dan Dicibir

'Produce 101 Jepang' tak lama lagi akan segera ditayangkan. Program ini nantinya akan memilih 11 peserta untuk didebutkan sebagai sebuah grup pada 2020 mendatang.

16 menit Wowkeren

WOWKEREN

Uang Pemprov Sumut Rp 1,6 M Raib di Parkiran, Kapolda: Saya Juga Heran

Uang senilai Rp 1,6 miliar tersebut rencananya akan dibayarkan untuk honor kegiatan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di lintas Operasi Perangkat Daerah (OPD).

16 menit Wowkeren

WOWKEREN

Joker Joaquin Phoenix Dipastikan Tak Akan Bertemu dengan Batman Robert Pattinson

Meski menjadi pasangan superhero dan villain yang paling legendaris, namun sutradara Todd Phillips mengklaim jika Batman dan Joker versi Robert dan Joaquin tak akan pernah berbagi layar.

16 menit Wowkeren

WOWKEREN

Jelang Ultah, Korban-Korban Keteledoran Parah RM BTS Mendadak Dibahas

Baru-baru ini, julukan RM sebagai 'Dewa Kehancuran' ramai menjadi perbincangan netizen. Postingan menyoroti momen ketika leader BTS tersebut tidak sengaja menginjak kaki V.

16 menit Wowkeren

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

WOWKEREN

Tipe yang Diproduksi Berbeda, Wasekjen Gerindra Tanggapi Soal Nasib Mobil Esemka Pesanan Prabowo

Prabowo dikabarkan sempat memesan mobil Esemka lima tahun lalu. Akan tetapi, Wasekjen Gerindra mengatakan bahwa mobil yang dipesan adalah berjenis SUV, bukan pickup yang sekarang diproduksi.

16 menit Wowkeren

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

WOWKEREN

Tolak Revisi UU KPK, Warganet Ungkap Protes Lewat 'Puisi' Untuk DPR

Banyak pihak menilai DPR RI tengah berusaha melemahkan peran KPK dalam memberantas korupsi lewat revisi UU ini. Upaya pelemahan ini antara lain lewat pembentukan Dewan Pengawas KPK.

16 menit Wowkeren

WOWKEREN

Cinta Laura Pamer Body Goals Dipuji Mirip Angelina Jolie, Bagian Tangan Berurat Sukses Bikin Salfok

Cinta Laura membagikan salah satu foto dalam postingan Instagram yang menyedot perhatian netizen. Tubuh langsing body goals Cinta ini pun berhasil membuat kaum hawa lagi-lagi iri.

16 menit Wowkeren

WOWKEREN

Luna Maya 'Selingkuh' Jelang Ultah RM BTS, Sosok Tampan Lagi Dirangkul Bikin Kepo

Luna Maya dikenal sebagai fans berat Rap Monster BTS bahkan ingin menjadi istri dari penyanyi keren tersebut. Namun menjelang ultah RM, Luna malah terciduk sedang merangkul seorang pria tampan hingga

16 menit Wowkeren

WOWKEREN

Evi Masamba Jelaskan Alasan Bayinya Sudah Pakai Emas Meski Baru Sebulan

Agaknya sejumlah netter meragukan keputusan Evi Masamba untuk memakaikan perhiasan kepada anak pertamanya. Hal itu pun langsung mendapat jawaban dari Evi Masamba.

16 menit Wowkeren

WOWKEREN

Ifan Seventeen Kepergok Jalan Bareng Cewek Belanja Furniture Usai Insiden Digerebek

Ifan Seventeen sebelumnya ramai diberitakan sedang berada di apartemen teman wanitanya yang masih berstatus sebagai istri orang. Namun, tuduhan zina telah terbantahkan.

16 menit Wowkeren

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

WOWKEREN

Begini Keyakinan Lee Jinhyuk Jika Kembali Berpartisipasi dalam Seri Lain 'Produce 101'

Lee Jinhyuk mengungkapkan bagaimana pemikirannya jika ia berpartisipasi dalam seri 'Produce 101' yang lain saat hadir sebagai MC spesial program acara JTBC 'Tell Me' yang tayang pada Selasa (10/9) kem

17 menit Wowkeren

WOWKEREN

Yoona SNSD dan Jo Jung Suk Duet Nari Seksi Rayakan 9 Juta Penonton 'E.X.I.T'

'E.X.I.T' menceritakan Jo Jung Suk dan Yoona yang menggunakan keterampilan memanjat tebing mereka untuk melarikan diri dari kota yang diselimuti gas beracun.

17 menit Wowkeren

WOWKEREN

Biasa Buka-bukaan 'Angkat Beban', Pamela Safitri Pakai Busana Tertutup Tuai Respon Tak Terduga

Melalui Instagram pribadinya baru-baru ini, personel Duo Serigala itu membagikan foto dengan baju yang tertutup. Foto tersebut mendapat respon tak terduga.

17 menit Wowkeren

WOWKEREN

Sering Dikaitkan Dengan Mitos Gunung Hejo, Jasa Marga Jawab Isu Mistis KM 90 Tol Cipularang

General Manager PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Dwi Winarsa, menuturkan bahwa kecelakaan di ruas tol tersebut telah terjadi sebanyak 4 kali dalam tahun 2019 saja.

17 menit Wowkeren

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko.