Dispar Sleman gencar sosialisasikan wisata halal

Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, gencar menyosialisasikan penerapan wisata halal di wilayah setempat dengan sasaran restoran, hotel, dan desa wisata. "Dalam penerapan wisata halal di ...
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Pebisnis Otomotif Jepang Gelontorkan Investasi di Indonesia

Sejumlah perusahaan otomotif asal Jepang bersiap memperbesar cakupan bisnisnya di Indonesia.

10 jam44 menit Kontan

KONTAN

Berkah Pertamina dari Sanksi AKR Corporindo (AKRA)

Pertamina mendapatkan tambahan kuota penyaluran solar distribusi hingga akhir tahun ini.

10 jam44 menit Kontan

KONTAN

Waskita Beton Precast (WSBP) Memburu Kontrak Baru Rp 11,9 Triliun

Target kontrak baru PT Waskita Beton Precast Tbk meningkat 15,53% pada tahun depan

10 jam45 menit Kontan

KONTAN

Tambah Kapasitas Produksi, Unilever (UNVR) Telah Belanjakan Rp 800 Miliar

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) telah menyerap 73% anggaran belanja modal atau  i>capital expenditure  /i>(capex) tahun ini

10 jam45 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Unggul Indah Cahaya (UNIC) Akan Menambah Kapasitas dan Garap Proyek Apartemen

PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) berencana menambah kapasitas produksi pabrik yang sudah ada ( i>eksisting /i>). 

10 jam45 menit Kontan

KONTAN

Isu ditundanya kesepakatan dagang AS-China menahan kejatuhan emas lebih dalam lagi

Harga emas dunia tak banyak mengalami perubahan pada transaksi perdagangan Rabu (20/11) waktu New York.

10 jam45 menit Kontan

KONTAN

Setelah naik tinggi, harga minyak terkoreksi karena kekhawatiran kesepakatan dagang

Kamis (21/11) pukul 07.25 WIB, harga minyak WTI untuk pengiriman Januari 2020 ada di US$ 56,92 per barel, turun 0,19% dari Rabu (20/11).

10 jam45 menit Kontan

KONTAN

IHSG naik samar, 6 saham LQ45 dengan PER terendah ini merah

IHSG naik, 6 saham LQ45 dengan PER terendah malah turun harga (20/11). Saham apa saja, ya?

10 jam45 menit Kontan

KONTAN

Harga emas naik tipis pagi ini, dibayangi penundaan kesepakatan dagang AS-China

Kamis (21/11) pukul 07.35 WIB harga emas pengiriman Desember 2019 ada di US$ 1.474,80 per ons troi, naik tipis 0,04% dari Rabu (20/11).

10 jam45 menit Kontan

KONTAN

Simak rekomendasi saham Profindo Sekuritas untuk perdagangan Kamis (21/11)

Berikut ini rekomendasi teknikal Analis Profindo Sekuritas Indonesia untuk diperdagangkan pada Kamis (21/11).

10 jam45 menit Kontan

KONTAN

Rupiah di pasar onshore dibuka flat di Rp 14.095 per dolar AS pada pagi ini

Kamis (21/11) pukul 08.15 WIB, rupiah di pasar onshore ada di Rp 14.095 per dolar AS, stagnan dari posisi sehari sebelumnya.

10 jam45 menit Kontan

KONTAN

Bursa Asia memerah tersulut ancaman penundaan kesepakatan dagang AS-China

 Bursa Asia kompak memerah pada awal perdagangan Kamis (21/11). 

10 jam45 menit Kontan

KONTAN

Harga emas Antam hari ini stagnan di Rp 751.000

Harga pecahan satu gram emas Antam, Kamis (21/11) berada di Rp 751.000.

10 jam45 menit Kontan

KONTAN

We+ gaet Alfamart, buka akses klaim asuransi terluas

We+ gaet Alfamart serta PT Asuransi Central Asia (ACA), Adira Syariah Insurance, dan Sinar Mas Insurtech buka akses klaim asuransi

10 jam45 menit Kontan

KONTAN

Kementerian Pertahanan tutup pendaftaran lebih cepat, ini alasannya

Kementerian Pertahanan hanya membuka waktu pendaftaran selama 10 hari kalender, yakni antara 11-20 November 2019.

10 jam45 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Ekonom Bank Permata memprediksi BI akan menahan suku bunga acuan di level 5%

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi BI akan menahan BI 7  em>day reverse repo rate /em> di level 5%.

10 jam45 menit Kontan

KONTAN

Upayakan kembalikan aset First Travel kepada korban, Kejaksaan Agung tunda lelang

Kejaksaan Agung memastikan akan menunda pelaksanaan lelang aset milik perusahaan perjalanan umrah First Travel.

10 jam45 menit Kontan

KONTAN

Ekspektasi inflasi terkendali, ekonom ini proyeksikan BI akan menahan bunga acuannya

Kepala Ekonom Bank Nasional Indonesia (BNI) Ryan Kiryanto memperkirakan BI akan menahan suku bunga acuan di level 5%.

10 jam46 menit Kontan

BISNIS

Film Ad Astra Akan Tayang di Bioskop China Awal Desember

Kali ini giliran film Ad Astra (2019) yang bakal mendarat di bioskop-bioskop Cina pada 6 Desember mendatang, lebih dari 2 bulan setelah debut perdananya di Amerika Serikat.

10 jam46 menit Bisnis

BISNIS

Produsen Garmen Asal China Ini Tertarik Ekspansi ke Asia Tenggara

Pasar Asia Tenggara akan menjadi suatu pasar baru dan yang sangat berbeda dengan pasar China.

10 jam46 menit Bisnis

BISNIS

Pemasok Komponen Hentikan Produksi, Boeing 'Suntik Mati' Produksi Pesawat 747?

Triumph Group Inc., pemasok terbesar untuk program 747-8, mulai membersihkan pabrik dan melelang peralatan manufaktur secara daring yang dimulai pada Rabu (20/11/2019) sore.

10 jam46 menit Bisnis

BISNIS

Valbury Sekuritas : Sentimen Negatif Tahan Laju IHSG

Valbury Sekuritas Indonesia menyebutkan sentimen bagi pasar yang kembali didominasi faktor negatif, bisa menyulitkan bagi IHSG untuk dapat melaju ke teritorial positif pada perdagangan saham hari ini.

10 jam46 menit Bisnis

BISNIS

Pentingnya Seni bagi Tumbuh Kembang Anak dengan Autisme

Menurut data World Health Organization, dari 160 anak di dunia, setidaknya terdapat 1 anak dengan autisme, atau dalam istilah medis penyintas autism spectrum disorder (ASD).

10 jam46 menit Bisnis

BISNIS

Cegah Radikalisme, Wapres Ma'ruf Amin Tekankan Koordinasi Lintas Lembaga

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia maka agama tidak mungkin dipisahkan dari kehidupan karena menjadi karakteristik dari Indonesia. Indonesia menempatkan ketuhanan sebagai dasar bernegara.

10 jam46 menit Bisnis

BISNIS

Mega Capital Sekuritas : Spekulasi Beli BNLI dan AKRA

Mega Capital Sekuritas memprediksi IHSG fluktuatif menguat terbatas di level 6.120 - 6.180 saat bursa regional melemah hari ini.

10 jam46 menit Bisnis