Indonesia koordinasi dengan Filipina terkait WNI disandera Abu Sayyaf

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, bekerjasama dengan pemerintah Filipina terkait upaya pembebasan lima orang warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf beberapa waktu lalu. Pelaksana ...
« Kembali Baca berita lengkap »

ANTARA NEWS

Menkes : Jaga kesehatan guna hindari terkena virus

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, agar terhindar dari virus termasuk 'Corona Virus' disarankan tetap menjaga kesehatan agar badan tetap prima. "Semua virus berbahaya, kalaupun ada petugas medis ...

11 jam29 menit Antaranews

KONTAN

Bali Towerindo Sentra (BALI) akan rilis obligasi Rp 1,6 triliun, ini peruntukannya

PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) akan merilis obligasi dengan target dana yang dihimpun Rp 1,6 triliun. 

11 jam29 menit Kontan

KONTAN

Sampoerna Agro akan mengubah profil utang

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) berencana untuk mengubah profil utangnya.

11 jam30 menit Kontan

KONTAN

Turun 22,73% year to date, simak rekomendasi analis untuk saham BUMI

Menurut analis, penurunan saham  a href= http://quote.kontan.co.id/BUMI >BUMI /a> merupakan dampak melemahnya harga batubara.

11 jam30 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Restrukturisasi utang butuh waktu, simak rekomendasi analis untuk saham KRAS

Analis menilai prospek saham KRAS ke depan masih berat karena perusahaan masih merugi. 

11 jam30 menit Kontan

KONTAN

Chandra Asri Petrochemical (TPIA) tawarkan obligasi Rp 750 miliar

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)  menawarkan obligasi dengan jumlah Rp 750 miliar. 

11 jam30 menit Kontan

KONTAN

Kinerja belum positif, pergerakan saham Krakatau Steel (KRAS) masih berat

Analis melihat pergerakan saham KRAS ke depannya masih akan berat. 

11 jam30 menit Kontan

KONTAN

Suplai sukuk negara berkurang, pasar obligasi tetap stabil

Pasar obligasi dan kinerja reksadana pendapatan tetap syariah tidak terpengaruh oleh berkurangnya suplai sukuk negara.

11 jam30 menit Kontan

KONTAN

Alipay gandeng Bank Mandiri dan BRI agar bisa beroperasi di Indonesia

Alipay gandeng Bank Mandiri dan BRI agar bisa beroperasi di Indonesia

11 jam30 menit Kontan

KONTAN

Wabah virus corona berpotensi menambah tekananan terhadap ekspor Indonesia

Ekonom UI: Kasus virus Korona di China berpotensi tambah tekanan ekspor Indonesia

11 jam30 menit Kontan

KONTAN

Pertumbuhan uang kartal tahun lalu turun, ini kata sejumlah ekonom

Pertumbuhan uang kartal tahun lalu turun, ini kata sejumlah ekonom

11 jam30 menit Kontan

BISNIS

Dua WNA Rusia Ditangkap Akibat Budi Daya Ganja di Jimbaran

Keduanya sempat panen 14 batang ganja awal bulan Januari 2020.

11 jam31 menit Bisnis

BISNIS

Di Depan DPR, Gubernur BI Janji Kawal Rupiah

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan tetap akan menjaga nilai tukar rupiah sesuai fundamental. Apabila penguatan tersebut bergerak di luar fundamentalnya, Perry menegaskan BI siap untuk melakukan intervensi.

11 jam31 menit Bisnis

BISNIS

Harga Cabai di Gunungkidul Masih Tinggi di Rp80.000 per Kg

Harga jual cabai rawit di pasar tradisional Gunungkidul masih tinggi. Komoditas ini sempat menyentuh Rp90.000 per kilogram (kg), tapi pada Senin (27/1/2020) mulai turun dan dipasarkan dengan harga Rp80.000 per kg.

11 jam31 menit Bisnis

BISNIS

IISIA Upayakan Pabrik Peleburan Baja di Pekanbaru Tak Bangkrut

Wakil Ketua Umum IISIA Ismail Mandry menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melobi untuk menambahkan Pekanbaru ke dalam salah satu pelabuhan tujuan impor bahan baku baja.

11 jam31 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Di Pasar App Store, Byte Siap Bersaing dengan TikTok

Byte, aplikasi berbagi video baru yang dirilis pada Jumat (24/1/2020), untuk bersaing dengan Tik Tok, menempati peringkat tertinggi di App Store Amerika Serikat.

11 jam31 menit Bisnis

BISNIS

Kepemilikan Asing juga Boleh Dominan pada Asuransi Syariah

Sebelumnya, pemerintah menetapkan setiap perusahaan asuransi baru diharuskan mengikuti aturan batasan kepemilikan asing yakni maksimal 80 persen.

11 jam31 menit Bisnis

BISNIS

Antisipasi Virus Corona, Sumut Bentuk Tim Khusus

Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi menyampaikan hingga saat ini Sumut aman dari jangkitan virus pneumonia Coronavirus (nCoV).

11 jam31 menit Bisnis

BISNIS

Antisipasi Virus Corona, Sulsel Tingkatkan Kewaspadaan

Yang paling penting itu adalah pelabuhan dan bandara. Itu yang utama kita awasi.

11 jam31 menit Bisnis

BISNIS

Pengusaha Hotel dan Restoran Sulut Antisipasi Virus Corona

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Sulawesi Utara mengantisipasi peredaran virus corona dengan menjalankan sejumlah prosedur dan anjuran yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi.

11 jam32 menit Bisnis

BISNIS

Pengerjaan Proyek Tol Layang Pettarani Dikebut

Bosowa Marga Nusantara (BMN) optimistis proyek Tol Layang Pettarani bakal rampung sesuai target yakni pada Juli 2020, meski saat ini pengerjaan konstruksi mencapai 57%.

11 jam32 menit Bisnis

BISNIS

Pengiriman Logistik Terganggu Virus Corona

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pengiriman logistik turut terganggu akibat wabah penyakit yang disebabkan oleh virus corona.

11 jam32 menit Bisnis

JPNN.

PSIS Bakal Datangkan Empat Pemain Lagi, Satu Asing dan Tiga Lokal

JPNN.com, SEMARANG - PSIS Semarang akan mendatangkan empat pemain lagi untuk melengkapi tim dalam menghadapi kompetisi Liga 1 Indonesia 2020.

11 jam32 menit Jpnn

JPNN.

Akhirnya, Timnas Indonesia U-19 Berhasil Cetak Gol ke Tim Korsel Busan IPark

JPNN.com, JAKARTA - Timnas Indonesia U-19 di bawah polesan Manager Coach Shin Tae Yong akhirnya berhasil mencetak gol meski kalah 1-5 dari tim Korsel Busan IPark di Chiang Mai, Thailand, Senin (27/1).

11 jam32 menit Jpnn

JPNN.

Takut Sama Virus Corona, Indonesia Absen dari China Masters 2020

JPNN.com, JAKARTA - PP PBSI memutuskan untuk menarik keikutsertaan tim bulu tangkis dari kejuaraan Lingshui China Masters 2020. Turnamen level Super 100 ini rencananya akan digelar di kota Lingshui, 25 Februari-1 Maret 2020.

11 jam32 menit Jpnn