BISNIS

Film Mission Impossible: Fallout Akan Rilis Di Paris

Film ke-6 waralaba "Mission: Impossible", akan diputar perdana di Paris pada Kamis (12/7/2018). Film dengan judul "Mission: Impossible - Fallout" akan dibintangi oleh aktor legendaris Tom Cruise sebagai agen mata-mata Ethan Hunt.

12 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Inflasi AS Bulan Juni di Bawah Perkiraan

Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan indeks harga konsumen (Consumer Price Index) naik 0,1% dari bulan sebelumnya setelah kenaikan 0,2% pada bulan Mei, sementara IHK inti yang tidak termasuk makanan dan energi naik 0,2%.

12 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Fee Derivatif Dipangkas, Ini Tanggapan Anggota Bursa

Keputusan PT Bursa Efek Indoensia (BEI) yang menghapus biaya transaksi Anggota Bursa (AB) dalam perdagangan produk derivatif disambut positif.

12 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Aktris Kylie Jenner Akan Menjadi Miliarder Termuda Versi Forbes

Bintang televisi Kylie Jenner berpotensi menjadi miliarder termuda di Amerika Serikat berkat perusahaan kosmetik yang dia rintis dua tahun lalu.

12 jam49 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Masuk Tol SragenKartasura Mulai Pekan Depan, Bayar

Tarif jalan tol SoloMantinganNgawi segmen SragenKartasura sepanjang 35,20 kilometer siap diberlakukan setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Minggu, 15 Juli 2018.

12 jam49 menit Bisnis

GOinggris - Bahasa Inggris Online

BISNIS

Penawaran Awal KIK-EBA Garuda Indonesia (GIAA) Diperpanjang

Penawaran awal atau bookbuilding Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun (KIK EBA) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp4 triliun diperpanjang hingga 19 Juli 2018.

12 jam49 menit Bisnis

BISNIS

HARGA EMAS 13 JULI: Spot Comex Fluktuatif Pagi Ini

Pergerakan harga emas Comex terpantau fluktuatif pada perdagangan pagi ini, Jum\'at (12/07/2018).

12 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Bukan MacBook, Ini Laptop Terbaik Bagi Traveller

MacBook dan MacBook Pro telah lama menjadi sorotan para pecinta tech savvy alias penggemar gadget. Namun, meski keduanya lebih kuat, laptop keluaran Apple Inc. ternyata dinilai tidak nyaman bagi wisatawan yang sering bepergian.

12 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Wall Street Menguat, Bursa Asia Lanjutkan Pemulihan

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang naik 0,2% setelah menguat 0,6% pada hari Kamis. Indeks S&P/ASK Australia juga naik 0,2%, sementara indeks saham Jepang Nikkei 225 menguat 1,2%.

12 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Trump Kritik Theresa May Soal Brexit

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras kepada Perdana Menteri Inggris Theresa May pada hari Jumat (13/7/2018) dengan mengatakan Brexit yang lunak akan mengakhiri harapan dari kesepakatan perdagangan dengan AS.

12 jam49 menit Bisnis

GOinggris - Bahasa Inggris Online

BISNIS

Bali Jadi Proyek Rintisan Teknologi Blockchain dan IndoCoin

Bali akan menjadi proyek rintisan penerapan teknologi blockchain yang memberdayakan masyarakat, perusahaan, dan memperkuat tata kelola keuangan yang lebih baik.

12 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Dijegal Kroasia, FIFA Selidiki Ujaran Diskriminatif Pendukung Inggris

Badan sepak bola dunia (FIFA) mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki kemungkinan adanya ujaran-ujaran diskriminatif suporter Inggris sepanjang pertandingan babak semifinal Piala Dunia melawan Kroasia pada Rabu.

12 jam49 menit Bisnis

JPNN.

Baru Ganti Lensa, Tiba-Tiba Ditindih Mandzukic, Dicium Vida

JPNN.com, MOSCOW - Perayaan gol Kroasia ke gawang Inggris yang dicetak Mario Mandzukic, Kamis (12/7) dini hari WIB melibatkan seorang fotografer AFP, Yuri Cortez. Kok bisa?

12 jam49 menit Jpnn

JPNN.

Inggris Kena Denda Rp 947 Juta Gara-Gara Kaus Kaki

JPNN.com, MOSCOW - FIFA memberikan sanksi denda kepada Timnas Inggris sebesar GBP 50 ribu atau setara dengan Rp 947 juta. Ini bukan gara-gara permainan keras, tapi karena kaus kaki.

12 jam49 menit Jpnn

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko.