ANTARA NEWS

MK tolak permohonan Adhan-Hardi

Mahkamah Konstitusi (MK) dalam amar putusannya menolak permohonan dari pasangan calon Wali Kota (Cawali) dan calon Wakil Wali Kota (Cawawali) Gorontalo, Adhan Dambea-Hardi Saleh Hemeto, yang dibacakan dalam sidang gugatan di MK, ...

16 jam33 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Capres & Cawapres Untuk 2019

Batas waktu pendaftaran calon presiden dan wakil presiden akhirnya memunculkan dua pasangan kandidat untuk bersaing memperebutkan kursi RI 1 dan RI 2 dalam Pilpres 2019, yaitu Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dan Prabowo ...

16 jam33 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Ubud Village Jazz Festival

Kelompok musik asal Korea, A-Fuzz, tampil dalam "Ubud Village Jazz Festival 2018" di Ubud, Gianyar, Bali, Jumat (10/8/2018). Hari pertama festival bertajuk "Freedom of Expression" tersebut menampilkan sejumlah ...

16 jam33 menit Antaranews

ANTARA NEWS

PMI galang donor darah untuk korban gempa

Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember, Jawa Timur menggalang donor darah untuk korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). "Sebenarnya ini inisiatif UDD PMI pusat, sehingga ...

16 jam33 menit Antaranews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

ANTARA NEWS

Kementan selamatkan ribuan sapi terdampak gempa lombok

Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan bantuan 20 ton pakan ternak untuk menyelamatkan 2.107 ekor sapi terdampak gempa bumi berkekuatan 7 pada Skala Richter (SR) yang mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu ...

16 jam33 menit Antaranews

GOinggris - Bahasa Inggris Online

ANTARA NEWS

Peserta SMN Sumsel bawa misi budaya

Sebanyak 20 orang peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2018 Sumatera Selatan membawa misi budaya selama berkunjung ke Surabaya, Jawa Timur, 13 - 18 Agustus 2018. "Siswa Mengenal Nusantara (SMN) pada dasarnya program ...

16 jam33 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Pameran Small Thing High Value

Pengunjung melihat karya seni yang dipajang saat pembukaan pameran seni rupa "Small Thing High Value" di Galeri Visma Art, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (10/8/2018). Pameran yang berlangsung hingga 10 September 2018 ...

16 jam33 menit Antaranews

ANTARA NEWS

SMN Gorontalo dibekali pengetahuan jurnalistik-vlog

24 pelajar SMA/SMK peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) Gorontalo yang akan berangkat ke Provinsi Lampung dibekali pengetahuan menulis berita dan artikel, foto jurnalistik dan video blog, Rabu. Kepala Biro Antara Gorontalo, ...

16 jam33 menit Antaranews

ANTARA NEWS

BMKG: Gempa susulan di lombok 474 kali

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 474 gempa susulan dengan jumlah yang dirasakan warga Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebanyak 20 kejadian hingga Jumat pukul 18.00 WITA. Gempa ...

16 jam33 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Ungkap Kasus Kejahatan

Polisi menunjukkan sejumlah tersangka dan barang bukti saat ungkap kasus kejahatan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (10/8/2018). Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya beserta jajaran Polsek ...

16 jam33 menit Antaranews

GOinggris - Bahasa Inggris Online

KONTAN

Emas mini: investasi atau sekadar uji nyali

Membedah tawaran produk logam mulia terkecil di dunia produksi PT Juliana Shafira Gemilang

16 jam33 menit Kontan

KONTAN

Genjot kunjungan pariwisata, ini strategi yang dilakukan Dubai

Dubai Tourism terus berinovasi dan melakukan promosi pemasaran pariwisata yang sesuai. 

16 jam33 menit Kontan

KONTAN

Ekonomi Turki makin gawat, aksi jual melanda Wall Street

Krisis mata uang Turki, lira, menimbulkan aksi jual di bursa saham global termasuk bursa Wall Street

16 jam33 menit Kontan

KONTAN

Dukung kebijakan energi nasional, Adaro gunakan biodiesel dalam operasional tambang

PT Adaro Energy menjalankan program pemerintah untuk menggunakan biodiesel.

16 jam33 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko.