Jokowi beri waktu sebulan kumpulkan regulasi penghambat investasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi waktu sebulan kepada para menteri/kepala lembaga untuk mengumpulkan regulasi yang menghambat pelayanan kepada masyarakat dan investasi dunia usaha. "Tolong dilihat di setiap ...
« Kembali Baca berita lengkap »

ANTARA NEWS

Ahli geologi: Danau Singkarak setiap tahun bertambah luas

Tim Ahli Pokja Geopark Ranah Minang yang juga menjabat Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) pengurus daerah Sumatera Barat Dian Hadiyansyah menyebutkan Danau Singkarak yang terletak di Kabupaten Solok dan Tanah Datar setiap ...

6 jam48 menit Antaranews

KONTAN

Tak dilirik jadi mobil menteri, ini penjelasan BMW Indonesia

Toyota Crown 2.5 HV G-Executive dipilih Astra selaku peserta tender yang lolos kualifikasi untuk pengadaan mobil dinas menteri.

6 jam48 menit Kontan

KONTAN

Perhatikan, ini cara untuk menjaga rasa bir tetap nikmat

Musuh terbesar bir adalah matahari dan temperatur.

6 jam48 menit Kontan

KONTAN

Warren Buffett: Tak perlu melakukan hal luar biasa untuk mendapatkan hasil luar biasa

Kutipan menarik Warren Buffett: Tidak perlu melakukan hal-hal luar biasa untuk mendapatkan hasil yang luar biasa em>. /em>

6 jam48 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Kurs Jisdor, rupiah hari ini menguat ke level Rp 13.996 per dolar AS

Rupiah hari Kamis (24/10) ini menguat ke level Rp 13.996 per dolar AS di kurs Jisdor.

6 jam48 menit Kontan

KONTAN

Harga emas mulai merangkak naik

Harga emas kembali terkoreksi pada Kamis (24/10) pagi.

6 jam48 menit Kontan

KONTAN

Bahana Sekuritas: Tak hanya sosok menteri, pasar menanti kebijakan yang diambil

Menurut Bahana Sekuritas,  pasar sebenarnya tidak hanya menilai sosok yang dipilih, tapi menantikan kebijakan yang akan diambil.

6 jam48 menit Kontan

KONTAN

Beredar rumor Hyundai beli lahan Puradelta Lestari (DMAS), ini kata manajemen

Beredar kabar Hyundai akan membeli lahan milik PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS). 

6 jam48 menit Kontan

KONTAN

Jelang siang, rupiah hari ini bertengger di level Rp 14.014 per dolar AS

Jelang siang, rupiah hari Kamis (24/10) ini bertengger di level Rp 14.014 per dolar AS di pasar spot.

6 jam48 menit Kontan

KONTAN

Kredit melandai, bank getol simpan dana di surat berharga

Landainya pertumbuhan kredit menjelang akhir tahun bikin perbankan mulai getol menempatkan dana pada surat berharga. 

6 jam49 menit Kontan

KONTAN

Serba pertama di Kabinet Indonesia Maju

Penempatan menteri di Kabinet Indonesia Maju bisa dibilang unik karena ada beberapa pos yang ditempati sosok yang tak biasa.

6 jam49 menit Kontan

KONTAN

Serba serbi sertijab: Gelak tawa Jonan, Nadiem masih kaku, hingga air mata Susi...

Berbagai cerita muncul dari serah terima jabatan (sertijab) antara menteri yang lama kepada menteri yang baru.

6 jam49 menit Kontan

KONTAN

Kamis ini, KPK panggil istri eks Menpora Imam Nahrawi

Penyidik KPK dijadwalkan memanggil dua saksi dalam kasus suap dana hibah Kemenpora kepada KONI, hari ini.  

6 jam49 menit Kontan

KONTAN

Sidang kabinet paripurna pertama, Jokowi: Tak ada yang namanya visi-misi menteri!

Presiden Joko Widodo menggelar sidang kabinet paripurna pertama bersama Kabinet Indonesia Maju.  

6 jam49 menit Kontan

BISNIS

Incar Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen, Pemerintah Harus Jaga Konsumsi Rumah Tangga

Seperti diketahui, konsumsi rumah tangga memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap PDB, lebih dari 50% dari PDB.

6 jam49 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini Naik Jadi Rp752.000 per Gram

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) hari ini, Kamis (24/10/2019), menguat tipis dibandingkan posisi pada Rabu (23/10).

6 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Hore! Impor Bahan Baku Buku Bebas Bea Masuk

Pemerintah telah memberikan insentif fiskal untuk mendorong pertumbuhan industri perbukuan nasional.

6 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Pertumbuhan Mesin ATM Melambat, Ini Analisis Atas Fenomena Itu

Penurunan jumlah mesin anjungan tunai mandiri ATM kian merosot saat ini. Salah satu penyebabnya diperkirakan karena gaya hidup digital savvy atau pengurangan penggunaan uang tunai yang kian marak.

6 jam49 menit Bisnis

BISNIS

LAPORAN DARI TOKYO MOTOR SHOW : Ternyata, Lexus LF-30 Electrified Terinspirasi Ini!

Presiden Lexus International Yoshihiro Sawa mengatakan, selain mengusung teknologi canggih, Interior LF-30 Electrified menampilkan kokpit yang dirancang pada konsep baru Tazuna.

6 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Implementasi 5G: Kemenkominfo Dorong Milimeter Wave 26 GHz28 GHz

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berencana mendorong frekuensi millimeter wave 26 GHz ? 28 GHz pada World Radio Confrence (WRC) 2019 yang diselenggarakan di Mesir pada 28 Oktober--22 November 2019.

6 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Euforia Penyambutan Sri Mulyani Indrawati 'Pulang Kampung'

Sejumlah karangan bunga berbagai ukuran dari direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menghiasi pintu masuk dan lobi Gedung Djuanda I, letak kantor Sri Mulyani.

6 jam49 menit Bisnis

BISNIS

10 Hal yang Harus Dibagikan dengan Pasangan

Ada beberapa hal yang berhak Anda simpan untuk diri sendiri, bahkan jika Anda memiliki pasangan. Namun ada beberapa hal juga yang tidak boleh menjadi rahasia antara pasangan dan harus dibagikan dengan orang yang Anda cintai itu.

6 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Presiden Jokowi Dengar Ada Menteri yang 5 Tahun Mangkir Saat Diundang Rapat oleh Menko

Presiden Joko Widodo tidak mengungkapkan identitas menteri teknis dan menteri koordinator itu.

6 jam49 menit Bisnis

BISNIS

EKONOMI KORSEL: PDB Kuartal III/2019 Lebih Rendah dari Ekspektasi

Ekonomi Korea Selatan pada kuartal ketiga dilaporkan mencatat pertumbuhan lebih rendah dari perkiraan, di tengah ketidakpastian perdagangan yang membebani investasi.

6 jam49 menit Bisnis