BPR optimistis bertahan di masa pandemi

Pelaku industri perbankan khususnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menyatakan optimistis mampu bertahan di masa pandemi COVID-19 meskipun dampaknya berimbas pada kinerja. Untuk menyiasati hal itu, Direktur Utama BPR Intidana ...
« Kembali Baca berita lengkap »

ANTARA NEWS

Jam operasional LRT Jakarta diperpanjang

ANTARA - PT Lintas Rel Terpadu Jakarta memperpanjang operasional layanan di masa transisi PSBB. Jam operasional LRT  dimulai pukul 05.30 - 21.00. Sebelumnya, selama penerapan PSBB,  layanan LRT Jakarta hanya beroperasi ...

21 jam49 menit Antaranews

ANTARA NEWS

PUPR: "Outstanding" FLPP yang akan dialihkan ke Tapera Rp40 triliun

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut outstanding Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang akan dialihkan ke Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera sebesar Rp40 triliun. "Selama ini ...

21 jam49 menit Antaranews

KONTAN

Berikut manfaat infused water lemon dan jeruk nipis untuk kesehatan Anda

Infused water lemon dan jeruk nipis berkhasiat untuk meningkatkan daya taha  tubuh. 

21 jam49 menit Kontan

KONTAN

Sepeda balap Pacific tangguh dan handal, harganya? Tidak buat kantong bolong

Sepeda balap Pacific tangguh dan handal. Sepeda balap buatan anak negeri ini dibanderol dengan harga bersahabat. 

21 jam50 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

RUPST Garuda Indonesia (GIAA) sepakati laporan keuangan 2019 hingga tantiem

Dihadiri 90,2% pemegang saham, RUPS PT Garuda Indonesia Tbk sepakati semua mata acara dari kinerja 2019 sampai tantiem.

21 jam50 menit Kontan

KONTAN

Rupiah menguat 5,01% dalam sepekan, ini sentimen yang jadi penopang

Rupiah berhasil ditutup menguat ke level Rp 13.787 per dolar AS, naik 5,01% dibandingkan penutupan rupiah di pekan lalu

21 jam50 menit Kontan

KONTAN

Mau rights issue, kepemilikan investor PT Acset Indonusa (ACST) bisa terdilusi 95,54%

ACST akan menerbitkan 15 miliar saham baru

21 jam50 menit Kontan

KONTAN

IHSG hari ini menguat didorong bursa global

IHSG berhasil ditutup menguat 31.078 poin atau 0,63% ke level 4.947,78 pada perdagangan hari Jumat (5/6). 

21 jam50 menit Kontan

KONTAN

Cetak rugi di kuartal I, Chandra Asri Petrochemical (TPIA) tetap optimistis

Industri petrokimia masih menjanjikan bagi kinerja Chandra Asri Petrochemical (TPIA) di sisa tahun ini. 

21 jam50 menit Kontan

KONTAN

Terus perkasa, ini sentimen yang topang rupiah di pekan depan

Para analis memperkirakan, rupiah di pekan depan masih dalam tren penguatan.

21 jam50 menit Kontan

KONTAN

Empat saham ini disebut dalam sidang perdana Jiwasraya, begini kata analis

Saham PPRO, SMBR, SMRU, dan BJBR disebut-sebut dalam sidang pertama kasus korupsi di Asuransi Jiwasraya.

21 jam51 menit Kontan

KONTAN

OPEC+ kembali bertemu di akhir pekan, harga minyak mentah kembali meroket

Harga minyak Brent berjangka berhasil tembus ke atas US$ 40 per barel dan WTI ke US$ 38 per barel 

21 jam51 menit Kontan

KONTAN

BCA getol kucurkan kredit antar bank, ini kata manajemen

BCA getol kucurkan kredit antar bank.

21 jam51 menit Kontan

KONTAN

Hore, pengemudi Grab dapat keringan cicilan dari OTO Group

Di saat pandmei corona, pengemudi Grab dapat keringan cicilan dari OTO Group  

21 jam51 menit Kontan

KONTAN

Jemaah haji batal berangkat, premi asuransi haji Rp 2,21 miliar tak jadi keluar

Pemenang penyelanggara asuransi haji diputuskan melalui mekanisme lelang.

21 jam51 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Yusril Ihza Mahendra akan pidanakan penyebar hoax Bank Mayapada bermasalah

Yusril Ihza Mahendra akan pidanakan penyebar hoax Bank Mayapada bermasalah.

21 jam51 menit Kontan

KONTAN

Dirut Garuda Indonesia (GIAA) minta aturan protokol penerbangan dilonggarkan

Dirut Garuda Indonesia (GIAA) minta agar Kemenhub dan Gugus Tugas untuk melonggarkan aturan terbang maskapai.

21 jam52 menit Kontan

KONTAN

BP Tapera targetkan ada 13 juta peserta di tahun 2024

BP Tapera sudah membuat roadmap untuk peserta Tapera dalam tiga periode hingga 2024 mendatang

21 jam52 menit Kontan

KONTAN

Kepemilikan SBN oleh BI mencapai Rp 445,4 triliun

Bank Indonesia (BI) mencatat, kepemilikan SBN oleh BI hingga Kamis (4/6), mencapai Rp 445,4 triliun.

21 jam52 menit Kontan

BISNIS

Lebih Berbahaya, Virus Unggas Diklaim Bisa Musnahkan Setengah Populasi Dunia

Dia menjelaskan bahwa hubungan dekat manusia dengan hewan dapat menyebabkan jenis epidemi terburuk. Beberapa penyakit lain seperti Covid-19, flu babi, berasal dari hewan. Flu burung H5NI yang muncul di China pada 1997 nyatanya terjadi lagi pada 2003 dan 2009 di negara lain. Hal ini menunjukkan bahwa virus tersebut tidak sepenuhnya hilang dan kemungkinan wabahnya meningkat.

21 jam52 menit Bisnis

BISNIS

Mal Siap Dibuka Kembali, Saham Sektor Properti Melesat

Di Jakarta, mal akan dibuka kembali pada 15 Juni 2020 dengan syarat menerapkan protokol kesehatan. Sebanyak empat emiten properti pun mencetak kenaikan saham lebih dari 8 persen menyusul kabar tersebut.

21 jam52 menit Bisnis

BISNIS

Ujicoba Obat Covid-19, Saham Perusahaan India Ini Melonjak

AQCH merupakan obat berbahan dasar tanaman pertama yang diizinkan untuk melakukan uji klinis terhadap virus corona oleh badan pengawas obat India

21 jam52 menit Bisnis

BISNIS

Begini Protokol Kesehatan Cegah Covid-19 Untuk Salon dan Spa di Mal

Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengatakan pihaknya telah menyiapkan protokol keseheatan yang menjadi standar operasional prosedur (SOP) bagi penyewa atau tenant di mal atau pusat berbelanjaan, tak terkecuali salon dan spa.

21 jam52 menit Bisnis

BISNIS

Ekonomi Indonesia Bakal Resesi Gara-Gara Pandemi Covid-19? Ini Jawaban Bos BI

Gubernur BI memperkirakan ekonomi diprediksi mengalami penurunan pada kuartal II/2020. Namun, pertumbuhannya akan berangsur-angsur pulih pada kuartal III hingga seterusnya.

21 jam52 menit Bisnis

BISNIS

Gubernur Sulsel Klaim Kurva Penyebaran Covid-19 Menurun, IDI: Perlu Disertai Data Ilmiah

Humas IDI Makassar Wahyudi Muchsin menilai penambahan kasus di Sulsel bahkan terus meningkat signifikan.

21 jam52 menit Bisnis