Ganjar siap bereskan oknum penegak hukum nakal di Jateng

Gubernur Ganjar Pranowo siap membereskan oknum-oknum penegak hukum yang mencari-cari kesalahan atau mengkriminalisasi kebijakan di Provinsi Jawa Tengah. "Sesuai instruksi dari Presiden Joko Widodo kepada pejabat ...
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Siang ini, Rupiah menguat 0,17% di level Rp 14.064 per dolar AS

Kurs rupiah menguat di level Rp 14.064 per dolar AS.

17 jam28 menit Kontan

KONTAN

Siang ini, harga emas masih turun 0,37% di angka US$ 1.465,91 per ons troi

Harga emas di pasar spot masih turun.

17 jam28 menit Kontan

KONTAN

IHSG naik makin kokoh hingga akhir perdagangan sesi I hari ini

Jumat (15/11), IHSG menguat 31,51 poin atau 0,52% ke 6.130,46 pada penutupan perdagangan sesi I.

17 jam28 menit Kontan

KONTAN

Dirut baru Mandiri dan BTN masih misteri, Wamen BUMN: Diumumkannya Desember

Posisi jabatan direktur utama yang masih kosong untuk dua bank BUMN Tbk akan segera diumumkan bulan Desember 2019.

17 jam29 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Utang luar negeri Indonesia naik 10,2% pada kuartal III-2019

BI mencatat ULN Indonesia sebesar US$ 395,6 miliar atau naik 10,2% secara tahunan atau year on year (yoy).

17 jam29 menit Kontan

KONTAN

Selamatkan Rp 892 triliun investasi, Pokja IV menyebut sektor ESDM paling rumit

Berdasarkan pengalaman Pokja IV, kasus yang paling sulit ditangani bahkan sering buntu di sektor energi.

17 jam29 menit Kontan

BISNIS

Kurs Tengah Rupiah menguat 29 Poin, Mayoritas Mata Uang Asia Terapresiasi

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (15/11/2019) di level Rp14.069 per dolar AS, melemah 29 poin atau 0,21 persen dari posisi Rp14.098 pada Kamis (14/11/2019).

17 jam29 menit Bisnis

BISNIS

The Fed Yakin Ekspansi Ekonomi AS akan Berlanjut

Gubernur Federal Reserve Amerika Serikat (AS) Jerome Powell menyatakan ekonomi negara adidaya ini berkinerja baik dan menyuarakan keyakinan kuat bahwa ekspansinya akan berlanjut.

17 jam29 menit Bisnis

BISNIS

Pegawai KRAS Diduga Teroris, PKB Sarankan Pengurus Masjid Eselon II

Tim Densus 88 Antiteror mengamankan 4 orang yang diduga teroris di wilayah Banten, Rabu (13/11/2019). Salah satu dari mereka adalah karyawan dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

17 jam29 menit Bisnis

BISNIS

Taspen Siapkan Unit Investasi Syariah

PT Taspen (Persero) akan membentuk unit investasi syariah (UIS) pada tahun depan seiring dengan peluang pada instrumen investasi syariah yang membesar, banyak pensiunan yang menginginkan bertransaksi syariah.

17 jam29 menit Bisnis

BISNIS

Neraca Dagang Oktober Surplus, IHSG Menguat di Akhir Sesi I

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,52 persen atau 31,51 poin ke level 6.130,46 pada akhir sesi I, setelah dibuka rebound dengan penguatan 0,28 persen atau 16,81 poin ke level 6.115,76.

17 jam30 menit Bisnis

BISNIS

Gelar Pesta 11.11, Transaksi DANA Melonjak

PT EDIK, pemilik merek dompet digital DANA, menggelar beragam promosi melalui program #Puas11Rupiah pada 8?11 November 2019.

17 jam30 menit Bisnis

BISNIS

ARV Kedaluarsa Rp2,8 Miliar, Anggaran dari APBN 2018

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut anggaran obat anti retroviral (ARV) untuk pengidap HIV/AIDS tahun 2018 berasal dari APBN sebesar Rp809 hingga 810 miliar.

17 jam30 menit Bisnis

BISNIS

Perbankan Semakin Selektif, Pendanaan Multifinance Seret

Perbankan yang semakin selektif dan pengetatan likuiditas menekan pendanaan yang diterima perusahaan pembiayaan hingga kuartal III/2019.

17 jam30 menit Bisnis

JPNN.

