Sambut HUT ke-75 RI, KAI beri diskon tiket untuk 13 KA jarak jauh

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan diskon tiket perjalanan KA jarak jauh dalam rangka menyambut HUT ke-75 RI. "Layanan ini merupakan perwujudan dari komitmen Kereta Api untuk Indonesia. KAI memberikan potongan harga ...
« Kembali Baca berita lengkap »

ANTARA NEWS

Wapres sebut pemerintah sudah siapkan skema subsidi pulsa internet

Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin menyebut pemerintah sudah menyiapkan skema subsidi untuk pulsa internet bagi siswa yang tidak mampu atau yang layak dibantu. “Itu sudah diputuskan. Tinggal teknis ...

23 jam29 menit Antaranews

KONTAN

Usai Lee Seung Gi aktor Vagabond, bintang Extracurricular Park Joo Hyun gabung Mouse?

Inilah cerita menarik di drama Korea alias drakor Mouse yang tak kalah seru dari Vagabond dan series Extracurricular Netflix.

23 jam29 menit Kontan

KONTAN

Siap libas medan ekstrem, ini harga sepeda Polygon Syncline C5

Sepeda Polygon Syncline C5 siap melibas medan ekstrem. Cek harga sepeda XC itu di sini.

23 jam29 menit Kontan

KONTAN

Bisa berujung perceraian, ini faktor paling umum penyebab sexless marriage

Mengetahui lebih dini penyebab sexless marriage agar lebih cepat teratasi.

23 jam30 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Bidik investor mikro, Raiz Invest menawarkan diversifikasi produk

PT Raiz Invest Indonesia akan meluncurkan beberapa produk baru tahun ini.

23 jam30 menit Kontan

KONTAN

Ekonomi minus 5,32% tak jadi hambatan penguatan IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 52,05 poin atau 1,03% ke level 5.127,05 pada akhir perdagangan Rabu (5/8).

23 jam30 menit Kontan

KONTAN

Ciputra (CTRA) & Pakuwon (PWON) tetap jadi pilihan di tengah tekanan sektor properti

Kinerja emiten sektor properti cenderung tertekan pada semester pertama 2020.

23 jam30 menit Kontan

KONTAN

Marketing sales tetap naik selama pandemi, ini rekomendasi saham Puradelta (DMAS)

Marketing sales Puradelta Lestari (DMAS) sebesar Rp 1,05 triliun di semester I 2020.

23 jam30 menit Kontan

KONTAN

Begini dampak pandemi Covid-19 terhadap perusahaan pembiayaan syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan syariah di bulan Mei 2020 hanya Rp 14,49 triliun

23 jam31 menit Kontan

KONTAN

Jaga likuiditas, multifinance kembali rilis obligasi

Perusahaan pembiayaan kembali merilis obligasi guna mendukung likuiditas.

23 jam31 menit Kontan

KONTAN

Bisnis asuransi syariah dinilai prospeknya masih positif

OJK mencatat per Mei 2020 kontribusi (premi) bruto asuransi jiwa syariah sebesar Rp 5,31 miliar

23 jam31 menit Kontan

KONTAN

Sempet tertekan, ROI DPLK mulai tumbuh positif pada Juni 2020

Dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) Syariah Muamalat misalnya, pada Juni 2020 mencatat peningkatan ROI menjadi 1,83% yoy. 

23 jam31 menit Kontan

KONTAN

Perbankan optimistis target pertumbuhan kredit 4% bisa dicapai, disokong bank BUMN

Pertumbuhan kredit hingga 4% kemungkinan besar bakal ditopang oleh bank pelat merah.

23 jam31 menit Kontan

KONTAN

Ekonom dan analis menilai target pertumbuhan kredit 4% sulit dicapai, apa alasannya?

Analis dan ekonom menilai target pertumbuhan kredit tahun ini sebesar 4% sulit tercapai.

23 jam31 menit Kontan

KONTAN

Hore, Sri Mulyani tambah diskon tarif PPh 25 jadi 50%

Pemerinta bakal meningkatkan tarif diskon pajak penghasilan (PPh) Pasal 25 dari 30% menjadi 50%.

23 jam32 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Jaksa Agung ST Burhanuddin merotasi beberapa pejabat eselon I

Tak ada kaitan dengan penanganan kasus, Jaksa Agung rotasi jabatan eselon I

23 jam32 menit Kontan

KONTAN

BPS ungkap sejumlah indikator perbaikan ekonomi di kuartal III-2020, apa saja?

BPS optimistis perekonomian Indonesia ke depan bisa membaik karena indikator tertentu sudah membaik pada Juni 2020.  

23 jam32 menit Kontan

KONTAN

Ini upaya kemenaker dukung penerapan tatanan kenormalan baru sektor ketenagakerjaan

Pemerintah telah menerapkan tatanan kenormalan baru untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional

23 jam32 menit Kontan

KONTAN

Covid-19 masih membayangi stabilitas sistem keuangan, KSSK tingkatkan kewaspadaan

KSSK mengungkapkan stabilitas sistem keuangan di kuartal II-2020 berada dalam kondisi normal. 

23 jam32 menit Kontan

KONTAN

Guyur Rp 238 triliun demi pulihkan ekonomi, stimulus diperluas untuk empat hal ini

Anggaran sekitar Rp 238 triliun untuk menyokong pemulihan ekonomi itu akan diperluas ke dalam empat stimulus.

23 jam32 menit Kontan

JPNN.

Mengejutkan, Inilah Hasil Penyelidikan Awal dari Ledakan Lebanon

JPNN.com, BEIRUT - Pemerintah Lebanon terus memperbarui informasi terkait penyelidikan malapetakan ledakan dahsyat di Beirut, Selasa (4/8) waktu setempat.

23 jam33 menit Jpnn

JPNN.

Wow, Belanja Pemain City Gila-gilaan Nih..

JPNN.com, INGGRIS - Manchester City dilaporkan akan mendatangkan setidaknya lima pemain selama bursa transfer musim panas dan ingin merampungkan aktivitas jual beli pemain di awal musim baru yang akan digelar 12 September nanti.

23 jam33 menit Jpnn

JPNN.

PDB Pertanian Melesat Positif di Triwulan II

JPNN.com, JAKARTA - Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian justru melesat positif hingga mencapai 16,24 persen pada triwulan II (Q to Q), di tengah melemahnya perekonomian Indonesia akibat pandemi Covid-19.

23 jam33 menit Jpnn

JPNN.

Sri Mulyani Optimistis Penyerapan Anggaran Bakal Meningkat

JPNN.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan terus meningkatkan kemampuan belanja kementerian/lembaga maupun daerah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan menghadapi pandemi Covid-19. Dia memprediksi dalam satu dua pekan ke depan akan terjadi peningkatan realisasi anggaran.

23 jam33 menit Jpnn

JPNN.

Cegah Covid-19, Ketum TP PKK Pusat Ingatkan Masyarakat untuk Gunakan Masker

JPNN.com, INDRAMAYU - Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Tri Tito Karnavian mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran dan penularan Covid-19.

23 jam34 menit Jpnn