Detik

Terdakwa Pungli Korban Tsunami di RSDP Serang Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Bui

Kasus dugaan pungli ke korban tsunami di RSDP Serang memasuki sidang tuntutan. JPU menuntut 3 pelaku pungli dengan tuntutan 1 tahun 6 bulan dan 1 tahun.

9 jam33 menit Detik

Detik

Pakai Nopol Palsu Akali Ganjil-Genap, Pengemudi Mobil Ditilang Polisi

Polisi menindak seorang pengemudi mobil sedan di Jakarta Pusat yang menggunakan pelat nomor polisi (nopol) palsu.

9 jam33 menit Detik

TRIBUNNEWS

Hilangnya Uang Tunai Rp 1,6 Miliar Bikin Kapolda Sumut Penasaran dan Heran

Agus menegaskan, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan terhadap kasus hilangnya uang senilai Rp 1,6 miliar tersebut

10 jam39 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Cium Gelagat Tak Baik, PDI-P Minta Lelang Tender Proyek Stadion BMW Diulang

Menurut Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP, Gembong Warsono, satu hal janggal itu yakni KSO pimpinan Wika Gedung tersebut ia katakan sudah bekerja bahkan sa

10 jam39 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

TRIBUNNEWS

Setelah Mandi Junub, Apakah Masih Diharuskan Wudhu? Berikut Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Ustaz Abdul Somad memberikan penjelasan mengenai perlu tidaknya wudhu setelah selesai Mandi Junub, simak juga tata caranya!

10 jam39 menit Tribunnews

GOinggris - Bahasa Inggris Online

TRIBUNNEWS

Raffi Ahmad Diajak Mashanda ke Rooftop Mal di Jakarta, Ayah Rafathar 'Baper': Aku Mah Siapa Atuh

Raffi Ahmad 'baper' dulu Marshanda lakukan ini pada dirinya, senang sampai jungkir balik.

10 jam39 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Anggota Komisi I DPR RI Minta Menlu RI Surati Inggris Bahas Benny Wenda

Ia pun mengingatkan Kemlu RI, untuk mencari sepak terjang Benny Wenda yang kerap berpindah-pindah melalui kantor perwakilan RI di seluruh dunia.

10 jam39 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Mayat Bayi Hasil Aborsi Ditemukan dalam Kaleng di Belakang Tempat Karaoke, Polisi Periksa Pramuria

Mayat bayi yang ditemukan dalam kaleng di belakang tempat karaoke di Ambon dipastikan hasil aborsi, polisi periksa pramuria tempat karaoke.

10 jam39 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

IPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max Dirilis, Intip Penampakan dan Spesifikasinya

Pada acara yang dipandu langsung oleh CEO Apple, Tim Cook, ada satu produk yang sangat menyita perhatian para tamu undangan.

10 jam39 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Diduga Mengantuk, Xenia Hantam Pantat Truk Semen hingga Merangsek di Kolong, Begini Nasib Sopirnya

Sebuah mobil Daihatsu Xenia menghantam pantat Truk Tronton muatan semen hingga ringsek di Tol Jombang-Mojokerto (Joker) KM 703/B, Rabu (11/9/2019).

10 jam39 menit Tribunnews

GOinggris - Bahasa Inggris Online

TRIBUNNEWS

5 Zodiak yang Tak Bisa Menghargai Privasi dan Selalu Ingin Tahu Urusan Orang Lain, Kamu Termasuk?

Dikutip Tribunnewswiki.com dari yourtango.com, berikut adalah daftar zodiak yang tak bisa menghargai privasi dan selalu ingin tahu urusan orang lain.

10 jam39 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Hasil Babak Pertama Badak Lampung Fc vs Persela Liga 1 2019,Alex Dos Santos Bawa Tim Tamu Unggul 0-1

Skor babak pertama laga antara Badak Lampung FC vs Persela yakni 0-1, untuk keunggulan untuk tim tamu. Link Streaming laga bisa diakses di berita ini.

10 jam39 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Hasil Babak Pertama Timnas U19 Indonesia vs Iran di Ajang Uji Coba, Skor Masih Imbang 0-0

Hasil babak pertama Timnas U19 Indonesia vs Iran, di ajang uji coba, skor masih imbang 0-0.

10 jam39 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Kapal Mooring Boat PMB 6 Milik Pertamina Tenggelam, Kapten Kapal Tewas

Saat kapal PMB 6 sedang mencopot selang tiba-tiba angin kencang 35 knot mengenai hingga menyebabkan kapal hingga terbalik dan tenggelam

10 jam39 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko.