Tempuh 1000 km, Tim Toyota pelajari karakter pengendara di Pulau Jawa

Tim Toyota 5 Continents Drive Asia 2019-2020 berhasil menempuh jarak 1.000 km selama empat hari di Pulau Jawa, mulai dari Jakarta dan mengakhirinya di Surabaya pada Jumat (15/11). Selama empat hari perjalanannya menjelajahi ...
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Diversifikasi Jadi Kunci Indo Straits Akhirnya Bisa Meraih Laba

Catatan laba Indo Straits masih mini.

15 jam38 menit Kontan

KONTAN

Review IHSG: Terombang-ambing Ketidakpastian Perjanjian Dagang AS-China

Sepekan terkhir, IHSG melemah 0,8%.

15 jam38 menit Kontan

KONTAN

Ini daftar negara yang lolos ke Euro 2020, Finlandia cetak sejarah

Finlandia menciptakan sejarah baru seusai mengalahkan Liechtenstein dalam lanjutan matchday 9 Kualifikasi Euro 2020 Grup J

15 jam38 menit Kontan

KONTAN

Trump desak Mahkamah Agung AS hentikan upaya Kongres mendapatkan catatan keuangannya

Trump desak Mahkamah Agung AS hentikan upaya Kongres mendapatkan catatan keuangannya

15 jam38 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Amazon menantang kontrak cloud Pentagon senilai US$ 10 miliar untuk Microsoft

Amazon menantang kontrak cloud Pentagon senilai US$ 10 miliar untuk Microsoft

15 jam38 menit Kontan

KONTAN

Menteri Pertahanan AS menolak tuduhan Amazon ada bias dalam kontrak cloud

Menteri Pertahanan AS menolak tuduhan Amazon ada bias dalam kontrak cloud

15 jam39 menit Kontan

KONTAN

Wall Street rekor dipicu harapan kesepakatan dagang & melonjaknya saham kesehatan

Wall Street rekor dipicu harapan kesepakatan dagang & melonjaknya saham kesehatan

15 jam39 menit Kontan

KONTAN

Merdeka Copper Gold (MDKA) sudah serap belanja modal US$ 70 juta, dipakai apa saja?

Merdeka Copper Gold (MDKA) telah menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 70 juta sepanjang tahun ini.

15 jam39 menit Kontan

KONTAN

Dituduh melakukan investasi bodong, begini reaksi manajemen Kampoeng Kurma

Menurut Sari, Kampoeng Kurma hanya menjual kavling, dan sebagai bonus pihaknya memberikan lima pohon kurma. 

15 jam39 menit Kontan

KONTAN

Terpopuler: Kampoeng Kurma buka suara, Gara-gara Gedung Putih harga emas melorot

Sejumlah strong>  /strong>artikel yang Kontan.co.id angkat kemarin dan hari ini menjadi topik terpopuler. Apa saja?

15 jam39 menit Kontan

KONTAN

Saham Forza Land (FORZ) tidak bisa ditransaksikan pada awal pekan depan

BEI menyetop perdagangan saham dan waran Forza Land Indonesia, FORZ dan FORZ-W karena penurunan harga kumulatif yang signifikan.

15 jam39 menit Kontan

KONTAN

BEI menyetop perdagangan saham Sentral Mitra (LUCK) pada Senin (18/11)

Suspensi saham Sentral Mitra ini dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai pada Senin (18/11).

15 jam39 menit Kontan

KONTAN

Jual bersih investor asing di pasar saham mencapai Rp 22,64 triliun sejak awal tahun

Secara em>year to date, /em>investor asing mencatat em>net buy /em>Rp 44,45 triliun di seluruh pasar dengan penurunan IHSG 1,07%.

15 jam39 menit Kontan

KONTAN

Terseret kenaikan IHSG, 10 saham ini mencetak untung tertinggi, Jumat (15/11)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bangkit menguat 0,48% menjadi 6.128,34 pada Jumat (15/11).

15 jam40 menit Kontan

KONTAN

IHSG hijau, ini 10 saham yang paling merah, Jumat (15/11)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound 0,48% ke level 6.128,34 pada Jumat (15/11).

15 jam40 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Wow, utang Duniatex mencapai Rp 22,4 triliun dari 144 kreditur

Dari catatan pengurus, total tagihan kepada Duniatex Group mencapai Rp 22,36 triliun yang berasal dari 144 kreditur.

15 jam40 menit Kontan

KONTAN

Kementerian ESDM hanya buka lowongan CPNS 50 orang, ini alasannya

Kementerian ESDM kembali membuka pedaftaran CPNS, tapi hanya ada 50 formasi

15 jam40 menit Kontan

KONTAN

Ini tol Trans Sumatra yang diresmikan Presiden Jokowi

Presiden Jokowi meresmikan tol Trans-Sumatera sepanjang 189 km 

15 jam40 menit Kontan

KONTAN

Begini strategi Menteri PUPR mempercepat pengerjaan proyek tahun 2020

Begini strategi Menteri PUPR mempercepat pengerjaan proyek tahun 2020

15 jam40 menit Kontan

KONTAN

Sri Mulyani sebut globalisasi dan interkoneksi perlu diwaspadai, kenapa?

Sri Mulyani sebut globalisasi dan interkoneksi perlu diwaspadai, kenapa?

15 jam40 menit Kontan

KONTAN

Kemendikbud rilis UTBK dan SBMPTN 2020, berikut jadwal lengkapnya

Kemendikbud meluncurkan jadwal UTBK dan SBMPTN 2020

15 jam40 menit Kontan

KONTAN

Kumpulkan para Pangdam di Istana, ini pesan Jokowi

Kumpulkan para Pangdam di Istana, ini pesan Jokowi 

15 jam41 menit Kontan

KONTAN

Investasi sebesar Rp 1.722 triliun terhambat masuk RI kerena kebanyakan aturan

Investasi sebesar Rp 1.722 triliun terhambat masuk RI kerena kebanyakan aturan

15 jam41 menit Kontan

BISNIS

Kementerian Keuangan Terima Penghargaan dari MURI

Penghargaan ini didapatkan sebagai Kemenkeu sebagai Program Kerelawanan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pertama di Bidang Pengembangan Karakter untuk Siswa Sekolah Dasar (SD) di Indonesia melalui Kemenkeu Mengajar.

15 jam41 menit Bisnis

BISNIS

Swiss 99,99 Persen Lolos ke Euro 2020, Denmark & Irlandia Rebutan Satu Tiket

Denmark, Swiss, dan Repubik Irlandia terus bersaing berebut dua tiket otomatis ke putaran final Piala Eropa (Euro) 2020 sebagai juara dan runner-up Grup D babak kualifikasi.

15 jam41 menit Bisnis