Hakim banding tambah hukuman terdakwa penerima fee proyek wisata

Majelis Hakim Banding Pengadilan Tinggi (PT) Nusa Tenggara Barat (NTB) membatalkan putusan atas terdakwa penerima fee proyek penataan kawasan wisata Pusuk, Kabupaten Lombok Barat, Ispan Junaidi, mantan Kepala Dinas Pariwisata ...
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Bayar Utang, Bumi Resources Minerals (BRMS) Siapkan Private Placement di Harga Rp 50

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berencana menggelar private placement senilai Rp 729 miliar.

6 jam19 menit Kontan

KONTAN

Duh! One Piece chapter 981terbit terlambat karena wabah virus corona

One Piece chapter 981 terbit terlambat dari jadwal biasanya karena wabah virus corona. 

6 jam20 menit Kontan

KONTAN

Ini jadwal Bundesliga malam nanti, Borussia Dortmund Vs Bayern Muenchen

Jadwal Bundesliga malam ini dibumbui rivalitas dahsyat antara Borussia Dortmund vs Bayern Muenchen

6 jam20 menit Kontan

KONTAN

Arab Saudi akan mengakhiri jam malam pada 21 Juni, namun kota suci Mekah dikecualikan

Arab Saudi akan mulai mengurangi pembatasan pada pergerakan dan perjalanan mulai minggu ini

6 jam20 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Kegiatan militer meningkat, perbatasan India-China memanas

Kegiatan militer meningkat, perbatasan India-China memanas.

6 jam21 menit Kontan

KONTAN

Brasil tetap pakai hydroxychloroquine, meski WHO setop uji coba

Brasil tidak akan mengubah rekomendasi untuk mengobati pasien virus corona baru dengan hydroxychloroquine

6 jam21 menit Kontan

KONTAN

Arab Saudi mulai melonggarkan lockdown, bagaimana kebijakan umrah dan haji?

Arab Saudi masih menangguhkan penerbangan internasional, hingga pemberitahuan lebih lanjut.

6 jam21 menit Kontan

KONTAN

Jerman ingin cabut travel warning ke 31 negara di Eropa mulai 15 Juni

Jerman ingin akhiri peringatan perjalanan wisata ke 31 negara Eropa

6 jam21 menit Kontan

KONTAN

Saham Jepang naik 2%, Bursa Asia Pasifik berseri seiring harapan vaksin corona

Bursa Jepang memimpin kenaikan di antara pasar utama di kawasan Asia Pasifik, dengan Nikkei 225 naik 2,09%

6 jam22 menit Kontan

KONTAN

IHSG lompat 1,39% ke 4.609,28 pada sesi I perdagangan Selasa (26/5)

Aksi beli asing turut mendukung laju IHSG. Di pasar reguler, net buy asing Rp 18,749 miliar dan Rp 74,657 miliar.

6 jam22 menit Kontan

KONTAN

Hingga tengah siang, harga emas spot masih bergerak di US$ 1.732,81 per troi ons

Harga emas spot naik 0,05% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin

6 jam23 menit Kontan

KONTAN

Analis: Akuisisi Pinehill akan meningkatkan rasio utang ICBP

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) akan mengakuisisi saham Pinehill Corpora Limited.

6 jam23 menit Kontan

KONTAN

Laba bersih Multipolar Technology melesat 51,87% pada kuartal pertama 2020

PT Multipolar Technology Tbk berhasil membukukan kinerja yang positif sepanjang triwulan pertama tahun ini

6 jam23 menit Kontan

KONTAN

Gara-gara Covid-19, Sentul City (BKSL) hentikan sebagian kegiatan operasionalnya

Gara-gara Covid-19, Sentul City hentikan sebagian kegaiatan operasionalnya.

6 jam23 menit Kontan

Viva.co

Pagar Kejujuran, Cara Unik Bagikan Amplop Lebaran di Masa COVID-19

Trisnadi menempelkan amplop-amplop tersebut di pagar rumahnya.

6 jam24 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Pembawa Khotbah Salat Ied di Soppeng Sulsel Positif Corona

Dia diketahui positif setelah ikut penjaringan swab.

6 jam24 menit Viva

KONTAN

Bersama Kominfo, LinkAja sediakan pembayaran online di 18 pasar tradisional

Bersama Kominfo, LinkAja sediakan pembayaran online di 18 pasar tradisional.

6 jam24 menit Kontan

Viva.co

Fakta-fakta Menarik Habib Bahar bin Smith

Habib Bahar bin Smith menjadi sorotan setelah ditangkap polisi

6 jam24 menit Viva

Viva.co

Duet Jokowi dan Anies Tinjau Persiapan New Normal di Stasiun MRT

Apa kata Presiden Jokowi, Anies Baswedan dan juga Panglima TNI.

6 jam24 menit Viva

KONTAN

BPK kembali sematkan opini WTP pada laporan keuangan BI tahun 2019

LTBI ini telah meraih opini WTP selama 17 tahun berturut-turut

6 jam24 menit Kontan

KONTAN

Saat Gubernur BI Perry Warjiyo silaturahmi daring rayakan lebaran

Bank Indonesia (BI) menghelat kegiatan silaturahmi secara daring bersama dengan stakeholder eksternal pada hari ini, Selasa (26/5).

6 jam25 menit Kontan

KONTAN

Catat ya bagi warga yang terlanjur mudik, masuk Jakarta wajib rapid test dan tes PCR

Hindari penyebaran Covid-19, masyarakat dari luar Jabodetabek tak boleh masuk ke Jakarta

6 jam25 menit Kontan

BISNIS

Tahun Depan, Waskita Modern Realti Garap Lahan 10 Hektare

PT Waskita Modern Realti bakal memulai pembangunan proyek milik bersama di Bekasi seluas 10 hektare mulai tahun depan.

6 jam25 menit Bisnis

BISNIS

Waduh! Mayoritas Pabrikan Tekstil Diproyeksi Berhenti Akhir Bulan Depan

Berhentinya proses produksi tersebut disebabkan oleh arus kas pabrikan yang sudah menipis karena pabrikan baru saja mengeluarkan biaya THR untuk tenaga kerja.

6 jam25 menit Bisnis

BISNIS

Hyundai Motor Ungkap Sekilas SUV Santa Fe Baru

Hyundai Motor Company telah menarik sekilas tirai Santa Fe baru. Generasi terbaru model sport utility vehicle ini menampilkan desain eksterior kuat namun halus, serta pembaruan desain interior yang menyediakan fasilitas dan kenyamanan premium.

6 jam26 menit Bisnis