BKPM bantu selesaikan masalah tumpang tindih lahan proyek Lotte

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berhasil menyelesaikan masalah tumpang tindih lahan proyek antara PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) dengan PT Krakatau Steel (KS) dan PT Krakatau Industrial Estate Cilegon ...
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Pasar lesu, sejumlah wilayah di China mulai longgarkan aturan pembelian rumah

Sejumlah wilayah di China mulai longgarkan aturan pembelian rumah di tengah lesunya ekonomi dan pasar properti.

10 jam33 menit Kontan

KONTAN

Ini rencana bisnis dan ekspansi Bakrie & Brothers (BNBR) tahun depan

PT Bakrie & Brothers Tbk terus berupaya memperbaiki kinerjanya ke depan

10 jam33 menit Kontan

KONTAN

Simak rekomendasi analis untuk saham ASII usai lepas BNLI

Astra International (ASII) dan Standard Chartered Bank (SCB) bakal menjual saham di Bank Permata (BNLI) ke Bangkok Bank.

10 jam33 menit Kontan

KONTAN

IHSG menguat 0,17% di pekan ini, apa faktor penopangnya?

IHSG menguat 0,94% ke level 6.197,318 pada Jumat (13/12). Selama sepekan, IHSG menguat tipis 0,17%.

10 jam33 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Jelang halving day, bitcoin bisa ke level US$ 55.000 di 2020

Jelang momentum  em>halving day /em>, harga mata uang kripto bitcoin berpotensi melejit hingga US$ 55.000 BTC di 2020

10 jam33 menit Kontan

KONTAN

Hanya Oso yang berani tolak jabatan wantimpres, ada apa?

Oesman Sapta Odang mengaku ia harusnya masuk dalam Wantimpres yang dilantik Presiden Jokowi. Tapi, ia menolak,

10 jam34 menit Kontan

KONTAN

Pemerintah bakal sediakan BBM keliling selama libur Natal dan tahun baru

Pemerintah bakal sediakan BBM keliling selama libur Natal dan tahun baru.

10 jam34 menit Kontan

KONTAN

Dilema Omnibus Law Perpajakan, bakal kikis penerimaan pajak

Omnibus Law Perpajakan akan dibahas pada 2020

10 jam34 menit Kontan

BISNIS

Pakai Gambar Mao Zedong, Klub Basket China Didenda

Sebuah tim liga bola basket teratas China dijatuhi denda 1 juan yuan (US$140.000) karena mempromosikan gambar dengan mengganti foto wajah mendiang pemimpin China, Mao Zedong, dengan maskot klub ini.

10 jam34 menit Bisnis

BISNIS

Menjaga Garuda Tetap Mengudara

Direksi sementara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mesti menjaga kinerja perusahaan sembari memperbaiki citra maskapai pelat merah itu hingga Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) digelar pada Januari 2020.

10 jam34 menit Bisnis

BISNIS

Hasil Drawing 16 Besar Liga Champions: Juventus Vs Madrid? Ini Reaksi Buffon

Drawing babak 16 besar Liga Champions musim ini akan dilaksanakan pada Senin (16/12/2019) mendatang.

10 jam34 menit Bisnis

BISNIS

Persija vs Madura United 4-0 Babak I, Live di Sini

Persija bertanding melawan Madura United dalam pertandingan pekan ke-32 Liga 1 hari ini, Jumat (13/12/2019). Ini live streamingnya.

10 jam34 menit Bisnis

BISNIS

Liverpool Gaet Minamino, MU Rekrut Haaland?

The Reds menurut sumber ESPN sudah sepakat menyanggupi klausul lepas 7,25 juta poundsterling untuk pemain Jepang itu pada jendela transfer Januari nanti.

10 jam34 menit Bisnis

BISNIS

CALON EMITEN : Triniti Land Rancang 3 Strategi Memacu Kinerja

Triniti Land berencana membangun area komersial dan gedung kantor seluas 10.000 meter persegi?15.000 persegi.

10 jam34 menit Bisnis

BISNIS

Ada Gojek di Mana-mana

Jika kabar akuisisi Moka benar terjadi, maka Gojek berpeluang membangun salah satu ekosistem layanan teknologi pendukung bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terlengkap di Indonesia.

10 jam35 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Historia Bisnis : Kiat Budhiwijaya Kusumanegara Memimpin Bentoel

Sejak 1970, Bentoel memproduksi sigaret kretek mesin (SKM) sehingga kian memperkuat keberadaan Bentoel di Indonesia.

10 jam35 menit Bisnis

BISNIS

Soekarwo jadi Wantimpres, Puan Bilang Hak Presiden Bukan Usulan SBY

Mantan Ketua DPD Partai Demokrat, Soekarwo ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

10 jam35 menit Bisnis

BISNIS

Togean dan Samota Tambah Daftar Panjang Cagar Biosfer Dunia

Cagar biosfer Togean Tojo Una-Una di Sulawesi Tengah dan cagar biosfer Samota (Saleh-Moyo-Tambora) di Nusa Tenggara ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia pada pertemuan the International Coordinating Council Man and Biosfer Unesco (ICC-MAB) ke-31 di Paris.

10 jam35 menit Bisnis

BISNIS

Moratorium Pendirian Anak Usaha BUMN, Ini Penjelasan Staf Erick Thohir

Kementerian BUMN mendata banyaknya jumlah anak-anak perusahaan BUMN, seperti di sektor air minum sampai 22, hotel 82 perusahaan, dan rumah sakit.

10 jam35 menit Bisnis

BISNIS

Kasus Persekusi Banser Depok: Polisi Periksa Saksi Ahli IT dan Bahasa

Dua anggota Banser NU atas nama ES dan WS mengalami persekusi oleh orang yang identitasnya kini sudah dikantongi polisi. Kejadian itu terjadi pada Selasa 10 Desember sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Ciputat Raya I Nomor 61, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

10 jam35 menit Bisnis

BISNIS

5 Berita Populer Finansial, Rencana Bos Bangkok Bank Setelah Mengakuisisi Bank Permata dan Rabobank 'Sekarat' Kenapa BCA Berminat Beli?

Kabar rencana bos Bangkok Bank setelah mengakuisisi Bank Permata jadi berita terpopuler kanal Finansial, JUmat (13/12/19).

10 jam35 menit Bisnis

BISNIS

Rancang Ekspansi, Bakrie & Brothers (BNBR) Gelontorkan Investasi Rp800 Miliar

Untuk sumber pendanaan belanja modal tahun depan, BNBR bakal menyerap sekitar 60%?70% dari dana internal perseroan.

10 jam35 menit Bisnis

BISNIS

10 Saham Paling Diburu Investor Asing, Jumat 13 Desember

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. tercatat menjadi yang paling aktif diperdagangkan oleh investor asing pada perdagangan Jumat (13/12/2019).

10 jam36 menit Bisnis

BISNIS

Ini 10 Saham Paling Buntung pada Perdagangan 13 Desember

Saham PT Mas Murni Indonesia Tbk. membukukan penurunan harga terdalam pada perdagangan hari ini, Jumat (13/12/2019).

10 jam36 menit Bisnis

BISNIS

Prediksi MU Vs Everton: Sudah Punya Greenwood, MU Ingin Tambah Striker

Greenwood mencetak dua gol United ketika menjuarai fase grup Liga Europa setelah menggunduli AZ Alkmaar 4-0.

10 jam36 menit Bisnis