Waspadai cuaca ekstrem awal musim hujan di Yogyakarta, sebut BPBD

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kota Yogyakarta meminta masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi bencana yang disebabkan perubahan cuaca yang ekstrem pada awal musim hujan, di antaranya hujan deras disertai ...
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Dua saham media ini top gainers LQ45, ayo adu PER dan PBV-nya

Saham MNCN (Media Nusantara Citra Tbk) dan SCMA (Surya Citra Media Tbk), sama-sama menjadi top gainers LQ45 Senin (9/12).

9 jam45 menit Kontan

KONTAN

Bursa Asia tergelincir jelang rilis data inflasi China

Bursa saham Asia memerah di awal perdagangan Selasa (10/12). Jelang rilis data inflasi China

9 jam45 menit Kontan

KONTAN

IHSG hijau lagi, catat valuasi saham yang melejit tinggi, Senin (9/12)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut menguat di awal pekan ini. Senin (9/12), IHSG menanjak 0,11% menjadi 6.193,79.

9 jam45 menit Kontan

KONTAN

Saham PTPP naik 19,22% sepekan, bagaimana PER dan PBV-nya?

Saat bursa menutup hari perdagangan, saham PTPP persis di harga penutupan Rp 1.675 per saham.

9 jam45 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

IHSG naik tipis, cermati PER dan PBV saham yang paling kempis, Senin (9/12)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendaki di awal pekan ini. Senin (9/12), IHSG naik 0,11% ke level 6.193,79.

9 jam45 menit Kontan

KONTAN

Rupiah dibuka ke Rp 13.995 per dolar AS pagi ini, penguatan 6 hari beruntun

Mengutip  em>Bloomberg /em> pukul 08.11 WIB, rupiah ke Rp 13.995 per dolar AS atau menguat 0,11% dari sesi sebelumnya.

9 jam46 menit Kontan

KONTAN

Tertinggi 5,75%, ini bunga deposito teranyar BCA, Bank Mandiri, BNI dan BRI

Mengutip data PIPU per 9 Desember 2019, diantara empat bank besar tersebut, bunga deposito Bank BRI masih yang paling tinggi.

9 jam46 menit Kontan

KONTAN

Dalam sebulan Erick Thohir bidik 7 BUMN, ini daftarnya

Erick Thohir terus melakukan gebrakan demi gebrakan, bongkar pasang pejabat sudah seringkali dia lakukan 

9 jam46 menit Kontan

BISNIS

Ini yang Bikin Rudiantara Kalahkan 2 Calon Dirut PLN

Staf Khusus Kementerian BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga menyebut sejumlah alasan ditunjuknya Rudiantara sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.

9 jam46 menit Bisnis

BISNIS

Singapura Butuh 4 Tahun untuk Serap Kelebihan Pasok Residensial

Kelebihan pasok rumah kali ini memicu pengembang untuk meminta aga pemerintah melonggarkan sejumlah aturan properti.

9 jam47 menit Bisnis

BISNIS

Rocky Gerung: Henry Yosodiningrat Permalukan Profesi Pengacara

Pengamat politik Rocky Gerung menilai penolakan yang didapat politikus PDIP Henry Yosodiningrat saat melaporkan dirinya ke Bareskrim Mabes Polri sebagai hal memalukan.

9 jam47 menit Bisnis

BISNIS

Pergerakan Harga Emas Comex Hari Ini, 10 Desember 2019

Harga emas Comex bergerak menguat pada perdagangan pagi ini, Selasa (10/12/2019).

9 jam47 menit Bisnis

BISNIS

APBD DKI 2020, Dana Bantuan Parpol Melonjak Jadi Rp27 Miliar

Dana bantuan keuangan untuk partai politik (parpol) yang mendapatkan kursi di DPRD DKI Jakarta mengalami lonjakan.

9 jam47 menit Bisnis

BISNIS

BNNP DKI Rekomendasikan 3 Tempat Hiburan Malam Ditutup

Badan Narkotika Nasional Provinsi atau BNNP DKI Jakarta merekomendasikan sanksi terhadap tiga tempat hiburan malam menyusul temuan penyalahgunaan narkoba.

9 jam48 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Genosida Rohingya, Sidang Mahkamah Internasional atas Myammar Dimulai Hari Ini

Para pengungsi Rohingya yang sejak beberapa tahun terakhir tinggal di kamp-kamp di Cox\'s Bazar, Bangladesh, mendesak Mahkamah Internasional menyatakan Myanmar bertanggung jawab atas terjadinya \"genosida\".

9 jam48 menit Bisnis

BISNIS

Luhut Nyatakan Bakamla Akan Jadi Coast Guard

Dalam waktu dekat, pemerintah akan menjadikan Badan Keamanan Laut (Bakamla) sebagai coast guard.

9 jam48 menit Bisnis

BISNIS

PII Raih 3 Penghargaan dalam Ajang Asean Risk Awards 2019

Asean Risk Awards melibatkan para profesional dari berbagai latar belakang di bidang manajemen risiko, auditor, bisnis dan hubungan internasional sebagai juri.

9 jam48 menit Bisnis

BISNIS

Jadwal Liga Champions, Delapan Tim Berebut Tiket ke 16 Besar

Perebutan trofi Liga Champions Eropa musim 2019 - 2020 segera menggulirkan rangkaian pertandingan matchday keenam atau terakhir fase grup.

9 jam48 menit Bisnis

BISNIS

Tren Membuat Film dengan Gawai

Tren pembuatan film dengan menggunakan gawai pintar semakin digemari berkat kemajuan inovasi dan perkembangan teknologi yang berjalan dengan sangat cepat.

9 jam48 menit Bisnis

BISNIS

Agenda 10 Desember: Keuangan Daerah, Rapat Kabinet, Diskusi Media

Sejumlah agenda pemerintah dan swasta digelar pada hari ini, Selasa (10/12/2019), di antaranya acara akselesari akses keuangan daerah serta rapat kabinet.

9 jam49 menit Bisnis

BISNIS

3 Tantangan Rudiantara Pimpin PLN

Kembalinya Rudiantara ke PT PLN (Persero) sebagai direktur utama diharapkan dapat mengatasi sejumlah tantangan yang tengah dihadapi perusahaan listrik pelat merah tersebut saat ini.

9 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Mantap! MRT Jakarta Raih Penghargaan dari Eropa

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menerima penghargan International Diamond Prize for Excellence in Quality (Gold Category) dari European Society for Quality Research

9 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Sebelum Tutup Tahun, Ada 2 Jalan Tol Diresmikan

Dua ruas tol tersebut adalah jalan tol Balikpapan?Samarinda dan jalan tol layang Jakarta?Cikampek.

9 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Parasite Masuk 3 Nominasi Golden Globe Awards

Film asal Korea Selatan Parasite kembali membuat sejarah di luar negeri.

9 jam49 menit Bisnis