Polisi panggil anggota keluarga Cendana pekan depan terkait "MeMiles"

Kepolisian Daerah Jawa Timur berencana memanggil tiga anggota keluarga Cendana (keluarga mantan Presiden Soeharto) yang diduga terlibat investasi bodong aplikasi "MeMiles" yang dijalankan PT Kam and Kam pada pekan ...
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Tanpa aba-aba, Eminem merilis Album Music to Be Murdered By

Ini merupakan album ke-11 Eminem setelah terakhir merilis album Kamikaze pada tahun 2018

2 jam11 menit Kontan

KONTAN

Jokowi: Indonesia siapkan 10 stadion untuk sukseskan Piala Dunia FIFA U20

Tahun depan, Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U20

2 jam11 menit Kontan

KONTAN

FIFA belum tentukan stadion yang digunakan untuk Piala Dunia U-20

FIFA belum tentukan stadion yang digunakan untuk Piala Dunia U-20 2021.  

2 jam12 menit Kontan

KONTAN

Hong Kong dinobatkan sebagai kota termahal di dunia

Tiga besar kota termahal antara lain Hong Kong, Shanghai dan Tokyo.

2 jam12 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Kesepakatan beli energi dari China belum tentu mengerek harga minyak

Harga minyak dunia mencari arah baru pasca-penandatanganan kesepakatan AS–China.

2 jam12 menit Kontan

KONTAN

Investor asing cetak net buy Rp 2,71 triliun di tengah penurunan IHSG

Investor asing diprediksi masih akan melakukan aksi beli bersih hingga akhir bulan ini.

2 jam12 menit Kontan

KONTAN

Bakal IPO tahun ini, anak usaha Wijaya Karya incar dana segar Rp 2 triliun

Wijaya Karya Realty akan melepas 35% saham ke publik dengan target perolehan dana segar Rp 2 triliun.

2 jam12 menit Kontan

KONTAN

IHSG menguat dalam sepekan, ini sebabnya

Selama seminnggu ini, IHSG cenderung menghijau kecuali di Rabu (15/1) yang sempat terkoreksi 0,66%.

2 jam12 menit Kontan

KONTAN

Anak usaha Dian Swastatika (DSSA) mendirikan entitas investasi

Golden Energy and Resources Limited mendirikan entitas anak Golden Investment (Australia) II Pte Ltd.

2 jam12 menit Kontan

KONTAN

Harga emas terangkat angka pertumbuhan ekonomi China

Jumat (17/1), pukul 19.15 WIB, harga emas menguat ke level US$ 1.556,86 per ons troi atau naik 0,28%.

2 jam12 menit Kontan

KONTAN

Saham perbankan dan pertambangan banyak diburu asing sejak awal tahun

Secara year to date, investor asing mencatat net buy dengan nilai Rp 2,71 triliun.

2 jam13 menit Kontan

KONTAN

Anak usaha Dian Swastatika Sentosa (DSSA) mengakuisisi tambang emas

DSSA menyebut Golden Energy and Resources berkomitmen memberikan modal kepada Topco hingga A$ 70 juta.

2 jam13 menit Kontan

KONTAN

Wall Street dibuka bersorak, terus mengukir rekor di tengah musim laporan keuangan

Wall Street dibuka pada rekor tertinggi disokong data ekonomi yang kuat dan musim laporan keuangan

2 jam13 menit Kontan

KONTAN

Dian Swastatika (DSSA) menyusul diversifikasi tambang emas, begini rekomendasi analis

Dian Swastatika (DSSA) merambah tambang emas lewat akuisisi di Australia.

2 jam13 menit Kontan

KONTAN

Antonius Kosasih ditunjuk jadi Dirut, ini susunan direksi baru Taspen

Antonius Kosasih ditunjuk jadi Dirut, ini susunan direksi baru Taspen.

2 jam13 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Begini siasat bank menjaring millenial untuk memacu KPR

Sejumlah bank tengah gencar menjaring kalangan tersebut dalam mendongkrak penyaluran Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

2 jam13 menit Kontan

KONTAN

Tiga jabatan eselon I Kemenkop dan UKM kosong, praktisi di luar PNS bisa daftar

Kemenkop dan UKM buka lowongan tiga jabatan eselon I

2 jam14 menit Kontan

KONTAN

Core: Neraca perdagangan tahun 2020 bisa cetak surplus

Sepanjang 2019 defisit neraca dagang Indonesia tercatat US$ 3,19 miliar atau turun dari tahun 2018 

2 jam14 menit Kontan

KONTAN

Indef: Surplus neraca dagang 2020 bisa terwujud dengan perluas pasar ekspor

Defisit neraca perdagangan sepanjang 2019 tercatat US$ 3,19 miliar atau lebih kecil dibandingkan tahun 2018 capai US$ 8,69 miliar

2 jam14 menit Kontan

KONTAN

Apa yang membuat investor tak realisasikan investasinyadi Indonesia?

Core menyebut banyak investor asing yang berminat menanamkan modalnya di tanah air

2 jam14 menit Kontan

BISNIS

Disporaparbud Purwakarta Siap Fasilitasi E-Sport

Olahraga elektronik, game atau e-Sport masuk dalam kategori cabang olahraga (cabor). Untuk itu, Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta membuka ruang bagi para pemain game itu untuk serius menggeluti bidang e-sport.

2 jam14 menit Bisnis

BISNIS

Luhut: Omnibus Law Bisa Dongkrak Ekonomi ke 6 Persen

Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan mengatakan UU Omnibus Law bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi sekitar 5 hingga 6 persen pada 2024.

2 jam14 menit Bisnis

BISNIS

Ini 10 Saham Top Gainers pada 17 Januari 2020, INDO Paling Perkasa

Saham PT Royalindo Investa Wijaya Tbk mencatatkan lonjakan harga terbesar pada perdagangan hari ini, Jumat (17/1/2020).

2 jam14 menit Bisnis

BISNIS

Opal Solusi Pangan Bergizi Rumah Tangga

Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung meresmikan program Obor Pangan Lestari (Opal). Opal menjadi upaya pemenuhan kebutuhan pangan khususnya gizi keluarga.

2 jam14 menit Bisnis

BISNIS

10 Saham Top Losers 17 Januari 2020, CARS Paling Anjlok

Saham PT Industri dan Perdagangan Bitraco Dharma Tbk. membukukan penurunan harga terdalam pada perdagangan hari ini, Jumat (17/1/2020).

2 jam15 menit Bisnis