BISNIS

DIVESTASI SAHAM FREEPORT: Pemerintah Fokus Harga dan Struktur

Bisnis.com, JAKARTA Pemerintah hari ini menandatangani pokok-pokok perjanjian terkait penjualan saham Free McMoranRan Inc. (FCX) dan hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PTFI) ke PT Indonesia Asahan Alumunium (INALUM).

17 jam3 menit Bisnis

BISNIS

Polisi Tangkap Lima Pembegal Ojek Online di Bali

Polisi Tangkap Lima Pembegal Ojek Online di Bali

17 jam3 menit Bisnis

BISNIS

Pemerintah Perlu Mulai Mitigasi Risiko Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan

Bisnis.com, JAKARTA Ekonom menilai pemerintah perlu mulai memitigasi risiko pertumbuhan ekonomi pada tahun depan.

17 jam3 menit Bisnis

BISNIS

CPO Sentuh Harga Terendah Dalam Dua Tahun

Harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil di terus anjlok ke level terendahnya selama lebih dari dua tahun karena permintaan menyusut dan terkena dampak dari perang dagang Amerika Serikat dan China.

17 jam3 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Impor CPO India Merosot, Sentimen Negatif Berlanjut

mpor minyak kelapa sawit India kemungkinan akan merosot untuk bulan kedua pada Juni karena jumlah cadangan minyak gorengnya yang melimpah membuat permintaan dari trader India tertahan.

17 jam3 menit Bisnis

GOinggris - Bahasa Inggris Online

BISNIS

Kurangi Defisit, Pemerintah Perluas Penggunaan Biodiesel B20

Bisnis.com, JAKARTA Setelah memutuskan sejumlah startegi yang akan digunakan untuk mengurangi defisit neraca perdagangan. Pemerintah mulai serius melakukan implementasinya.

17 jam3 menit Bisnis

BISNIS

Moeldoko Berharap Media Siber Jadi Jembatan Komunikasi Pemerintah Dengan Publik

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berharap menjamurya media siber di Indonesia membawa dampak posKepala Staf Kepresidenan Moeldoko berharap menjamurya media siber di Indonesia membawa dampak positif sebagai jembatan dan saluran komunikasi antara pemerintah dan publik.itif sebagai jembatan dan saluran komunikasi antara pemerintah dengan publik

17 jam3 menit Bisnis

BISNIS

Pasar Komoditas Gas Alam Cair Berharap Harga Makin Transparan

Industri gas alam cair atau LNG senilai US$230 miliar dolar AS perlahan mendapat pencerahan seiring dengan para trader global yang mendesak transparansi di pasar yang sedang menggema.

17 jam3 menit Bisnis

BISNIS

MK Diyakini Periksa Uji Materi yang Diajukan Hary Tanoesudibjo

Mahkamah Konstitusi diyakini akan memeriksa pokok permohonan Partai Persatuan Indonesia atau Perindo yang menggugat norma pembatasan masa jabatan presiden dan wakil presiden.

17 jam3 menit Bisnis

BISNIS

Melirik Potensi Pasar Jamu di Kancah Internasional

Peluang ini tentu tidak disia-siakan oleh salah satu produsen jamu di Indonesia PT Jamu Air Mancur yang baru saja mendapatkan sertifikat ISO 9001: 2015.

17 jam3 menit Bisnis

GOinggris - Bahasa Inggris Online

BISNIS

Panasonic Bakal Kurangi Kandungan Kobalt dalam Baterai

Panasonic Corp. berencana akan mengurangi kandungan logam kobalt hingga setengahnya dari baterai yang diproduksi untuk kendaraan listrik dalam dua hingga tiga tahun kedepan seiring dengan para produsen baterai yang ingin mengurangi biaya operasi.

17 jam3 menit Bisnis

BISNIS

Target 1 Juta Lot, Transaksi SPA Rifan Financido Sudah Tembus 60%

PT Rifan Financindo Berjangka membukukan transaksi mencapai 60% sepanjang semester I/2018 dari target 1 juta lot sepanjang tahun ini.

17 jam3 menit Bisnis

BISNIS

Meski Gagal ke Final, Tim Inggris Tetap Dapat Pujian Termasuk dari Mourinho

Meski Gagal ke Final, Tim Inggris Tetap Dapat Pujian Termasuk dari Mourinho

17 jam3 menit Bisnis

BISNIS

Valuasi Saham Mahkota Group (MGRO) Dinilai Menarik, Ini Alasannya

Emiten perkebunan PT Mahkota Group Tbk. (MGRO) diproyeksi memiliki valuasi saham yang menarik seiring dengan proyeksi peningkatan kinerja pada 2019.

17 jam3 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko.