Kemarin, kabar penambahan kuota haji dan Harimau Sumatera serang warga

Terdapat sejumlah kejadian dan informasi terbaru di bidang humaniora pada Kamis (5/12) yang beritanya masih layak disimak pada pagi ini, mulai dari kemungkinan penambahan kuota haji, Harimau Sumatera menyerang warga di Sumatera ...
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Serap Belanja Modal US$ 120 Juta, Merdeka Copper Gold (MDKA) Genjot Produksi

Tahun ini, Merdeka Copper Gold (MDKA) mengalokasikan belanja modal US$ 160 juta untuk pengembangan tambang emas dan tembaga.

8 jam1 menit Kontan

KONTAN

Wika Gedung (WEGE) Mulai Fokus Bisnis Modular

Wika Gedung (WEGE) menargetkan lini bisnis modular pada tahun depan bisa menyumbang 20%-25% terhada total pendapatan.

8 jam1 menit Kontan

KONTAN

Raup Rp 187 MIliar dari IPO, Ifishdeco (IFSH) Persiapkan Smelter Anyar

Ifishdeco (IFSH) akan menggunakan 83% dana hasil IPO untuk membeli mesin em>smelter /em>. 

8 jam1 menit Kontan

KONTAN

Harga minyak dunia naik tipis menunggu keputusan OPEC+

Harga  minyak mentah Brent berjangka ditutup pada US$ 63,39 per barel, naik 39 sen atau 0,6%, Kamis (5/12)

8 jam2 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Analis Pasar Uang Bank Mandiri prediksi rupiah kembali menguat Jumat (6/12) ini

Rupiah sukses ditutup menguat 0,26% ke level Rp 14.068 per dollar AS, Kamis (5/12)

8 jam2 menit Kontan

KONTAN

IHSG naik 0,64%, investor asing menadah 3 saham ini

IHSG naik 0,64% ke 6.152,12 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Asing net sell.

8 jam2 menit Kontan

KONTAN

IHSG positif, cek PER dan PBV 20 saham LQ45 ini

IHSG positif, PER dan PBV 10 saham LQ45 dengan PER terendah dan tertinggi ini perlu diperiksa (5/12).

8 jam2 menit Kontan

KONTAN

Optimalisasi aset, Asuransi Jasindo gelar acara lingkungan

Asuransi Jasindo memanfaatkan salah satu gedung lama miliknya yang terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta.

8 jam2 menit Kontan

KONTAN

Saksi Bank: Pemilik Hotel Kuta Paradiso alih saham secara ilegal

Sengketa hak tagih PT Geria Wijaya Prestige (GWP) terus bergulir di Pengadilan Negeri Denpasar

8 jam3 menit Kontan

JPNN.

Indra Sjafri Sebut Osvaldo Haay Pemain Bagus, Tetapi Sama Saja

JPNN.com, MANILA - Juru taktik timnas Indonesia Indra Sjafri mengatakan, posisi penyerang Osvaldo Haay sama saja seperti pemain lain di timnya, tidak mendapat keistimewaan, meski saat ini menjadi pencetak gol terbanyak di SEA Games 2019 dengan tujuh gol.

8 jam3 menit Jpnn

JPNN.

UPDATE: Ini Daftar Perolehan Medali Selama SEA Games 2019

JPNN.com, MANILA - Indonesia semakin memperkecil jarak untuk menempati posisi kedua dalam daftar perolehan medali SEA Games 2019, setelah panen 11 medali emas pada hari kelima, Kamis.

8 jam4 menit Jpnn

Viva.co

Kisah Susi Susanti, Tak Mau Pindah Klub demi Ciputra

Susi dibesarkan oleh Ciputra.

8 jam4 menit Viva

Viva.co

Deretan Laga Final Berpotensi Tambah Emas Indonesia Hari Ini

Petenis putri andalan Merah Putih, Aldila Sutjiadi akan tampil berlaga

8 jam4 menit Viva

Viva.co

5 Gebrakan Erick Thohir, Suntik Mati BUMN hingga Pecat Dirut

VIVA berhasil merangkum gebrakan ala Menteri BUMN Erick Thohir.

8 jam5 menit Viva

Viva.co

Cerita Irianto Lambrie Bangun Kaltara hingga Raih WTP Lampaui DKI

Kalimantan Utara lima kali beruntun raih opini WTP.

8 jam5 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

5 Zodiak yang Suka Baper, Sering Merasa Diabaikan

Terkadang orang-orang tersebut mungkin terlihat baik-baik saja dari luar tapi sesungguhnya mereka tidak merasa demikian. Apakah kamu salah satunya?

8 jam6 menit Detik

Detik

9 Penyebab Kulit Kusam dan Cara Agar Terlihat Glowing

Kulit kusam ditandai dengan kulit yang terlihat tidak sehat dan tidak glowing. Untuk mengatasinya, cari tahu 9 hal penyebab kulit kusam berikut ini.

8 jam6 menit Detik

Detik

Ramalan Zodiak Hari Ini: Taurus Tetap Semangat, Leo Ada Pemasukan

Keuangan Libra ada harapan akan mengalami peningkatan yang cukup luar biasa. Berikut ramalan Zodiak anda hari ini:

8 jam6 menit Detik

Detik

Apa Jadinya Jika Peragaan Busana Digelar di Hutan Kota Kediri?

Mengambil tema' Pride of Jayabaya,' gelaran Dhoho Street Fashion ke-5 kali ini menyuguhkan busana dari tenun khas Kediri di Hutan Kota Joyoboyo.

8 jam6 menit Detik

Detik

Cedera Lagi, Bale Absen Dua Laga

Gareth Bale dipastikan absen dalam dua laga Real Madrid berikutnya akibat cedera. Ia ingin memulihkan diri agar bisa tampil di El Clasico.

8 jam7 menit Detik

Detik

Kekecewaan Budi Prasetyo yang Meraih Perak SEA Games

Atlet judo Indonesia, Budi Prasetyo, menyumbangkan medali perak SEA Games 2019 Filipina. Dirinya gagal menaklukkan judoka asal tuan rumah, Shugen Nakano.

8 jam7 menit Detik

Detik

Arsenal Tak Percaya Diri

Kekalahan dari Brighton & Hove Albion memperpanjang puasa kemenangan Arsenal. Sedang dalam periode sulit, rasa percaya diri para pemain Arsenal menurun.

8 jam7 menit Detik

Detik

Jadwal SEA Games Hari Ini

Sea Games 2019 memasuki hari keenam pada Jumat (6/12/2019). Berikut jadwal Kontingen Indonesia yang bermain hari ini selengkapnya.

8 jam7 menit Detik

Detik

Heboh Tamara Bleszynski Tak Bisa Keluar Rumah Sampai Bikin Trauma

Tamara Bleszynski tiba-tiba bikin heboh karena update-nya di Instagram. Ia meminta tolong karena pintu rumahnya dihalangi orang.

8 jam7 menit Detik

Detik

Laksmi Pamuntjak Riset soal Lukisan Indonesia untuk Novel 'Fall Baby'

Novel 'Fall Baby' yang diterbitkan Penguin Random House SEA memuat beberapa fakta tentang pelukis-pelukis Indonesia.

8 jam7 menit Detik