TRIBUNNEWS

Jadwal Pertandingan Hari Ini, Dua Laga Terakhir Fase Grup Piala Presiden dan Pekan 31 Liga Inggris

Jadwal pertandingan hari ini, Dua laga terakhir Piala Presiden dan Pekan 31 Liga Inggris, Sabtu (16/3/2019).

14 jam19 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Tips Mengatasi Sulit Tidur bagi Ibu Hamil

Olahraga ringan akan merilekskan otot-otot tubuh dan meningkatkan kualitas tidur saat hamil bagi orang yang menjalaninya.

14 jam19 menit Tribunnews

ANTARA NEWS

Rinov/Pitha melangkah ke semifinal Swiss Terbuka 2019

Pasangan ganda campuran Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari berhasil melangkah ke babak semifinal turnamen bulu tangkis level super 300 Yonex Swiss Terbuka 2019. Dalam pertandingan yang berlangsung di stadion St, ...

14 jam19 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Presiden Palestina kutuk penembakan massal di masjid Selandia Baru

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengutuk pembunuhan puluhan orang dalam penembakan massal di dua masjid yang dipenuhi orang yang menunaikan Shalat Jumat di Kota Christchurch, Selandia Baru. "Kami mengutuk serangan ...

14 jam19 menit Antaranews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

AKSI KORPORASI : WTON Bakal Lepas Saham Treasury 2019

Bisnis, JAKARTA? Entitas anak PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Wijaya Karya Beton Tbk., berencana melepas saham treasury milik perseroan sekitar 377,15 juta lembar pada 2019.

14 jam19 menit Bisnis

GOinggris - Bahasa Inggris Online

BISNIS

BANK PANIN MASUK STATUS BUKU IV : Bank Besar Berebut Pasar

Bisnis, JAKARTA ? Jumlah bank bermodal besar semakin bertambah dengan keberadaan PT Bank Pan Indonesia Tbk. yang masuk dalam kategori BUKU IV bersama lima bank lainnya. Kompetisi antarbank jumbo di Tanah Air diyakini akan lebih ketat dalam berebut segmen pasar.

14 jam19 menit Bisnis

BISNIS

STRATEGI PERUSAHAAN : Emiten Rumah Sakit Ekspansif

Bisnis, JAKARTA ? Sejumlah emiten pengelola rumah sakit gencar melakukan ekspansi usaha, baik melalui pembangunan baru maupun akuisisi guna meningkatkan kinerja pada tahun ini.

14 jam19 menit Bisnis

BISNIS

HARGA KOMODITAS : Minyak Kian Panas Dipicu Pemangkasan Pasokan

Bisnis, JAKARTA ? Harga minyak siap mengalami reli penguatan terbaiknya pada bulan ini seiring dengan dijadwalkannya pertemuan para produsen minyak mentah dunia terkait dengan rencana perpanjangan kebijakan pemangkasan pasokan.

14 jam19 menit Bisnis

BISNIS

PENYALURAN KREDIT : Pemerintah Genjot Pembiayaan Ultra Mikro

Bisnis, SERANG ? Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan kredit ultra mikro bagi pelaku usaha yang belum terjangkau akses kredit perbankan.

14 jam19 menit Bisnis

BISNIS

EKONOMI KREATIF : Bisnis Kuliner Tak Sekadar Enak, tapi Soal Pengetahuan

Tradisi masyarakat Indonesia yang suka makan dan senang mencoba jenis makanan baru membuat potensi bisnis kuliner begitu menggiurkan. Terlebih lagi, pada saat ini, kuliner menjadi penyumbang produk domestik bruto atau PDB terbesar pada ekonomi kreatif.

14 jam19 menit Bisnis

GOinggris - Bahasa Inggris Online

BISNIS

NERACA PERDAGANGAN MIGAS : Penjualan Minyak Kontraktor ke Pertamina Tekan Impor

JAKARTA ? Kebijakan pemerintah yang mendorong kontraktor kontrak kerja sama untuk menjual minyak mentah ke PT Pertamina (Persero) mampu mengurangi defisit neraca perdagangan migas.\n

14 jam19 menit Bisnis

BISNIS

RUAS TOL DI SUMATRA UTARA : Hutama Peroleh Dukungan Konstruksi 35 Km

Bisnis, JAKARTA ? PT Hutama Karya (Persero) melansir pembangunan jalan tol Kuala Tanjung?Tebing Tinggi?Parapat bakal mendapat dukungan konstruksi sepanjang 50 kilometer atau 35% dari total panjang ruas 143 kilometer. \n

14 jam19 menit Bisnis

BISNIS

LAPORAN DARI HUNGARIA : DPR Lobi Keringanan Bea Masuk Kopi ke Hungaria

Bisnis, BUDAPEST ? Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR meminta Parlemen Hungaria untuk mempermudah perdagangan kedua negara.\n

14 jam19 menit Bisnis

BISNIS

PERDAGANGAN ELEKTRONIK : JD.ID Ekspansi Gudang

Bisnis, JAKARTA ? JD.ID, perusahaan dagang elektronik yang terafiliasi dengan JD.com, berencana untuk terus memperluas gudang logistik guna menambah kapasitas penyimpanan dan mempercepat proses pengiriman barang.\n

14 jam19 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko.