Kia bakal pasarkan XCeed listrik semester dua

Kia akan mulai memasarkan crossover perkotaan XCeed versi listrik pada semester kedua tahun ini, dan belum ada perubahan rencana terkait pandemik virus corona baru (COVID-19). Kia, dalam pernyataan resminya dikutip Selasa, ...
« Kembali Baca berita lengkap »

ANTARA NEWS

Bursa saham Hong Kong dibuka 1,89 persen lebih tinggi

Bursa saham Hong Kong dibuka lebih tinggi pada Selasa pagi, dengan indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) menguat 1,89 persen atau 438,16 poin, menjadi diperdagangkan di 23.613,27 poin. Indeks HSI merosot 1,32 persen atau 309,17 ...

22 jam30 menit Antaranews

KONTAN

Sebagian Agenda Bisnis Pebisnis Masih Berjalan

Sejumlah perusahaan besar tetap lanjutkan investasi untuk pengembangan bisnis meski corona

22 jam31 menit Kontan

KONTAN

Fundamental Solid dan Bisnisnya Defensif, Saham GGRM Menarik Untuk Dilirik

Mengukur prospek PT Gudang Garam Tbk setelah sukses mencetak peningkatan penjualan sepanjang tahun lalu.

22 jam31 menit Kontan

KONTAN

Bahan Baku Mahal Imbas Corona, Industri Kemasan Mengerek Harga Jual

Produsen kemasan segera menaikkan harga jual produk. 

22 jam31 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Matahari Putra Prima (MPPA) Siap Menyambut Berkah Ramadan

Di tengah wabah corona, PT Matahari Putra Prima Tbk siap menyambut lonjakan transaksi penjualan menjelang Ramadan.

22 jam31 menit Kontan

KONTAN

Darurat Sipil Untuk Mengatasi Corona, Pemerintah Tak Ingin Seperti India

Darurat sipil diikuti pembatasan sosial dalam skala besar yang akan diawasi lebih ketat dan disiplin.

22 jam31 menit Kontan

KONTAN

Donald Trump: 30 hari ke depan fase yang vital untuk menghentikan corona

Presiden AS Donald Trump mengatakan 30 hari ke depan fase yang vital untuk menghentikan corona.

22 jam32 menit Kontan

KONTAN

Seruan Bank Dunia terhadap G20 di tengah pandemi virus corona

Bank Dunia mendesak G20 untuk menahan diri dari pembatasan ekspor untuk pasokan pandemi.

22 jam32 menit Kontan

KONTAN

Waduh, lukisan Van Gogh dicuri dari museum Belanda saat ditutup karena wabah corona

Waduh, lukisan Van Gogh dicuri dari museum Belanda saat ditutup akibat wabah corona atau covid-19.

22 jam32 menit Kontan

KONTAN

Ini rekomendasi WHO soal penggunaan masker

WHO masih merekomendasikan orang-orang untuk tidak menggunakan masker wajah kecuali mereka sakit karena virus corona.

22 jam32 menit Kontan

KONTAN

Harga minyak WTI naik 2,99% setelah Trump dan Putin sepakat gelar pembicaraan

Minyak West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Mei 2020 ke level US$ 20,69% per dolar AS atau naik 2,99%

22 jam32 menit Kontan

KONTAN

Tahun 2019, Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) membukukan kenaikan laba hingga 19%

Emiten rumah sakit PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk mencatatkan kinerja yang apik di tahun 2019

22 jam33 menit Kontan

KONTAN

Harga emas spot turun ke US$ 1.614,51 per ons troi Selasa pagi

Sedangkan, emas berjangka untuk pengiriman Juni 2020 ke US$ 1.638,50 per ons troi atau turun 0,29%.

22 jam33 menit Kontan

KONTAN

Bunga deposito tertinggi 6%, bunga BCA 4,3%, Mandiri 6%, BRI 5,6%, BNI 5,6%

Diantara empat bank besar, yakni Bank Mandiri, BCA, BRI dan BNI, bunga deposito Bank Mandiri tercatat paling tinggi yakni 6%.

22 jam33 menit Kontan

KONTAN

DPR bergeming, pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja tetap lanjut di tengah corona

Ketua DPR Puan Maharani mengisyaratkan pembahasan RUU Cipta Kerja tidak akan berhenti.

22 jam33 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Covid 19: Bila Lockdown, Anggaran Kemenhan Bisa Direalokasi

Menurutnya, anggaran itu bisa digunakan terutama jika pemerintah menerapkan karantina wilayah atau lockdown.

22 jam33 menit Bisnis

BISNIS

Penyebab BUMI Catatkan Penurunan Laba Hingga 96 persen

Perseroan membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$6,84 juta, turun drastis 96,89 persen dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya sebesar US$220,41 juta.

22 jam33 menit Bisnis

BISNIS

Covid-19, Pasien Meninggal di Prancis Lebih dari 3.000 Orang

Kementerian Kesehatan tidak memberikan batas akhir lockdown, tapi menyatakan akan ada undang-undang yang akan diusulkan pemerintah.

22 jam34 menit Bisnis

BISNIS

YLKI Ingatkan Pemerintah Tetap Jaga Akses Logistik

Jika pemenuhan kebutuhan hak hidup akan pangan tidak bisa dipenuhi, sehingga tidak dapat dilakukan maka pemerintah harus mampu menjamin akses pada bahan pangan mudah.

22 jam34 menit Bisnis

BISNIS

Cuaca Jakarta 31 Maret, Siang Hari Hujan

Seluruh wilayah Jakarta bakal diguyur hujan pada siang hari. Pada malam hari hujan juga akan mengguyur seluruh wilayah dengan intensitas ringan hingga sedang.

22 jam34 menit Bisnis

BISNIS

Meski Diprediksi Sepi, Penawaran Lelang SUN Hari Ini Berpotensi Capai Rp50 Triliun

Associate Direktur of Research and Investment Pilarmas Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan pada perdagangan Senin (30/3/2020) para pelaku pasar dan investor menahan diri kemarin untuk mengikuti lelang yang diadakan hari ini oleh pemerintah.

22 jam34 menit Bisnis

BISNIS

Ini 6 Poin Pernyataan Penting Jokowi dari Istana Bogor

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan sejumlah poin penting. Beberapa di antaranya adalah, pembatasan skala besar, Darurat Sipil, hingga toko bahan pokok dan apotek tetap buka.

22 jam34 menit Bisnis

BISNIS

China Akan Ungkap Data Kasus Asimtomatik Covid-19

Data kasus infeksi tanpa gejala ini akan menjawab kritik domestik dan internasional terhadap transparansi China mengenai wabah COVID-19.

22 jam34 menit Bisnis

BISNIS

Harga Emas Di Pegadaian Naik, Satu Gram Kini Rp951.000

Untuk ukuran 1 gram, emas cetakan UBS menjadi Rp951.000.  Adapun untuk ukuran 2 gram, emas cetakan UBS dibanderol Rp1,879 juta.

22 jam35 menit Bisnis

BISNIS

Harga Emas Hari Ini, 31 Maret 2020

Pada perdagangan Selasa (31/3/2020) pukul 6.00 WIB, harga emas Comex untuk kontrak Juni 2020 terpantau terkoreksi 3,8 poin atau 0,23 persen ke level US$1.639,4 per troy ounce.

22 jam35 menit Bisnis