TRIBUNNEWS

Jangan Lewatkan BIG MATCH Piala Super Eropa Liverpool vs Chelsea Live SCTV Pukul 02.00 Dini Hari

Jangan Lewatkan BIG MATCH Piala Super Eropa Liverpool vs Chelsea Live SCTV Pukul 02.00 Dini Hari

21 jam55 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Live Score Hasil Liverpool vs Chelsea Piala Super Eropa 2019, Live Streaming SCTV di Sini

Akses di sini, link live score dan live streaming Liverpool vs Chelsea di SCTV, Kamis (15/8/2019) dini hari.

21 jam55 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Update The International 2019, Pembagian Grup hingga Total Hadiah Yang Fantastis

Berikut ini Update The International 2019, Pembagian Grup hingga Total Hadiah Yang Fantastis

21 jam55 menit Tribunnews

ANTARA NEWS

Svmmerdose buka konser LANY dengan penampilan akustik

Svmmerdose membuka konser band indie-pop asal Amerika Serikat LANY bertajuk "Malibu Nights" di Jakarta dengan penampilan akustik solo dari vokalis. "Saya di sini mewakili band mates saya yang tidak bisa tampil ...

21 jam55 menit Antaranews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

ANTARA NEWS

Pesona Menara Pakaya pukau peserta SMN Jatim

Pesona warna-warni lampu yang menghiasi obyek wisata Menara Pakaya di Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo memukau rombongan peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Jawa Timur, Rabu malam. Salah seorang peserta ...

21 jam55 menit Antaranews

GOinggris - Bahasa Inggris Online

ANTARA NEWS

Satgas Anti Mafia Bola Jilid II bertekad tuntaskan kasus mafia bola

Satgas Anti Mafia Bola Jilid II bertekad menuntaskan kasus mafia sepak bola yang belum terselesaikan oleh Satgas Jilid I sekaligus melakukan pencegahan terhadap pengaturan skor di liga sepak bola di seluruh ...

21 jam55 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Menteri Pariwisata nyatakan kebakaran lahan belum ganggu pariwisa

Menteri Pariwisata Arif Yahya mengatakan kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di beberapa provinsi di Indonesia belum mengganggu sektor pariwisata. Wisatawan mancanegara, kata Arif di Banjarmasin usai menghadiri puncak HUT ...

21 jam55 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Belitung Timur mampu turunkan angka kenakalan remaja

Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mampu menurunkan angka kenakalan remaja, dari 39 kasus pada 2018 menjadi 15 kasus. "Hingga Juli 2019 angka kenakalan remaja tercatat sebanyak 15 ...

21 jam55 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Yonif 713 berikan pembekalan bagi peserta SMN Jatim

Personil Yonif 713/Satya Tama memberikan materi dan pembekalan kepada 47 peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Jawa Timur, di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu. Penanggung jawab pembekalan tersebut, Letnan ...

21 jam55 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Peserta SMN 2019 Kaltara tiba di Tanjung Pinang

Peserta program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019 Kalimantan Utara (Kaltara) tiba di Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang, Rabu. Rombongan disambut oleh PIC SMN Kepri diwakili oleh GM Pelindo 1 ...

21 jam55 menit Antaranews

GOinggris - Bahasa Inggris Online

ANTARA NEWS

GESITS: Program B20 dan kendaraan listrik bisa terwujud bersama-sama

PT GESITS Technologies Indo, produsen sepeda motor listrik nasional GESITS, menilai penerapan program Biodiesel B20 dan kendaraan listrik bisa terwujud bersama-sama. "Saatnya nanti sampai di penghujung, maka penerapan B20 ...

21 jam55 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Tiga komponen sebabkan ekonomi Sulteng triwulan II tumbuh melambat

Bank Indonesia (BI) menyebut melambatnya pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah di triwulan II 2019 dari sisi pengeluaran disebabkan tiga komponen. "Dari sisi pengeluaran, beberapa komponen yang menyebabkan perlambatan ...

21 jam55 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Longsor, jalan poros Palu-Sigi putus

ANTARA - Arus lalu lintas di jalan Poros Kota Palu ke dataran Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sejak Selasa (13/8) malam terputus total. Setelah longsor terjadi di setidaknya 10 titik di wilayah itu.  (Rangga ...

21 jam55 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Kabupaten Sarmi kirim satu pelajar dalam program SMN 2019

Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, mengirimkan satu orang pelajar sebagai peserta dari Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019, di Makasar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kepala SMA Negeri 2 Sarmi, Soleman Malo di Kota Jayapura ...

21 jam55 menit Antaranews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko.