Dua negara disebut tak kooperatif, Menlu RI enggan tanggapi Petral

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Retno Marsudi enggan memberi tanggapan terkait kasus dugaan suap Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Padahal, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dua negara ...
« Kembali Baca berita lengkap »

ANTARA NEWS

Breakdance resmi di Olimpiade Paris 2024

Atlet breakdance Austria Fouad Ambelj alias Lil Zoo, pemenang kejuaraan dunia Red Bull BC One pada tahun 2018, menari di atas atap gedung selama sesi foto di Mumbai pada (10/11/2019). Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah ...

22 jam7 menit Antaranews

KONTAN

Saranacentral Bajatama (BAJA) yakin pendapatan capai Rp 1,1 triliun hingga akhir 2019

Pendapatan PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) menyusut 23,22% menjadi Rp 713,7 miliar pada kuartal III 2019.

22 jam7 menit Kontan

KONTAN

Inilah jawara dana kelolaan manajer investasi

Persaingan manajer investasi dalam mendapatkan dana kelolaan cukup ketat 

22 jam8 menit Kontan

KONTAN

Ekonomi lesu, poundsterling masih berpotensi koreksi

tan ekonomi Inggris membuat kurs poundsterling tertekan begitu juga dengan pasangan EUR/GBP.

22 jam8 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Menanti kepastian politik Inggris, GBP/USD diramal masih bullish

Perkembangan politik di Inggris, dianggap penentu prospek negosiasi Brexit dan mempengaruhi pairing GBP/USD

22 jam8 menit Kontan

KONTAN

BRIsyariah membuka empat kantor cabang pembantu di Aceh

Bersinergi dengan Bank BRI, BRIsyariah membuka empat Kantor Cabang Pembantu (KCP) baru di Provinsi Aceh.

22 jam8 menit Kontan

KONTAN

Fintech lending diklaim sudah mampu ikut menurunkan angka kemiskinan di Indonesia

Indef menyebut fintech P2P lending telah salurkan Rp 60 triliun dan menurunkan angka kemiskinan hingga 0,7%.

22 jam8 menit Kontan

KONTAN

NIM multifinance terjaga di 5-6% di tengah penurunan suku bunga

NIM multifinance terjaga di 5-6% di tengah penurunan suku bunga

22 jam8 menit Kontan

KONTAN

Perhiasan, jam analog, hingga kacamata segera jadi alat pembayaran digital

Mastercard menggandeng Tappy Technology guna mengaplikasikan perhiasan jadi alat pembayaran digital.

22 jam8 menit Kontan

BISNIS

Harapan Negosiasi AS-China, Emas Tergelincir ke US1.451

Harga emas tergelincir ke level US$1.451 per troy ounce seiring dengan harapan adanya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China.

22 jam9 menit Bisnis

BISNIS

Timnas Indonesia Bertolak ke Malaysia, Jalani Pra-Piala Dunia 2022

Timnas Indonesia senior bertolak ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada Selasa (12/11/2019). Hal ini sebagai persiapan melawan Malaysia pada laga lanjutan babak kedua Grup G Pra-Piala Dunia 2022.

22 jam9 menit Bisnis

BISNIS

Pengadaan Vaksin Pneumonia Jadi Prioritas Pemerintah

Kementerian Kesehatan menargetkan pengadaan vaksin pneumonia secara menyeluruh akan menjadi prioritas pemerintah dalam beberapa tahun ke depan.

22 jam9 menit Bisnis

BISNIS

Mewaspadai Pembiayaan Bermasalah Kredit Bersubsidi Pemerintah

Kendati secara umum rasio kredit bermasalah dari penyaluran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih relatif rendah, tetapi sejumlah bank penyalur menghadapi persoalan yang cukup serius pada segmen ini akibat tingkat gagal bayar yang tinggi.

22 jam9 menit Bisnis

BISNIS

Eastparc Hotel (EAST) Proyeksi Laba Rp10 Miliar

Emiten perhotelan asal Yogyakarta PT Eastparc Hotel Tbk. (EAST) memprediksi perolehan laba sebelum pajak pada 2019 mencapai Rp8 miliarRp10 miliar seiring dengan peningkatan okupansi jelang akhir tahun.

22 jam9 menit Bisnis

BISNIS

Pelajar Pejuang Rupiah Kampanyekan Rupiah Lewat Mading 3D

Mading Rupiah 3D ini mencoba mendobrak segala stigma bahwa membaca dan memperoleh informasi selama ini membosankan dan kurang atraktif.

22 jam9 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Masih Tunggu Hasil Investigasi, Kemendagri Minta Tak Ada Penyebutan Desa Siluman

Di tengah simpang siur informasi terkait keberadaan desa-desa yang diduga fiktif dan dibentuk agar bisa mendapatkan kucuran dana desa dari APBN, Kementerian Dalam Negeri meminta agar istilah tersebut tidak digunakan.

22 jam10 menit Bisnis

BISNIS

Duta Rupiah Diharapkan Dorong Generasi Muda Aktif Dalam Literasi Rupiah

Program Sekolah Peduli Rupiah oleh Bank Indonesia telah mencetak Duta Rupiah Balikpapan 2019.

22 jam10 menit Bisnis

BISNIS

APBD DKI Defisit, Anggaran Proyek Infrastruktur Dipotong Jadi Rp16,5 Triliun

Ketua Komisi D DPRD DKI Ida Mahmudah mengatakan efisiensi anggaran diterapkan untuk keenam dinas dan satu biro yang bergerak di bidang pembangunan dan infrastruktur.

22 jam10 menit Bisnis

BISNIS

Pengadaan Vaksin PCV, Pemerintah Diminta 'All Out'

Pemerintah didesak tidak ragu-ragu untuk melakukan pengadaan vaksin yang seharunsya masuk daftar vaksin dasar yang dibutuhkan masyarakat, salah satunya vaksin PCV untuk penyakit pneumonia.

22 jam10 menit Bisnis

BISNIS

KPK Belum Terima Salinan Putusan Lengkap Sofyan Basir

Putusan lengkap ini sebetulnya dibutuhkan untuk upaya kasasi ke Mahkamah Agung yang akan ditempuh komisi antikorupsi itu.

22 jam10 menit Bisnis

JPNN.

Sayang, Owi/Winny dan Rinov/Pitha Gugur di Babak Pertama Hong Kong Open 2019

JPNN.com, HONG KONG - Dua ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari gagal melaju ke 16 Besar Hong Kong Open 2019.

22 jam11 menit Jpnn

JPNN.

Lihat Klasemen Liga 1 Setelah Persib Menghancurkan Arema FC

JPNN.com, BANDUNG - Persib Bandung memperbaiki posisinya di klasemen Liga 1 setelah menghancurkan Arema FC 3-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (12/11).

22 jam11 menit Jpnn

JPNN.

BTN Siap Garap Dana Murah di Bengkulu

JPNN.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berupaya terus memperkuat strategi bisnisnya di Bengkulu dengan membidik seluruh segmen nasabah pada berbagai produk tabungan.

22 jam11 menit Jpnn

JPNN.

Ternyata Sudah Lama Pemerintah Ingin Menaikkan Iuran BPJS Kesehatan

JPNN.com, JAKARTA - Pemerintah berencana menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial alias BPJS Kesehatan 100 persen.

22 jam11 menit Jpnn