BPS: Pengaruh kebijakan tarif per komoditas perdagangan

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan bahwa pengaruh kebijakan penerapan tarif yang lebih tinggi atau lebih rendah terhadap impor tidak bisa disamaratakan tetapi harus dilihat dampaknya untuk setiap ...
« Kembali Baca berita lengkap »

ANTARA NEWS

Kadin Jatim petakan UMKM pengolahan produk pertanian

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur memetakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sektor pertanian di wilayah setempat, sebagai tindak lanjut dari agenda "Sharing dan Klinik Bisnis, Pengolahan Produk ...

8 jam55 menit Antaranews

KONTAN

Kepemilikan Asing di SBN Mulai Menyusut

Dalam dua hari, investor asing tarik dana dari SBN sebesar Rp 2,05 triliun

8 jam55 menit Kontan

KONTAN

Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Membidik Proyek Patimban

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) tawarkan jasa terminal kendaraan kepada Hyundai, Hino & Nissan.

8 jam55 menit Kontan

KONTAN

Waduh! Risiko Pembiayaan Utang Emiten Batubara Meningkat

Sejumlah emiten batubara sudah menyiapkan strategi untuk pembiayaan kembali utangnya.

8 jam55 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

AS-China Berseteru Lagi, Harga Timah Bearish

Harga timah diperkirakan terus menurun hingga akhir tahun ini.

8 jam55 menit Kontan

KONTAN

Banyak Masalah di Industri Finansial, OJK dan Pemerintah Harus Gerak Cepat

OJK dan pemerintah harus menempuh solusi konkret dan cepat untuk permasalahan di industri finansial

8 jam55 menit Kontan

KONTAN

Likuiditas Bursa Saham Mendadak Susut

Volume transaksi harian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung turun di November

8 jam56 menit Kontan

KONTAN

Performa terus menurun, Jorge Lorenzo pensiun dari MotoGP

 Jorge Lorenzo umumkan pensiun dari MotoGP

8 jam56 menit Kontan

KONTAN

Repsol Honda berburu pembalap pengganti Jorge Lorenzo musim depan

Tim Repsol Honda berburu pembalap pengganti Jorge Lorenzo untuk musim depan

8 jam56 menit Kontan

KONTAN

IHSG menguat tipis di awal perdagangan Jumat (15/11)

Jumat (15/11) pukul 9.04 WIB, IHSG naik 0,08% ke 6.103.

8 jam56 menit Kontan

KONTAN

Rupiah menguat 0,14% terhadap dolar AS (Pukul 09.14 WIB)

Kurs rupiah menguat di level Rp 14.068 per dolar AS.

8 jam57 menit Kontan

KONTAN

Tiga sentimen yang berhasil mendongkrak bursa Asia pagi ini

Pasar saham Asia mencatatkan kenaikan pada transaksi Jumat (15/11) pagi.

8 jam57 menit Kontan

KONTAN

Harga emas masih turun 0,22% di angka US$ 1.468,09 per ons troi

Harga emas di pasar spot masih turun.

8 jam57 menit Kontan

KONTAN

Indomobil mulai pekan ini distribusi mobil KIA

Indomoil akan meneruskan distrbutor mobil.

8 jam57 menit Kontan

KONTAN

Rupiah menguat 0,18% di level Rp 14.063 per dolar AS (Pukul 10.04 WIB)

Kurs rupiah menguat di level Rp 14.063 per dolar AS.

8 jam57 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Jelang siang, harga emas masih turun 0,31% di angka US$ 1.466,81 per ons troi

Harga emas di pasar spot masih turun.

8 jam57 menit Kontan

KONTAN

Tambang baru milik Aneka Tambang (ANTM) akan beroperasi awal 2020

Aneka Tambang (ANTM) akan mengaktifkan tambang Emas Arinem yang yang terletak di kawasan Gunung Salak, Jawa Barat.

8 jam57 menit Kontan

KONTAN

Neraca dagang surplus, IHSG melesat

Jumat (15/11) pukul 10.28 WIB, IHSG naik 0,46% ke 6.126,74.

8 jam57 menit Kontan

KONTAN

Harga emas Antam naik lagi Rp 2.000 pada Jumat (15/11)

Harga pecahan satu gram emas Antam, Jumat (15/11) berada di Rp 748.000.

8 jam57 menit Kontan

KONTAN

Bunga deposito tertinggi 6,7%, masih menarikkah menyimpan dana di deposito?

Berdasarkan Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU) per Kamis, 14 November 2019, bunga tertinggi deposito kini sebesar 6,7%.

8 jam58 menit Kontan

KONTAN

Pengangkatan Ahok jadi bos BUMN melanggar UU, jika...

Ahok berpotensi melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, bila tetap diangkat sebagai bos BUMN.

8 jam58 menit Kontan

KONTAN

Erick Thohir menegaskan teroris bukan bagian dari BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan terduga teroris bukan lagi bagian dari BUMN.

8 jam58 menit Kontan

KONTAN

Lelang mobil Kemkeu: Nissan X Trail dibanderol mulai Rp 25,5 juta, Innova Rp 54 juta

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan kembali melakukan lelang mobil murah.

8 jam58 menit Kontan

KONTAN

Jokowi akan resmikan jalan tol trans Sumatera sepanjang 189 km

Presiden Jokow Widodo (Jokowi) akan resmikan jalan tol trans Sumatera sepanjang 189 km

8 jam58 menit Kontan

BISNIS

Neraca Dagang Oktober Surplus Tipis US160 Juta

Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa neraca perdagangan pada Oktober 2019, surplus tipis sebesar US$160 juta.

8 jam58 menit Bisnis