VICTON hadirkan kesan dramatis lewat video "Mayday"

Grup idola K-pop VICTON ikut meramaikan dunia musik K-pop lewat single kedua mereka, "Mayday" beserta video musik yang menghadirkan kesan dramatis. Video musik single berdurasi 3:51 menit diunggah di laman YouTube ...
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Sepeda anak Pacific dijual murah meriah, tidak percaya? Cek harga sepeda ini di sini

Sepeda anak Pacific dijual dengan harga murah meriah. Sepeda ini cocok untuk Anda yang lagi ingin berhemat. 

12 jam26 menit Kontan

KONTAN

Inggris peringatkan China untuk tidak melewati garis batas di Hong Kong

Inggris peringatkan China untuk tidak melewati garis batas di Hong Kong yang menjadi keprihatinan masyarakat internasional.

12 jam26 menit Kontan

KONTAN

Xi Jinping: China perlu meningkatkan pengawasan terhadap penyakit menular

Presiden Xi Jinping mengatakan, China perlu meningkatkan pengawasan terhadap penyakit yang penyebabnya tidak diketahui 

12 jam26 menit Kontan

KONTAN

Ekspor loyo, Sido Muncul (SIDO) akan genjot penjualan modern trade hingga tutup tahun

Produk Sido Muncul (SIDO) cenderung lebih banyak dikonsumsi masyarakat belakangan ini.

12 jam26 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Ada corona, begini kelanjutan proyek smelter Vale Indonesia (INCO)

Ekspansi bisnis Vale Indonesia (INCO) yang masih bergulir antara lain proyek smelter di Pomalaa dan Bahodopi. 

12 jam26 menit Kontan

KONTAN

Saham perbankan dan telekomunikasi jadi pendorong IHSG hari ini, ini saran analis

Saham sektor perbankan dan telekomunikasi jadi pendorong IHSG hari ini.

12 jam26 menit Kontan

KONTAN

Defisit APBN diproyeksi melebar, serapan lelang SUN bakal meningkat

Kebutuhan pendanaan oleh pemerintah di sisa 2020 diperkirakan cukup tinggi.

12 jam26 menit Kontan

KONTAN

Bank pelat merah pikul beban restrukturisasi kredit terberat

Bank pelat merah pikul beban restrukturisasi kredit terberat  

12 jam27 menit Kontan

KONTAN

Mandiri Sekuritas catatkan 11.000 nasabah retail baru pada empat bulan pertama 2020

Nilai transaksi rata-rata nasabah retail April 2020 naik hampir dua kali lipat dibanding transaksi rata-rata Januari.

12 jam27 menit Kontan

KONTAN

Telusuri transaksi saham Jiwasraya, Kejagung cecar lima bos perusahaan sekuritas

Telusuri transaksi saham Jiwasraya, Kejagung cecar lima bos perusahaan sekuritas.

12 jam27 menit Kontan

KONTAN

Banyak penumpang tak lengkapi dokumen, Lion Air hentikan penerbangan

Keputusan ini berlaku mulai 5 Juni 2020 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut

12 jam27 menit Kontan

KONTAN

Bank Dunia ramal ekonomi Indonesia tak tumbuh tahun ini

Bank Dunia proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tak tumbuh tahun ini.

12 jam27 menit Kontan

BISNIS

Menelaah Kenaikan Saham dan Minat Asing di Saham Bank BRI (BBRI)

Menurut data historis, sejak ditutup pada level terendah sepanjang pandemi di level Rp2.170 dengan penurunan sebesar 70 poin atau 3,12 persen pada Kamis (18/5/2020), harga saham BBRI terus menerus menguat.

12 jam27 menit Bisnis

BISNIS

Pelaku Penyebar Fitnah Kapolda Papua Ditangkap Polisi

Polda Papua menangkap satu tersangka penyebar informasi palsu atau hoaks berinisial ST pada Selasa 2 Juni 2020.

12 jam27 menit Bisnis

BISNIS

Bank Dunia: Pelemahan Ekonomi, Indonesia Bisa Cetak 9,6 Juta Orang Miskin Baru

Bank Dunia (The World Bank) memprediksi penurunan pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan menyebabkan tingkat kemiskinan naik hingga 3,6 persen atau sekitar 9,6 juta orang tambahan.

12 jam27 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

5 Berita Populer Teknologi, TikTok Sampaikan Permintaan Maaf ke Publik

Selain permintaan maaf maaf TikTok ke publik, pembaca kanal Teknologi Bisnis.com pada Selasa (2/6/2020) juga tertarik dengan berita Cuan Startup Penerbitan Digital, hingga permintaan kesetaraan perlakuan terhadap NetFlix dan Youtube.

12 jam27 menit Bisnis

BISNIS

New Normal, Metland Bersiap Buka Kembali Mal di Bekasi dan Bogor

Pembukaan mal secara penuh pada 8 Juni akan dilakukan terhadap dua mal di Bekasi yakni Metropolitan Mall Bekasi dan Grand Metropolitan.

12 jam27 menit Bisnis

BISNIS

Polri Tangkap Anggota KKB Penembak Warga Papua

Polisi berhasil meringkus anggota KKB penembak warga Papua di di wilayah Pilia, Kampung Igimbut, Distrik Pagaleme, Puncak Jaya.

12 jam27 menit Bisnis

BISNIS

5 Cara Untuk Menyelamatkan Bisnis Saat Krisis

Sebagian besar bisnis sangat terganggu dan terdampak negatif dari krisis, terlebih dengan pandemi virus corona yang masih berlangsung saat ini meskipun beberapa negara sudah melakukan pelonggaran kebijakan.

12 jam27 menit Bisnis

BISNIS

BPH Migas Optimistis Konsumsi BBM Meningkat Pada New Normal

Direktur Bahan Bakar Minyak BPH Migas Alfon Simanjuntak mengatakan pada penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat tren konsumsi BBM menurun.

12 jam27 menit Bisnis

BISNIS

PP Tapera Diteken, KSEI Siapkan Aturan Teknis Pengelolaan Dana

Presiden Joko Widodo telah menekan dan mengundangkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Tapera. Dengan terbitnya beleid itu, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bisa segera beroperasi.

12 jam27 menit Bisnis

BISNIS

BKF Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 2,3 Persen pada 2020

Badan Keuangan Fiskal (BKF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2020 mencapai minus 2,3 persen akibat adanya pandemi Covid-19. \n 

12 jam27 menit Bisnis

BISNIS

Kemenperin Mengkaji Usulan Penghapusan Pemakaian Minimum Energi

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim mengarakan salah satu usulan yang sedang dipertimbangkan terkait dengan penggunaan energi oleh sektor manufaktur.

12 jam27 menit Bisnis

BISNIS

Ridwan Kamil Sebut Angka Reproduksi Covid-19 di Jabar Tembus 0,68

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut angka reproduksi efektif (Rt) Covid-19 di daerah itu di bawah 1 per awal minggu ini.

12 jam28 menit Bisnis

BISNIS

Rupiah Jadi Jawara Asia, Tren Menguat Berpotensi Berlanjut

Berdasarkan data Bloomberg, sepanjang satu bulan terakhir rupiah berhasil menguat 4,7 persen terhadap dolar AS. Kinerja tersebut pun jauh memimpin dibandingkan dengan mata uang Asia lainnya seperti baht yang hanya mampu menguat 2,69 persen dan dolar Singapura yang hanya menguat 0,78 persen.

12 jam28 menit Bisnis