Tata cara imunisasi saat pandemi COVID-19

Pemberian imunisasi pada anak harus tetap berjalan meski sedang pandemi virus corona. Jika Anda berniat untuk memberikan vaksin pada anak dan keluarga, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Penundaan imunisasi pada bayi ...
« Kembali Baca berita lengkap »

ANTARA NEWS

Bayi singa putih Taman Safari Prigen

Perawat satwa menggendong bayi Singa Putih (Panthera leo) yang berjenis kelamin betina dan bernama Gisel di Taman Safari Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (4/6/2020). Gisel yang lahir normal pada 8 April 2020 dengan berat 1,5 ...

3 jam46 menit Antaranews

KONTAN

Bersih-Bersih Rumah Tanpa Keluar Tenaga

Perusahaan rintisan penyedia jasa kebersihan on demand semakin menjamur di Tanah Air.  

3 jam47 menit Kontan

KONTAN

Balas serangan non-nuklir, Rusia bisa langsung gunakan nuklir

Presiden Vladimir Putin menandatangani dokumen kebijakan pencegahan nuklir

3 jam47 menit Kontan

KONTAN

Rencana akuisisi LVMH terhadap Tiffany & Co diujung tanduk

Pada November 2019, LVMH dan Tiffany & Co sudah sepakat dengan harga pembelian di US$ 135 per saham.

3 jam47 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Di tengah aksi protes di Amerika, tiga polisi terluka akibat diserang

Seorang pria bersenjatakan pisau menikam seorang polisi New York, Amerika Serikat, dan melukai dua petugas lainnya

3 jam47 menit Kontan

KONTAN

Kejaksaan Korea Selatan kembali minta surat penangkapan ahli waris Samsung Group

Lee Jae-yong, ahli waris Samsung Group kembali berhadapan dengan hukum atas dugaan penipuan laporan keuangan dan merger ilegal

3 jam47 menit Kontan

KONTAN

Corona mereda, penjualan Adidas di China tumbuh di atas ekspektasi

Lokcdown dicabut, penjualan Adidas di China kembali tumbuh di atas ekspektasi.

3 jam47 menit Kontan

KONTAN

China: Keputusan Amerika atas Hong Kong langgar aturan WTO

China mengatakan, keputusan Amerika Serikat melepas status perdagangan khusus Hong Kong melanggar aturan WTO

3 jam48 menit Kontan

KONTAN

Pemerintah akan melelang enam seri SBSN dengan target Rp 7 triliun pada 9 Juni

Pemerintah kembali berencana menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara pada Selasa (9/6).

3 jam48 menit Kontan

KONTAN

Turun 21,95%, IHSG merosot paling dalam di kawasan Asia Pasifik

IHSG masih turun 21,95% secara year to date (ytd) atau sejak awal tahun hingga Kamis (4/6).

3 jam48 menit Kontan

KONTAN

IHSG melemah 0,49%, ini 10 saham terbesar yang dilepas investor asing Kamis (4/6)

IHSG melemah 0,49% ke 4.916,70, ini 10 saham terbesar yang dilepas investor asing Kamis (4/6) yakni KLBF dan MAPA.

3 jam48 menit Kontan

KONTAN

Kurs rupiah batal melemah ditopang harapan perbaikan ekonomi setelah masa transisi

Kamis (4/6), kurs rupiah ditutup stagnan di Rp 14.095 per dolar AS dari posisi kemarin.

3 jam48 menit Kontan

KONTAN

Ace Hardware (ACES) menggenjot penjualan di semester kedua 2020

Sebelumnya, Ace Hardware (ACES) menghentikan sementara operasional pada 20 hingga 40 gerai.

3 jam48 menit Kontan

KONTAN

Ini 10 saham terbesar yang dikoleksi investor asing pada perdagangan Kamis (4/6)

Ini 10 saham terbesar yang dikoleksi investor asing pada perdagangan Kamis (4/6) saat IHSG turun 0,49% ke 4.916,70.

3 jam48 menit Kontan

KONTAN

Daya beli melemah, penjualan Summarecon Agung (SMRA) cenderung flat tahun ini

Summarecon Agung (SMRA) membidik target penjualan mencapai Rp 4,5 triliun pada tahun 2020.

3 jam48 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Perbarindo gelar berbagai kegiatan di perayaan hari jadi BPR-BPRS

Perbarindo gelar berbagai kegiatan di hari jadi BPR-BPRS .

3 jam49 menit Kontan

KONTAN

Harus rumah pertama, begini rincian skema Tapera menurut BTN

Landasan hukum operasional Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) sudah diteken

3 jam49 menit Kontan

KONTAN

Pemerintah menargetkan dapat memproduksi vaksin corona di akhir tahun ini

Presiden Joko Widodo mendorong pembuatan vaksin virus corona (Covid-19) secara mandiri

3 jam49 menit Kontan

KONTAN

Molor dari target awal, pemerintah siap terbitkan diaspora bond pada November 2020

Molor dari target awal, pemerintah siap terbitkan diaspora bond pada November 2020.

3 jam49 menit Kontan

KONTAN

Gara-gara corona, KPU kurangi target partisipasi pemilih dalam pilkada jadi 77,5%

Target ini di bawah realisasi pemilu 2019 yang tingkat partisipasi pemilih capai 81%.

3 jam49 menit Kontan

KONTAN

Terbit November, pembelian minimal Diaspora Bond Rp 5 juta

Minimal pemesanan diaspora bond dipatok sebesar Rp 5 juta dan maksimal pembelian Rp 5 miliar

3 jam49 menit Kontan

KONTAN

Bea Cukai Kudus temukan 832.000 batang rokok ilegal, kerugian negara Rp 493 juta

Petugas Bea Cukai Kudus meringkus sebuah mobil yang kedapatan mengangkut rokok ilegal.

3 jam49 menit Kontan

KONTAN

Kegiatan proses belajar mengajar di sekolah zona hijau covid-19 bisa dibuka kembali

Kegiatan proses belajar mengajar di sekolah zona hijau covid-19 bisa dibuka kembali

3 jam49 menit Kontan

KONTAN

Terbitkan diaspora bond, pemerintah gandeng 14 mitra distribusi

Pemerintah akan menerbitkan surat utang baru yaitu obligasi diaspora atau diaspora bond pada November 2020 mendatang.

3 jam49 menit Kontan

BISNIS

New Normal, Kepala Daerah Diminta Patuhi Ketentuan WHO

Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 meminta pemimpin daerah benar-benar mengikuti ketetapan WHO berkaitan dengan status epidemiologi, surveilans dan fasilitas kesehatan ihwal rencana penerapan kenormalan baru atau new normal.

3 jam49 menit Bisnis