Tersanga bom bunuh diri di Medan bertambah, total 23 orang

Kepolisian Daerah Sumatera Utara hingga Senin menetapkan 23 orang sebagai tersangka terkait dengan bom bunuh diri Markas Komando Polres Kota Besar (Polrestabes) Medan.   Kapolda Sumut Irjen Pol. Agus Andrianto mengatakan ...
« Kembali Baca berita lengkap »

ANTARA NEWS

Gaungkan tari tradisional pada ajang Indonesia menari

Para peserta penari mengenakan pakaian tradisional menari dalam perhelatan "Indonesia Menari" 2019 di Sun Plaza Medan, Sumatera Utara, Minggu (17/11/2019). Sebanyak 7.000 orang penari dari perorangan, sanggar tari, ...

16 jam7 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Warga Pondok Ranggon bakar diri karena masalah rumah tangga

Seorang warga Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, berinisial HF membakar diri, Senin dini hari, diduga akibat persoalan asmara rumah tangga.   "Informasi yang kami himpun, si HF ini sudah pernah juga mencoba ...

16 jam7 menit Antaranews

KONTAN

Potensi Shortfall Penerimaan Perpajakan Kembali Mengintai

Dalam dua bulan, pemerintah harus mengejar kekurangan target setoran pajak sebesar Rp 544,82 triliun.

16 jam7 menit Kontan

KONTAN

Lo Kheng Hong Jual Ruko Seharga Rp 5 Miliar untuk Beli Saham

Lo Kheng Hong saat ini membeli lima saham setiap hari. 

16 jam7 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Duh, Pengawasan OJK dan BEI Disoal Lagi

Pengawasan OJK dan BEI disoroti terkait mencuatnya sejumlah kasus di pasar modal

16 jam7 menit Kontan

KONTAN

Jual 1,5% Saham Aramco Senilai US$ 25,6 Miliar, Ini yang Arab Saudi Lakukan

Nilai IPO itu berdasarkan valuasi Aramco sebesar US$ 1, triliun-US$ 1,7 triliun.

16 jam7 menit Kontan

KONTAN

Hong Kong kian mencekam: Polisi jebak ratusan pengunjuk rasa, demonstran mengamuk

Pada Senin (18/11), kepolisian Hong Kong menjebak ratusan pengunjuk rasa di dalam sebuah universitas besar.

16 jam8 menit Kontan

KONTAN

Jaga pasokan jelang Imlek, China desak daerah untuk mempercepat pengembangbiakan babi

Menteri Pertanian China meminta para pejabat sembilan pemerintah daerah untuk mempercepat pengembangbiakan babi.

16 jam8 menit Kontan

KONTAN

Rupiah di pasar spot dibuka menguat ke Rp 14.070 pada awal perdagangan pekan ini

 Senin (18/11) pukul 08.06 WIB, rupiah di pasar spot ada di Rp 14.070 per dolar AS, menguat 0,05% dari akhir pekan lalu.

16 jam8 menit Kontan

KONTAN

IHSG hijau, tapi 3 saham LQ45 dengan PER terendah ini merah

IHSG naik, 3 saham LQ45 dengan PER terendah malah turun harga (15/11). Saham apa saja, ya?

16 jam8 menit Kontan

KONTAN

Bursa Asia dibuka bervariasi, dibayangi sentimen kesepakatan dagang AS-China

Bursa Asia dibuka bervariasi di awal pekan ini dengan mayoritas indeks naik tipis.

16 jam8 menit Kontan

KONTAN

Sempat mendaki, harga emas spot kembali tergelincir menjadi US$ 1.465,32 per ons troi

Senin (18/11) pukul 09.05 WIB harga emas spot kembali tergelincir menjadi US$ 1.465,32 per ons troi

16 jam8 menit Kontan

KONTAN

IHSG dibuka melemah tipis pada awal perdagangan pekan ini

Senin (18/11) pukul 09.05 WIB, IHSG melemah tipis 7,39 poin atau 0,13% ke 6.120,62.

16 jam8 menit Kontan

KONTAN

Harga emas Antam naik Rp 1.000 menjadi Rp 748.000

Harga pecahan satu gram emas Antam, Senin (18/11) berada di Rp 748.000.

16 jam8 menit Kontan

KONTAN

Presiden permudah syarat kepemilikan rumah, DP dari 5% menjadi hanya 1%

Jokowi terus mempermudah akses kepemilikan rumah layak huni dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

16 jam9 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Pemilihan Ketua Aklamasi, Golkar Kembali ke Orde Baru

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, jika dalam Musyawarah Nasional (munas) Partai Golkar hanya ada calon tunggal, maka paradigma partai tersebut sama saja dengan kembali ke Orde Baru.

16 jam9 menit Bisnis

BISNIS

KABAR PASAR 18 NOVEMBER: Kredit Properti Mulai Selektif, Produsen Bakal Tahan Agresivitas

Berita mengenai kinerja pembiayaan sektor properti dan produksi batu bara, di antaranya, menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Senin (18/11/2019).

16 jam9 menit Bisnis

BISNIS

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 18 November 2019

Harga emas batangan di Pegadaian hari ini, Senin(18/11/2019), tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi pada Sabtu (16/11).

16 jam9 menit Bisnis

BISNIS

30 Persen Pekerja Profesional Alami Gangguan Mental

Apakah Anda sering merasa kelelahan dan tidak lagi bergairah saat bekerja? Apakah hal ini sudah terjadi dalam kurun waktu yang lama?

16 jam9 menit Bisnis

BISNIS

Harga Bensin Naik, Protes Massa Muncul di Iran

Protes meletus di kota-kota seluruh Iran, menewaskan sedikitnya satu orang, setelah pemerintah secara tak terduga menaikkan harga bensin.

16 jam9 menit Bisnis

BISNIS

KABAR EMITEN 18 NOVEMBER: CPO Bikin Indeks Jakagri Memantul, GEMS Bidik Kenaikan Produksi 15%

Berita mengenai efek reli harga CPO terhadap indeks saham agribisnis dan target produksi batu bara PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) menjadi topik halaman market dan korporasi edisi harian Bisnis Indonesia, Senin (18/11/2019).

16 jam9 menit Bisnis

BISNIS

Ternyata, Bella Hadid Menangis Setiap Pagi

Tampil di depan umum selalu terlihat sempurna, ternyata tidak menunjukkan kehidupan Bella Hadid yang sesungguhnya.

16 jam10 menit Bisnis

BISNIS

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 18 November 2019

Pergerakan IHSG dalam perdagangan awal pekan ini diprediksi kembali melanjutkan penguatannya.

16 jam10 menit Bisnis

BISNIS

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 18 November 2019

Rupiah berhasil menutup pekan lalu dengan parkir di zona hijau seiring dengan neraca perdagangan pada Oktober mencatatkan surplus, dan lebih baik daripada perkiraan pasar.

16 jam10 menit Bisnis