Penjelasan BNPB soal Dampak Gempa 7,1 SR di Maluku Utara

JPNN.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapatkan informasi dari BPBD Halmahera Barat bahwa belum ada laporan dampak kerusakan maupun korban pascagempa 7,1 SR di Maluku Utara pada Kamis malam (14/11). Sebagian warga dikabarkan sudah kembali ke rumah mereka masing-masing dan beraktivitas normal.

17 jam31 menit Jpnn

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

WOWKEREN

Nadiem Dukung Penuh Wacana Kemenag Rombak Ratusan Buku Agama Demi Cegah Radikalisme

Beberapa waktu lalu Kemenag berencana menulis ulang ratusan buku agama untuk mencegah radikalisme. Wacana tersebut tampaknya mendapat dukungan penuh dari Mendikbud Nadiem Makarim.

17 jam31 menit Wowkeren

WOWKEREN

Barbie Kumalasari Pamer Bakal Buka Kafe 3 Lantai, Netter Malah Soroti Kejanggalan Ini

Barbie Kumalasari mengabarkan akan memiliki sebuah bisnis baru berupa kafe mewah tiga lantai yang terletak di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Ia pun mempromosikan kafe barunya di Instagram.

17 jam31 menit Wowkeren

WOWKEREN

Jadi Duta Kesehatan Dunia, Aktris Ha Ji Won Bantu Anak-Anak Vietnam Kembali Tersenyum

Salah satu aktris asal Korea Selatan, yakni Ha Ji Won dikenal berhati mulia. Baru-baru ini, Duta Kesehatan Dunia itu diketahui membantu anak-anak di Vietnam untuk operasi dan mengembalikan senyum mere

17 jam31 menit Wowkeren

WOWKEREN

Intan Hardja Pernah Intim Bareng Berondong Hingga Lepas Hijab, Sudah Pindah Keyakinan?

Setelah blak-blakan pernah berhubungan intim dengan pria berondong, Intan Hardja sempat memakai hijab. Namun Intan nyatanya sudah melepaskan hijabnya hingga sering menuai cibiran netizen.

17 jam31 menit Wowkeren

WOWKEREN

Episode Terbaru 'Extraordinary You' Diprotes Bisa Bikin Depresi, Kenapa?

'Extraordinary You' akan menayangkan episode terakhirnya pada 21 November mendatang. Nantinya drama ini akan digantikan dengan 'Love With Flaws' yang dibintangi oleh Ahn Jae Hyun.

17 jam31 menit Wowkeren

WOWKEREN

Akui Menembak Demi Lindungi Diri, Anak Bupati Majalengka Kini Laporkan Balik Korban

Seorang ASN bernama Irfan Nur Alam, yang juga merupakan putra Bupati Majalengka, dilaporkan lantaran menembak seorang kontraktor usai ditagih uang proyek sebesar Rp500 juta.

17 jam31 menit Wowkeren

WOWKEREN

Gisella Anastasia Beri Pengertian Soal Tuhan, Kocaknya Gempi Ungkap Keinginan Jadi Kucing

Gisella Anastasia dibuat terpana saat sang putri, Gempi, bertanya mengenai keberadaan Tuhan. Saat Gisel menjelaskan soal kebesaran Tuhan, jawaban tak terduga dari Gempi sukses membuatnya ngakak.

17 jam32 menit Wowkeren

WOWKEREN

Ifan Seventeen Ngaku Mulai Risi Terus-Terusan Dapat Simpati Pasca Tsunami Anyer Setahun Lalu

Meski mengapresiasi simpati dari orang-orang kepadanya, Ifan Seventeen mengungkap hal itu seharusnya tidak perlu lagi. Ia juga curhat mendapat perlakuan serupa dari rekan sesama musisi.

17 jam32 menit Wowkeren

WOWKEREN

Pengamat Sebut Skuter Listrik Lebih Cocok Jadi Transportasi Pariwisata

Pengamat transportasi yakni Dharmaningtyas mengatakan bahwa skuter listrik akan lebih cocok jika dijadikan sarana transportasi khusus pariwisata, yakni untuk rekreasi olahraga.

17 jam32 menit Wowkeren

WOWKEREN

Ali Syakieb Ngode Kambing Mau Kawin, 'Panas' Citra Kirana-Rezky Siapkan Pernikahan?

Ali Syakieb sempat mengunggah postingan soal kawin seolah baper bakal 'didului' oleh Citra Kirana sang mantan. Saat ini, persiapan pernikahan Ciki dengan Rezky sudah mencapai 80 persen.

17 jam32 menit Wowkeren