TRIBUNNEWS

Analisis Djadjang Nurdjaman Soal Sebab Gagalnya Persebaya Menang Lawan Madura United

Bahkan, tak jarang pemain tim berjuluk Bajul Ijo itu melakukan kesalahan sendiri sehingga terjadilah gol Madura United di menit ke-2.

17 jam50 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Ditemukan Fakta Baru Kasus Pasutri Pertontonkan Adegan Ranjang kepada Bocah : Tak Tercatat di KUA

KPAI Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat temukan fakta baru pasutri yang pertontonkan adegan ranjang di hadapan anak-anak

17 jam50 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Temukan Kejanggalan di Amplop Suara yang Dibawa Saksi 02, KPU Soroti Tulisan yang Tertera

Hasyim Asyari menemukan kejanggalan dari bukti amplop surat suara yang dibawa saksi kubu Prabowo-Sandiaga, Beti Kristiana.

17 jam50 menit Tribunnews

ANTARA NEWS

Sajian gabus pucung yang legendaris

ANTARA - Identitas kultur suatu masyarakat dapat ditandai dari seni, budaya dan bahasanya serta dengan ragam kuliner yang menjadi ciri khas masyarakat itu. Misalnya, sayur gabus pucung khas Betawi. Jenis masakan ini semakin ...

17 jam50 menit Antaranews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

ANTARA NEWS

Saksi BPN soroti lemahnya situng KPU

ANTARA – Saksi ketiga sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) dari pihak BPN, yang merupakan penasihat IT dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon yaitu Hermansyah menyoroti lemahnya sistem informasi dalam ...

17 jam50 menit Antaranews

GOinggris - Bahasa Inggris Online

ANTARA NEWS

Rutan Palu bina narapidana dengan berkebun

ANTARA - Guna memberikan bekal bagi narapidana untuk bisa melakukan hal-hal yang positif setelah bebas nanti rumah tahanan Palu melaksanakan program pembinaan kepada sejumlah narapidana melalui berkebun jagung.(Rangga ...

17 jam50 menit Antaranews

ANTARA NEWS

KPAI: Orang tua tak perlu mengantre untuk daftar PPDB

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Retno Listyarti mengatakan orangtua tak perlu mengantre untuk mendaftar penerimaan peserta didik baru (PPDB) karena penerimaan bukan berdasarkan nomor antrean. "Banyak orang ...

17 jam50 menit Antaranews

ANTARA NEWS

BUMN didorong segera menyerahkan arsip ke ANRI

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) segera menyerahkan arsip yang dimiliki ke lembaganya sesuai kewajiban yang diatur dalam Undang-Undang tentang Kearsipan. "Kami sangat ...

17 jam51 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Malam apresiasi MRT Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Bawesdan (tengah) berpose bersama dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii (kanan) dan Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar (kiri) saat malam apresiasi MRT Jakarta, Rabu ...

17 jam51 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Menteri: Prancis dan Jerman tingkatkan usaha kurangi ketegangan Iran

Prancis dan Jerman akan meningkatkan usaha-usaha mereka mengurangi ketegangan mengenai Iran, tetapi waktu terus berjalan dan resiko perang tidak dapat dikesampingkan, kata dua menteri dari negara-negara itu pada ...

17 jam51 menit Antaranews

GOinggris - Bahasa Inggris Online

ANTARA NEWS

Ahli PBB: ada bukti Pangeran Arab bertanggung jawab di kasus Khashoggi

Seorang penyidik hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengatakan pada Rabu bahwa ada bukti yang menunjukkan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohamed bin Salman dan pejabat-pejabat senior lainnya bertanggung jawab ...

17 jam51 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Dua remaja tewas tenggelam di Sungai Citepus Sukabumi

Dua remaja warga Desa Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tewas setelah tenggelam di Sungai Citepus saat berenang usai acara memasak bersama keluarganya pada Rabu. "Kedua jasad korban berhasil dievakuasi dari sungai ...

17 jam51 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Enam maskapai pindah ke Kertajati, operasional bandara diperpanjang

PT Angkasa Pura II akan memperpanjang jam operasional Bandara Kertajati seiring dengan pemindahan enam maskapai yang akan beroperasi di bandara yang terletak di Majalengka, Jawa Barat, itu. “PT Angkasa Pura II (Persero) ...

17 jam51 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Tambah 5 guru besar, ULM miliki 49 profesor

Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kini memiliki 49 profesor, setelah lima orang akademinya dipastikan merengkuh jenjang karir tertinggi sebagai guru besar. "Pengukuhan lima guru besar sekaligus akan berlangsung Kamis ...

17 jam51 menit Antaranews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko.