Destinasi yang cocok untuk pendaki dan penggemar sepeda

Setelah diam di rumah selama berbulan-bulan, para wisatawan memimpikan destinasi yang aman tapi juga menyajikan panorama indah untuk liburan seperti pegunungan atau pedesaan. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Booking.com, ...
« Kembali Baca berita lengkap »

ANTARA NEWS

Aston Martin uji sepeda motor pertama AMB 001

Produsen mobil mewah Inggris, Aston Martin memulai pengujian sepeda motor pertama mereka, AMB 001 yang menurut rencana akan dikirimkan kepada konsumen pada akhir tahun 2020. Tunggangan bernama lengkap "AMB 001 by Aston ...

33 menit Antaranews

ANTARA NEWS

DPRD Cianjur sampaikan aspirasi warga menolak RUU HIP ke DPR

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Cianjur, Jawa Barat (Jabar) menyampaikan aspirasi warga Cianjur yang sempat menggelar aksi unjuk rasa menolak disahkannya Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) ke DPR ...

33 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Beli motor roda tiga ini, gratis service selamanya

PT Asean Motor International sebagai APM sekaligus Main Dealer Nasional Motor Roda Tiga merk HTM dan APPKTM Gajah, memberikan program servis gratis seumur hidup bagi para konsumen yang membeli kendaraan roda tiga ...

33 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Cek ya, ini tempat perpanjangan SIM Keliling Kamis ini

Polda Metro Jaya kembali menghadirkan layanan perpanjangan SIM Keliling pada Kamis (25/6) di lima wilayah administrasi kota tentunya dengan penerapan protokol kesehatan. Layanan SIM Keliling itu dimulai pukul 08.00- 15.00 WIB, ...

34 menit Antaranews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Kupon Menarik, Target Minimal ORI017 Hampir Tercapai

Selain faktor kupon, ORI017 yang em>tradable /em> memicu minat investor ritel.

34 menit Kontan

KONTAN

Cadangan AS dan Kasus Corona Naik, Harga Minyak Berbalik Turun

Sepekan ke depan harga minyak akan bergerak antara US$ 35 per barel hingga US$ 40 per barel.

34 menit Kontan

KONTAN

Perdamaian Benny Tjokro dengan Nasabah Disetujui

Benny Tjokrosaputro bisa sedikit bernafas lega setelah pengadilan mengabulkan perjanjian perdamaian dengan para kreditur

34 menit Kontan

KONTAN

Kinerja Perusahaan Modal Ventura Masih Menanjak

Kinerja perusahaan modal ventura mampu bertumbuh di tengah pandemi korona

34 menit Kontan

KONTAN

Peringkat Dipangkas Moody's, Saham WIKA Masih Layak Beli?

Kinerja PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) diperkirakan mulai membaik di kuartal III-2020.

34 menit Kontan

KONTAN

Gara-Gara Corona, NPL Pegadaian Sempat Meroket

Pandemi virus corona menekan bisnis PT Pegadaian

34 menit Kontan

KONTAN

Mitra Keluarga (MIKA) Lanjutkan Ekspansi Penambahan Rumah Sakit Baru

Hingga akhir tahun 2020, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) akan menambah dua rumah sakit baru

34 menit Kontan

KONTAN

PPDB Online DKI Jakarta 2020 jalur zonasi dimulai hari Kamis (25/6), buruan daftar

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai membuka PPDB Online DKI Jakarta hari ini Kamis (25/6).

35 menit Kontan

KONTAN

Krisis melanda negara-negara produsen pemain bola dunia

Mulai dari Italia, Spanyol, Prancis, Meksiko Inggris, Brasil hingga Argentina mengalami pertumbuhan ekonomi negatif tahun ini.

35 menit Kontan

KONTAN

Kecelakaan pesawat di Pakistan Mei 2020 akibat corona, ini penjelasannya

Pilot dan co-pilot sibuk membahas corona sehingga lalai menerapkan prosedur pendaratan pesawat

35 menit Kontan

KONTAN

Tak didukung Anwar Ibrahim, bagaimana peluang Mahathir jadi PM Malaysia ketiga kali?

Mahathir putuskan kerjasama dengan Anwar Ibrahim

35 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Hubungan memanas, Mahathir ogah kerja sama lagi dengan Anwar Ibrahim

Hubungan dua politisi senior Malaysia  Mahathir Mohamad dan Pemimpin Oposisi Anwar Ibrahim semakin memanas.

35 menit Kontan

KONTAN

IMF : Pandemi corona merontokkan ekonomi global lebih besar dari perkiraan

IMF memperkirakan ekonomi global akan merosot 4,9% tahuh 2020

35 menit Kontan

KONTAN

Sudah damai, China klaim lagi kedaulatan sah Lembah Galwan, bagaimana respon India?

China mengklaim, pihaknya memiliki kedaulatan atas wilayah Lembah Galwan.

35 menit Kontan

KONTAN

IHSG diprediksi menguat, simak rekomendasi untuk ADRO, SCMA, dan TLKM

IHSG menguat 1,75% atau 85,60 poin ke level 4.964,73, Rabu (24/6).

35 menit Kontan

KONTAN

Ini 10 saham paling banyak dikoleksi investor asing kemarin Rabu (24/6)

Ini 10 saham net buy paling banyak investor asing pada perdagangan Rabu (24/6) saat IHSG menguat 1,75% ke level 4.964.735 .

35 menit Kontan

KONTAN

Pefindo menurunkan peringkat Modernland Realty (MDLN) menjadi CCC

span class= nanospell-typo >I /span>mplikasi negatif Modernland (MDLN) menunjukkan risiko penurunan peringkat lebih lanjut.

35 menit Kontan

KONTAN

Harga private placement BSDE lebih rendah, Maybank Kim Eng tetap sarankan beli

Usai private placement dana kas BSDE akan bertambah dan bisa digunakan bertahan di saat likuiditas lemah. 

35 menit Kontan

KONTAN

Harga emas naik tipis setelah terkoreksi tipis dari level tertinggi

Kamis (25/6) pukul 6.52 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.762,26 per ons troi, naik 0,06% ketimbang hari sebelumnya.

36 menit Kontan

KONTAN

Saham big cap: SMMA masuk big cap lagi, BMRI dan BBRI naik tertinggi

IHSG bangkit menguat 1.75% menjadi 4.964,74, Rabu (24/6). IHSG menguat karena mayoritas saham big cap menguat.

36 menit Kontan

KONTAN

Naik tipis, harga minyak masih tertekan kenaikan persediaan AS

Harga minyak tak kuat bertahan di atas level US$ 40 per barel.

36 menit Kontan